
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekolah dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah, keluarga peserta didik, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan sekolah.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan berbagai perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Peserta didik dari berbagai jenjang mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Berbagai jenis permainan dan perlombaan disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan peserta didik sehingga setiap anak dapat berpartisipasi dan merasakan kegembiraan dalam suasana perayaan kemerdekaan. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menang atau mendapatkan hadiah, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, berani tampil, serta menerima hasil dengan penuh kegembiraan.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan perkemahan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT sekolah dan HUT Kemerdekaan. Kegiatan perkemahan memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Mereka belajar mengenai kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai aktivitas dalam perkemahan menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan keterampilan sosial peserta didik.
Setelah berbagai rangkaian kegiatan tersebut terlaksana, peringatan HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mencapai puncaknya melalui kegiatan jalan santai bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan dan diikuti oleh keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan serta masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah sudah mulai ramai. Pukul 06.00 WIB, peserta yang telah datang dan melakukan pendaftaran diarahkan untuk berkumpul di halaman sekolah. Sambil menunggu seluruh peserta hadir, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama instruktur senam. Bapak/ibu guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, wali murid, serta warga sekitar mengikuti gerakan senam bersama-sama. Suasana halaman sekolah dipenuhi keceriaan dan semangat. Peserta didik terlihat antusias mengikuti gerakan instruktur dengan kemampuan masing-masing.
Senam pagi menjadi pembuka yang tepat sebelum peserta mengikuti jalan santai. Selain membuat tubuh lebih siap bergerak, kegiatan ini juga menciptakan suasana akrab karena seluruh peserta dapat berbaur tanpa membedakan status maupun latar belakang. Guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat berdiri bersama dalam satu kegiatan yang sederhana namun penuh makna.
Usai senam pagi, peserta mulai bersiap untuk mengikuti jalan santai. Pada pukul 07.30 WIB, seluruh peserta berkumpul di depan sekolah. Panitia melakukan persiapan terakhir, sementara peserta memastikan kupon jalan santai yang telah mereka terima berada dalam keadaan baik. Setelah seluruh peserta siap, kegiatan jalan santai secara resmi diberangkatkan oleh Bapak Midin, M.Pd., selaku Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun.
Keberangkatan peserta semakin meriah dengan hadirnya mobil pick up di barisan paling depan yang telah dilengkapi dengan backsound. Musik yang diputar mengiringi perjalanan peserta sepanjang rute jalan santai. Mobil tersebut juga menjadi sarana promosi sekolah dengan membawa identitas dan informasi mengenai SLB Negeri Banjarsari Wetan. Dengan demikian, kegiatan jalan santai tidak hanya menjadi kegiatan olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi salah satu cara sekolah memperkenalkan keberadaan, program, dan berbagai potensi yang dimiliki kepada masyarakat.
Peserta jalan santai berjalan bersama dalam suasana penuh kegembiraan. Peserta didik berjalan didampingi guru maupun orang tua. Tidak sedikit warga sekitar yang ikut menyaksikan dan memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa sekolah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Salah satu hal yang membuat peserta semakin bersemangat adalah kesempatan mendapatkan berbagai hadiah dan doorprize. Di tengah perjalanan, peserta menyerahkan bagian kupon yang telah disobek kepada bapak/ibu guru yang bertugas. Kupon-kupon tersebut kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kardus yang telah disiapkan panitia untuk digunakan dalam proses pengundian setelah peserta kembali ke sekolah.
Setelah menyelesaikan rute yang telah ditentukan, para peserta akhirnya kembali ke halaman SLB Negeri Banjarsari Wetan. Panitia menyambut peserta dengan menyediakan snack dan makan pagi gratis. Peserta dapat menikmati makanan yang telah disiapkan sambil beristirahat setelah berjalan. Suasana halaman sekolah semakin ramai. Ada yang duduk bersama keluarga, berbincang dengan guru, menikmati makanan, maupun menyaksikan berbagai persiapan acara di atas panggung.
