Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com (0351) 493719/ 081330651175

PERTEMUAN WALI MURID TAHUN AJARAN 2021/2022

Pertemuan Wali Murid Akhir Tahun Ajaran 2021/2022

Agenda penutup tahun ajaran 2021/2022 SLB Negeri Banjarsari Wetan di tutup dengan pertemuan wali murid yang diselenggarakan di ruang pertemuan SLBN Banjarsari Wetan, Sabtu (25/6).

Dalam kegiatan pertemuan wali murid tersebut, Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan, Handik Indarwati, M.Pd menyampaikan program-program di tahun ajaran baru 2022/2023. Handik Indarwati, M.Pd berharap bahwa program-program yang telah disusun akan meningkatkan kualitas peserta didik baik di bidang akademik ataupun vokasional. Maka dari itu, pada kesempatan tersebut Handik Indarwati, M.Pd sangat berharap dukungan dan bantuan dari seluruh wali murid agar program-program yang telah disusun ini bisa berjalan dengan baik dan lancar.

Unjuk kreatifitas dari peserta didik dalam kegiatan pertemuan wali murid di gedung pertemua

Pada acara tersebut, wali murid juga disuguhkan berbagai hasil produk-produk unggu SLB Negeri Banjarsari Wetan. Tata busana, seperti  mukena, baju anak, baju gamis, baju tidur. Membatik seperti berbagai jenis batik, antara lain batik tulis, batik sibori, batik jumput, batik cap, batik ciprat dan batik ecoprin. Hasil dari keterampilan antara lain bross, gantungan kunci, tempat tisu, taplak meja, dll. Dan hasil d dari produk kriya kayu, antara lain centong, talenan, tempat tissue, tempat HP, asbak, hanger, bingkai photo, tempat payung.

Pemberian reward untuk guru dan peserta didik dari Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan

Pada kesempatan itu juga, Handik Indarwati, M.Pd memberikan reward kepada bapak/ibu guru atas dedikasi dan kinerja yang dirasa sangat baik serta kepada peserta didik karena prestasi dan kedisiplinan mereka. Beliau berharap bahwa semoga reward yang diberikan dapat menambah motivasi dan memacu kinerja serta kreatifitas bapak/ibu guru dalam melaksanakan tugas profesionalnya sebagai seorang pendidik. Untuk peserta didik, semoga reward ini menambah semangat belajar yang lebih tinggi lagi.

 

 

 

KEGIATAN STUDI BANDING DI SLB NEGERI 1 BANTUL BERSAMA KELUARGA BESAR PK-PLK KABUPATEN MADIUN

 

Rabu (15/6) keluarga besar PK-PLK Kabupaten Madiun bersama Bapak Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun dan Bapak Pengawas PK-PLK Wilayah Madiun mengikuti kegiatan studi banding di SLB Negeri 1 Bantul yang diselenggarakan oleh MKKS PK-PLK Kabupaten Madiun. Sebanyak 124 peserta yang terdiri dari kepala sekolah dan guru dari 11 lembaga di Kabupaten Madiun mengikuti kegiatan studi banding di SLB Negeri 1 Bantul tersebut. SLB Negeri Banjarsari Wetan mengirim full team untuk kegiatan studi banding tersebut. Sebanyak tiga bus pariwisata disiapkan untuk mengantar peserta studi banding dengan masing-masing bus terdapat koordinator yang dipilih ketua MKKS untuk mempermudah komunikasi dan koordinasi selama kegiatan berlangsung. Semua peserta kumpul di terminal kota Madiun jam 2 malam setelah itu pengecekan oleh koordinator dengan masing-masing peserta di bus 1, 2 dan 3. Dan Jam 02.30 WIB rombongan berangkat.

Mempelajari bidang administrasi, IT dan keterampilan yang ada di SLBN 1 Bantul
  • Lokasi pertama

Lokasi pertama yang dikunjungi adalah SLBN 1 Bantul. Dengan waktu yang sangat terbatas, kita tidak menyia-nyiakan waktu yang diberikan untuk mempelajari hal-hal apa saja yang menjadi unggulan di SLBN 1 Bantul. Jika ada sesuatu hal yang perlu ditanyakan, kita bisa bertanya kepada guru dari SLBN 1 Bantul yang siap mendampingi kita. Dari ruang musik, ruang kelas, ruang keterampilan, asrama sampai galeri, kita berkeliling mengamati dari segi administrasi, sarana-prasarana dan tata ruang yang ada.

Setelah kita amati, program vokasi unggulan di SLBN 1 Bantul sangatlah variatif. Program  kemandirian itu meliputi ketrampilan skill dan kemandirian kewirausahaan, diantaranya: kemandirian di bidang kriya, seni, boga, kecantikan, busana, literasi, olahraga, desain, teknologi informasi, perbengkelan dan pertanian. Secara garis besar, tujuan program vokasi SLBN 1 Bantul dan SLBN Banjarsari Wetan adalah sama, yaitu untuk kemandirian peserta didik pasca sekolah.

Bagi kami seorang guru, studi banding ini dapat membangun sebuah motivasi untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam proses kemandirian peserta didik, khususnya anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya itu, studi banding ini akan membawa sebuah perubahan pada pola pikir seorang guru untuk lebih berkreatifitas.