Panggung yang digunakan dalam acara tersebut memang dibuat secara sederhana. Namun, kesederhanaan panggung tidak mengurangi kemeriahan kegiatan. Justru di sekitar panggung tampak berbagai hadiah yang telah disiapkan dan terpampang untuk para peserta jalan santai. Pemandangan tersebut membuat peserta semakin penasaran dan tidak sabar menunggu pengundian hadiah.
Berbagai hadiah hiburan telah dipersiapkan oleh panitia. Selain hadiah-hadiah kecil yang dapat menambah keceriaan peserta, tersedia pula beberapa doorprize berupa barang elektronik, seperti kipas angin, magicom, dan kompor gas. Hadiah utama yang menjadi perhatian peserta adalah sepeda gunung dan seekor kambing. Seluruh hadiah tersebut dapat tersedia berkat dukungan dari para sponsor yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan.
Dukungan sponsor menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan tambahan kemeriahan, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan berbagai pihak terhadap keberadaan serta kegiatan SLB Negeri Banjarsari Wetan. Melalui dukungan tersebut, sekolah dapat menghadirkan kegiatan yang lebih semarak dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik, wali murid, guru, tenaga kependidikan, maupun masyarakat.
Setelah peserta menikmati makan pagi, acara dilanjutkan dengan hiburan dan penampilan peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan. Inilah salah satu bagian yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan. Panggung sederhana tersebut berubah menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan berbagai kemampuan dan kreativitas yang telah mereka kembangkan selama berada di sekolah.
Acara diawali dengan perkenalan bapak/ibu guru yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Suasana semakin hangat ketika guru dan peserta didik berinteraksi dengan para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.
Berbagai penampilan peserta didik kemudian disuguhkan secara bergantian. Ada tari, menyanyi, baca puisi, menyanyi dengan bahasa isyarat, gerak dan lagu, serta penampilan lainnya. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk tampil sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Tidak hanya peserta didik yang memiliki kemampuan bernyanyi atau menari, tetapi berbagai bentuk ekspresi dan kreativitas juga diberikan ruang untuk ditampilkan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tari Pecel yang dibawakan oleh Akyla Valla Ayyasyi dan Atika Prativi Mulyaningsih. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal melalui seni tari. Peserta dan penonton memberikan apresiasi atas keberanian serta penampilan kedua peserta didik di atas panggung.
Acara berikutnya diisi dengan penampilan Gerak dan Lagu “Hari Merdeka” yang dibawakan oleh Qisya, Aulia, Aisyah, Guido, Vino, Yogi, dan Brillian. Penampilan tersebut semakin menguatkan nuansa peringatan kemerdekaan dalam kegiatan HUT tahun ini.
Selain menampilkan seni dan kreativitas, sekolah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan vokasi unggulan SLB Negeri Banjarsari Wetan. Salah satunya adalah pengenalan Inovasi Pembelajaran Vokasional Berbasis Program SIKAP melalui Pengolahan Hasil Rimpang. Program tersebut menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran di SLB tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, suasana panggung kembali diisi dengan pembacaan puisi oleh Ibnu Mucharis. Kemudian dilakukan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba balap kelereng. Penyerahan hadiah menjadi bentuk apresiasi kepada peserta didik yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.
Penampilan berikutnya diisi dengan pengenalan inovasi pembelajaran vokasional, dilanjutkan dengan penampilan menyanyi oleh Alura Senja Kaimana dengan judul “Selalu Ada di Hati”. Tidak kalah menarik, peserta juga menyaksikan penampilan menyanyi dengan bahasa isyarat yang menjadi salah satu bentuk keberagaman ekspresi peserta didik di SLB Negeri Banjarsari Wetan.
Berbagai penampilan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik SLB memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Ada yang memiliki kemampuan dalam bidang seni tari, musik, vokal, puisi, bahasa isyarat, maupun keterampilan lainnya. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah memberikan ruang kepada peserta didik untuk berani tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah lomba pukul air, yang kembali mengundang keceriaan dan antusiasme peserta. Setelah seluruh rangkaian penampilan selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai tampilan dadakan. Bagian ini membuat suasana semakin santai dan meriah karena penonton maupun peserta tidak mengetahui secara pasti siapa yang akan tampil berikutnya.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan menyanyi isyarat dengan judul “Jiwa yang Bersedih” yang dibawakan oleh Silvi, Izzana, Azahra, Bayu, Khafi, Wahyu, Elmi, Nisa, Fatih, Puji, Valen, Tika, dan Valla. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik sekaligus menyentuh karena menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi peserta didik untuk berkarya dan menyampaikan pesan melalui seni.
Di sela-sela penampilan, panitia juga mulai melakukan pengundian doorprize. Setiap kupon yang telah dikumpulkan sebelumnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah. Suasana menjadi semakin tegang sekaligus menyenangkan ketika nomor kupon mulai dibacakan. Peserta saling memeriksa kupon yang mereka pegang, berharap nomor yang disebutkan merupakan nomor milik mereka.
Satu per satu hadiah hiburan dibagikan kepada peserta yang beruntung. Kipas angin, magicom, kompor gas, dan berbagai hadiah lainnya menambah kegembiraan acara. Hingga akhirnya tiba pada pengundian hadiah utama, yaitu sepeda gunung dan kambing. Pengundian hadiah utama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta.
Di balik kemeriahan hadiah dan hiburan, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas bagi SLB Negeri Banjarsari Wetan. HUT ke-32 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sekolah, menghargai jasa para pendiri dan perintis, serta melihat kembali berbagai perkembangan yang telah dicapai selama lebih dari tiga dekade dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kehadiran bapak/ibu pendiri dan perintis sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi sebuah penghormatan sekaligus pengingat bahwa perkembangan SLB Negeri Banjarsari Wetan tidak terlepas dari perjuangan dan dedikasi para pendahulu. Perjalanan sekolah yang telah berlangsung selama 32 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan, perjuangan, kerja keras, dan semangat untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Selain itu, hadir pula Bapak Midin, M.Pd., selaku Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Ibu Plt. Kepala Desa Banjarsari Wetan, Ibu Kepala SDN 01 Banjarsari Wetan, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan adanya dukungan dan hubungan baik antara sekolah dengan pemerintah, satuan pendidikan lain, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dari acara. Mereka ikut berjalan santai, mengikuti senam, menikmati kebersamaan, menerima hadiah, serta tampil menunjukkan bakat dan kemampuan di atas panggung. Dengan demikian, kegiatan peringatan HUT sekolah dan HUT Kemerdekaan menjadi ruang pembelajaran yang nyata bagi peserta didik.
Sementara bagi wali murid dan masyarakat, kegiatan jalan santai menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan sekolah. Mereka dapat melihat secara langsung berbagai kegiatan, program vokasional, kreativitas, serta kemampuan peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan. Interaksi tersebut diharapkan semakin membangun pemahaman masyarakat bahwa setiap peserta didik memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk berkembang serta berkarya.
Kemeriahan kegiatan juga tidak terlepas dari kerja keras panitia, bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, peserta didik, wali murid, sponsor, dan berbagai pihak yang terlibat. Mulai dari persiapan perlombaan, perkemahan, pendaftaran peserta jalan santai, penyiapan rute, konsumsi, panggung, sound system, hadiah, hingga pendampingan peserta didik, semuanya dilakukan secara bersama-sama.
Pada akhirnya, HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial. Perayaan ini menjadi gambaran semangat keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan untuk terus menjaga kebersamaan, menghargai keberagaman, mengembangkan potensi peserta didik, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Dari sebuah panggung yang sederhana, terpancar berbagai karya dan prestasi peserta didik. Dari sebuah jalan santai, tumbuh kebersamaan antara sekolah dan masyarakat. Dari berbagai hadiah yang diberikan, hadir rasa bahagia dan apresiasi. Dan dari seluruh rangkaian kegiatan, tumbuh semangat untuk terus melangkah bersama.