  • Lokasi kedua
Membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah

Lokasi berikutnya adalah pusat oleh-oleh Bakpia Pathok 25. Selain varian rasa bakpia pathok yang beraneka ragam, kita juga bisa menikmatinya selagi hangat. “Kalau kita pergi ke Yogya, oleh-oleh yang wajib dibeli salah satunya adalah bakpia. Dan galeri bakpia yang terkenal di Yogya adalah bakpia pathok 25. Tidak hanya langsung membeli, di sini kita bisa melihat secara langsung proses pembuatan bakpianya dan kita dapat mencobanya dulu.” ujar Pak Yoyok dan Pak Christ yang saat itu sedang memilih-milih makanan khas Yogyakarta.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa bakpia 25 merupakan salah satu bakpia terenak di Yogyakarta. Selain rasanya yang enak, lembut, varian yang beraneka ragam, bakpia pathok 25 selalu menyediakan bakpia yang fresh di tokonya. Selain menjual bakpia, bakpia pathok 25 juga menyediakan kue-kue dan kripik khas yogya, solo dan sekitarnya yang bisa kita gunakan untuk oleh-oleh ketika kita berada di yogyakarta.

  • Lokasi ketiga
Menyegarkan pikiran dengan berenang di Pantai Parangtritis

Kegiatan akhir dari kegiatan studi banding PK-PLK Kab. Madiun adalah mengunjungi Pantai Parangtritis. Tidak berpikir panjang, guru-guru SLBN Banjarsari Wetan segera berbasah-basah ria di pantai.

Merefreshkan pikiran dengan berenang di Pantai Parangtritis
Menikmati suasana pantai

Setelah berenang sampai puas di Pantai Parangtritis, kita segera bersiap-siap karena rombongan akan segera meninggalkan Yogyakarta. Tetapi sebelum meninggalkan Pantai Parang Tritis, keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan melakukan foto bersama di area parkir Pantai Parangteritis. Bahkan guru-guru milenial mengajak tik-tok kan juga.

Terimakasih MKKS PK-PLK Kab. Madiun, Semoga kita bisa mengambil ilmu dari kegiatan ini, semoga kekompakan ini selalu terjalin dan semoga ditahun depan kita bisa menyelenggarakan studi banding di tempat yang berbeda.

KEGIATAN PELATIHAN IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

Kegiatan Pelatihan Implemetasi Kurikulum di buka oleh Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun

Senin (6/6),SLBN Banjarsari Wetan menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka bagi kepala sekolah dan guru PK-LK Kabupaten Madiun. Sebanyak 33 peserta (11 kepala sekolah dan 22 guru) hadir di ruang pertemuan SLBN Banjarsari Wetan guna mengikuti kegiatan implementasi kurikulum merdeka selama tiga hari dari tanggal 06 s/d 08 Juni 2022) yang diselenggarakan oleh MKKS PK-LK Kabupaten Madiun. Bapak Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Madiun, Supardi, S.H, M.Pd serta Bapak Pengawas PK-LK, Sidik Wirjanto, M.Pd dan Sugiyono, M.Pd turut hadir dan membuka kegiatan implementasi kurikulum merdeka PK-LK Kabupaten Madiun.

Handik Indarwati, M.Pd, ketua MKKS PK-LK kabupaten Madiun memberikan laporan tentang pelaksanaan kegiatan implementasi Kurikulum Merdeka PK-LK Kab. Madiun tahun 2022

Handik Indarwati, M.Pd selaku ketua MKKS PK-LK Kabupaten Madiun menyampaikan bahwa karakteristik utama dari kurikulum merdeka adalah pembelajaran yang berbasis projek untuk pengembangan soft skills dan karakter sesuai profil Pelajar Pancasila. Oleh karena itu beliau mendatangkan narasumber yang berkopeten dalam bidang kurikulum merdeka, diantaranya adalah Septa Krisdiyanto, M.Pd guru SMKN 1 Mejayan, Zahrotul Fitri, S.Pd, guru SMKN 4 Madiun, Mustain, S.Pd guru SMAN 2 Madiun, M.Pd, Lestari cahyaningrum, S.Pd guru SMAN 4 Madiun dan Sulthan Abdul Hakim, S.Pd guru SMK Muh 3 Dolopo.

Tanya jawab dari peserta kegiatan implementasi kurikulum merdeka

Karena kurikulum merdeka merupakan kurikulum yang baru di PK-LK Kabupaten Madiun, maka peserta kegiatan pelatihan banyak yang menanyakan seputar kurikulum merdeka pada saat sesi penyampaian materi. inilah yang membuat kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka menjadi hidup.

Praktik penyusunan modul ajar dan bahan ajar oleh peserta kegiatan pelatihan implementasi kurikulum merdeka

Di hari terakhir kegiatan pelatihan implementasi kurikulum, peserta diwajibkan untuk menyusun modul ajar dan bahan ajar sesuai dengan kondisi di masing-masing lembaga. Setelah tiga hari para peserta kegiatan pelatihan mendapatkan materi-materi yang berhubungan dengan kurikulum merdeka baik dari paradigma, filosofi dan latar belakang kurikulum merdeka, cara penyusunan kurikulum operasional satuan pendidikan (KOSP) dsb, kini para peserta kegiatan pelatihan dengan bimbingan narasumber belajar untuk menyusun modul ajar dan bahan ajar yang sesuai dengan kondisi peserta didik

Para peserta tetap semangat mengikuti kegiatan pelatihan sampai hari terakhir

Semoga dengan adanya pelatihan Implementasi Kurikulum Merdeka PK-LK Kabupaten Madiun di SLBN Banjarsari Wetan, guru dapat mengembangkan kemampuan serta kompetensi sesuai dengan mata pelajaran yang di ampu. Dengan begitu, kualitas pendidikan juga akan menjadi lebih baik dan sesuai dengan cita-cita pendidikan nasional, yang tak hanya untuk mencerdaskan peserta didik tapi juga mampu memberikan manfaat yang baik pula untuk guru.