“Selamat HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan. Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Terus berkarya, terus menginspirasi, dan terus memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya. Terimakasih juga untuk sponsor dan semua pihak yang telah membantu untuk mensukseskan kegiatan ini.”
Last Updated: 1 April 2019 by admin
HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur
KATA PENGANTAR
Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup, mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.
Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).
Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.
Posted: 19 September 2026 by admin Leave a Comment
MELANGKAH BERSAMA, BERKARYA TANPA BATAS: SEMARAK HUT KE-32 SLBN BANJARSARI WETAN DAN HUT KE-81 RI
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekolah dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan antara sekolah, keluarga peserta didik, masyarakat, dan berbagai pihak yang selama ini memberikan dukungan terhadap perkembangan sekolah.
Rangkaian kegiatan telah dimulai dengan berbagai perlombaan dalam rangka HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Peserta didik dari berbagai jenjang mengikuti perlombaan dengan penuh semangat. Berbagai jenis permainan dan perlombaan disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan peserta didik sehingga setiap anak dapat berpartisipasi dan merasakan kegembiraan dalam suasana perayaan kemerdekaan. Bagi peserta didik, kegiatan tersebut bukan hanya tentang menang atau mendapatkan hadiah, tetapi juga menjadi pengalaman untuk belajar mengikuti aturan, menunggu giliran, bekerja sama, berani tampil, serta menerima hasil dengan penuh kegembiraan.
Semangat kebersamaan tersebut kemudian dilanjutkan melalui kegiatan perkemahan yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT sekolah dan HUT Kemerdekaan. Kegiatan perkemahan memberikan pengalaman yang berbeda bagi peserta didik. Mereka belajar mengenai kemandirian, kedisiplinan, kebersamaan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap lingkungan. Berbagai aktivitas dalam perkemahan menjadi pengalaman berharga yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga mendukung perkembangan karakter dan keterampilan sosial peserta didik.
Setelah berbagai rangkaian kegiatan tersebut terlaksana, peringatan HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia mencapai puncaknya melalui kegiatan jalan santai bersama. Kegiatan ini sekaligus menjadi penutup rangkaian peringatan dan diikuti oleh keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan serta masyarakat sekitar.
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan sekolah sudah mulai ramai. Pukul 06.00 WIB, peserta yang telah datang dan melakukan pendaftaran diarahkan untuk berkumpul di halaman sekolah. Sambil menunggu seluruh peserta hadir, kegiatan diawali dengan senam pagi bersama instruktur senam. Bapak/ibu guru dan tenaga kependidikan, peserta didik, wali murid, serta warga sekitar mengikuti gerakan senam bersama-sama. Suasana halaman sekolah dipenuhi keceriaan dan semangat. Peserta didik terlihat antusias mengikuti gerakan instruktur dengan kemampuan masing-masing.
Senam pagi menjadi pembuka yang tepat sebelum peserta mengikuti jalan santai. Selain membuat tubuh lebih siap bergerak, kegiatan ini juga menciptakan suasana akrab karena seluruh peserta dapat berbaur tanpa membedakan status maupun latar belakang. Guru, peserta didik, orang tua, dan masyarakat berdiri bersama dalam satu kegiatan yang sederhana namun penuh makna.
Usai senam pagi, peserta mulai bersiap untuk mengikuti jalan santai. Pada pukul 07.30 WIB, seluruh peserta berkumpul di depan sekolah. Panitia melakukan persiapan terakhir, sementara peserta memastikan kupon jalan santai yang telah mereka terima berada dalam keadaan baik. Setelah seluruh peserta siap, kegiatan jalan santai secara resmi diberangkatkan oleh Bapak Midin, M.Pd., selaku Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun.
Keberangkatan peserta semakin meriah dengan hadirnya mobil pick up di barisan paling depan yang telah dilengkapi dengan backsound. Musik yang diputar mengiringi perjalanan peserta sepanjang rute jalan santai. Mobil tersebut juga menjadi sarana promosi sekolah dengan membawa identitas dan informasi mengenai SLB Negeri Banjarsari Wetan. Dengan demikian, kegiatan jalan santai tidak hanya menjadi kegiatan olahraga dan rekreasi, tetapi juga menjadi salah satu cara sekolah memperkenalkan keberadaan, program, dan berbagai potensi yang dimiliki kepada masyarakat.
Peserta jalan santai berjalan bersama dalam suasana penuh kegembiraan. Peserta didik berjalan didampingi guru maupun orang tua. Tidak sedikit warga sekitar yang ikut menyaksikan dan memberikan respons positif terhadap kegiatan tersebut. Kehadiran masyarakat menjadi bukti bahwa sekolah tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari lingkungan dan kehidupan masyarakat di sekitarnya.
Salah satu hal yang membuat peserta semakin bersemangat adalah kesempatan mendapatkan berbagai hadiah dan doorprize. Di tengah perjalanan, peserta menyerahkan bagian kupon yang telah disobek kepada bapak/ibu guru yang bertugas. Kupon-kupon tersebut kemudian dikumpulkan dan dimasukkan ke dalam kardus yang telah disiapkan panitia untuk digunakan dalam proses pengundian setelah peserta kembali ke sekolah.
Setelah menyelesaikan rute yang telah ditentukan, para peserta akhirnya kembali ke halaman SLB Negeri Banjarsari Wetan. Panitia menyambut peserta dengan menyediakan snack dan makan pagi gratis. Peserta dapat menikmati makanan yang telah disiapkan sambil beristirahat setelah berjalan. Suasana halaman sekolah semakin ramai. Ada yang duduk bersama keluarga, berbincang dengan guru, menikmati makanan, maupun menyaksikan berbagai persiapan acara di atas panggung.
Panggung yang digunakan dalam acara tersebut memang dibuat secara sederhana. Namun, kesederhanaan panggung tidak mengurangi kemeriahan kegiatan. Justru di sekitar panggung tampak berbagai hadiah yang telah disiapkan dan terpampang untuk para peserta jalan santai. Pemandangan tersebut membuat peserta semakin penasaran dan tidak sabar menunggu pengundian hadiah.
Berbagai hadiah hiburan telah dipersiapkan oleh panitia. Selain hadiah-hadiah kecil yang dapat menambah keceriaan peserta, tersedia pula beberapa doorprize berupa barang elektronik, seperti kipas angin, magicom, dan kompor gas. Hadiah utama yang menjadi perhatian peserta adalah sepeda gunung dan seekor kambing. Seluruh hadiah tersebut dapat tersedia berkat dukungan dari para sponsor yang turut berpartisipasi dalam menyukseskan kegiatan.
Dukungan sponsor menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Bantuan yang diberikan tidak hanya memberikan tambahan kemeriahan, tetapi juga menunjukkan adanya kepedulian dan dukungan berbagai pihak terhadap keberadaan serta kegiatan SLB Negeri Banjarsari Wetan. Melalui dukungan tersebut, sekolah dapat menghadirkan kegiatan yang lebih semarak dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi peserta didik, wali murid, guru, tenaga kependidikan, maupun masyarakat.
Setelah peserta menikmati makan pagi, acara dilanjutkan dengan hiburan dan penampilan peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan. Inilah salah satu bagian yang menjadi perhatian utama dalam kegiatan. Panggung sederhana tersebut berubah menjadi ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan berbagai kemampuan dan kreativitas yang telah mereka kembangkan selama berada di sekolah.
Acara diawali dengan perkenalan bapak/ibu guru yang kemudian dilanjutkan dengan foto bersama. Suasana semakin hangat ketika guru dan peserta didik berinteraksi dengan para tamu undangan serta masyarakat yang hadir.
Berbagai penampilan peserta didik kemudian disuguhkan secara bergantian. Ada tari, menyanyi, baca puisi, menyanyi dengan bahasa isyarat, gerak dan lagu, serta penampilan lainnya. Setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk tampil sesuai dengan kemampuan dan potensinya. Tidak hanya peserta didik yang memiliki kemampuan bernyanyi atau menari, tetapi berbagai bentuk ekspresi dan kreativitas juga diberikan ruang untuk ditampilkan.
Salah satu penampilan yang menarik perhatian adalah Tari Pecel yang dibawakan oleh Akyla Valla Ayyasyi dan Atika Prativi Mulyaningsih. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk pengenalan budaya lokal melalui seni tari. Peserta dan penonton memberikan apresiasi atas keberanian serta penampilan kedua peserta didik di atas panggung.
Acara berikutnya diisi dengan penampilan Gerak dan Lagu “Hari Merdeka” yang dibawakan oleh Qisya, Aulia, Aisyah, Guido, Vino, Yogi, dan Brillian. Penampilan tersebut semakin menguatkan nuansa peringatan kemerdekaan dalam kegiatan HUT tahun ini.
Selain menampilkan seni dan kreativitas, sekolah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan vokasi unggulan SLB Negeri Banjarsari Wetan. Salah satunya adalah pengenalan Inovasi Pembelajaran Vokasional Berbasis Program SIKAP melalui Pengolahan Hasil Rimpang. Program tersebut menjadi salah satu contoh bahwa pembelajaran di SLB tidak hanya dilakukan di dalam kelas, tetapi juga diarahkan pada pengembangan keterampilan praktis yang dapat bermanfaat bagi peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya, suasana panggung kembali diisi dengan pembacaan puisi oleh Ibnu Mucharis. Kemudian dilakukan penyerahan hadiah bagi pemenang lomba balap kelereng. Penyerahan hadiah menjadi bentuk apresiasi kepada peserta didik yang telah mengikuti perlombaan dengan penuh semangat.
Penampilan berikutnya diisi dengan pengenalan inovasi pembelajaran vokasional, dilanjutkan dengan penampilan menyanyi oleh Alura Senja Kaimana dengan judul “Selalu Ada di Hati”. Tidak kalah menarik, peserta juga menyaksikan penampilan menyanyi dengan bahasa isyarat yang menjadi salah satu bentuk keberagaman ekspresi peserta didik di SLB Negeri Banjarsari Wetan.
Berbagai penampilan tersebut menunjukkan bahwa peserta didik SLB memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan. Ada yang memiliki kemampuan dalam bidang seni tari, musik, vokal, puisi, bahasa isyarat, maupun keterampilan lainnya. Melalui kegiatan seperti ini, sekolah memberikan ruang kepada peserta didik untuk berani tampil di depan umum, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kreativitas, serta mendapatkan pengalaman berharga dalam berinteraksi dengan masyarakat.
Kegiatan juga diisi dengan penyerahan hadiah lomba pukul air, yang kembali mengundang keceriaan dan antusiasme peserta. Setelah seluruh rangkaian penampilan selesai, acara dilanjutkan dengan berbagai tampilan dadakan. Bagian ini membuat suasana semakin santai dan meriah karena penonton maupun peserta tidak mengetahui secara pasti siapa yang akan tampil berikutnya.
Penampilan kemudian dilanjutkan dengan menyanyi isyarat dengan judul “Jiwa yang Bersedih” yang dibawakan oleh Silvi, Izzana, Azahra, Bayu, Khafi, Wahyu, Elmi, Nisa, Fatih, Puji, Valen, Tika, dan Valla. Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menarik sekaligus menyentuh karena menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi peserta didik untuk berkarya dan menyampaikan pesan melalui seni.
Di sela-sela penampilan, panitia juga mulai melakukan pengundian doorprize. Setiap kupon yang telah dikumpulkan sebelumnya memiliki kesempatan untuk mendapatkan hadiah. Suasana menjadi semakin tegang sekaligus menyenangkan ketika nomor kupon mulai dibacakan. Peserta saling memeriksa kupon yang mereka pegang, berharap nomor yang disebutkan merupakan nomor milik mereka.
Satu per satu hadiah hiburan dibagikan kepada peserta yang beruntung. Kipas angin, magicom, kompor gas, dan berbagai hadiah lainnya menambah kegembiraan acara. Hingga akhirnya tiba pada pengundian hadiah utama, yaitu sepeda gunung dan kambing. Pengundian hadiah utama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu-tunggu oleh seluruh peserta.
Di balik kemeriahan hadiah dan hiburan, kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas bagi SLB Negeri Banjarsari Wetan. HUT ke-32 menjadi momentum untuk mengenang perjalanan sekolah, menghargai jasa para pendiri dan perintis, serta melihat kembali berbagai perkembangan yang telah dicapai selama lebih dari tiga dekade dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus.
Kehadiran bapak/ibu pendiri dan perintis sekolah dalam kegiatan tersebut menjadi sebuah penghormatan sekaligus pengingat bahwa perkembangan SLB Negeri Banjarsari Wetan tidak terlepas dari perjuangan dan dedikasi para pendahulu. Perjalanan sekolah yang telah berlangsung selama 32 tahun merupakan perjalanan panjang yang diwarnai berbagai tantangan, perjuangan, kerja keras, dan semangat untuk terus memberikan layanan pendidikan terbaik bagi peserta didik.
Selain itu, hadir pula Bapak Midin, M.Pd., selaku Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Ibu Plt. Kepala Desa Banjarsari Wetan, Ibu Kepala SDN 01 Banjarsari Wetan, serta para tamu undangan lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan adanya dukungan dan hubungan baik antara sekolah dengan pemerintah, satuan pendidikan lain, tokoh masyarakat, dan lingkungan sekitar.
Bagi peserta didik, kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berarti. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dari acara. Mereka ikut berjalan santai, mengikuti senam, menikmati kebersamaan, menerima hadiah, serta tampil menunjukkan bakat dan kemampuan di atas panggung. Dengan demikian, kegiatan peringatan HUT sekolah dan HUT Kemerdekaan menjadi ruang pembelajaran yang nyata bagi peserta didik.
Sementara bagi wali murid dan masyarakat, kegiatan jalan santai menjadi kesempatan untuk lebih dekat dengan sekolah. Mereka dapat melihat secara langsung berbagai kegiatan, program vokasional, kreativitas, serta kemampuan peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan. Interaksi tersebut diharapkan semakin membangun pemahaman masyarakat bahwa setiap peserta didik memiliki potensi, kemampuan, dan kesempatan untuk berkembang serta berkarya.
Kemeriahan kegiatan juga tidak terlepas dari kerja keras panitia, bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, peserta didik, wali murid, sponsor, dan berbagai pihak yang terlibat. Mulai dari persiapan perlombaan, perkemahan, pendaftaran peserta jalan santai, penyiapan rute, konsumsi, panggung, sound system, hadiah, hingga pendampingan peserta didik, semuanya dilakukan secara bersama-sama.
Pada akhirnya, HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia bukan sekadar kegiatan seremonial. Perayaan ini menjadi gambaran semangat keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan untuk terus menjaga kebersamaan, menghargai keberagaman, mengembangkan potensi peserta didik, serta membangun hubungan yang harmonis dengan masyarakat.
Dari sebuah panggung yang sederhana, terpancar berbagai karya dan prestasi peserta didik. Dari sebuah jalan santai, tumbuh kebersamaan antara sekolah dan masyarakat. Dari berbagai hadiah yang diberikan, hadir rasa bahagia dan apresiasi. Dan dari seluruh rangkaian kegiatan, tumbuh semangat untuk terus melangkah bersama.
“Selamat HUT ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan. Selamat HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Terus berkarya, terus menginspirasi, dan terus memberikan ruang bagi setiap anak untuk tumbuh, mandiri, dan berdaya. Terimakasih juga untuk sponsor dan semua pihak yang telah membantu untuk mensukseskan kegiatan ini.”
Posted: 13 September 2026 by admin Leave a Comment
Semarak Perkemahan SLB Negeri Banjarsari Wetan: Menumbuhkan Kemandirian, Kebersamaan, dan Semangat Kepramukaan
Dalam rangka memperingati Hari Pramuka dan memeriahkan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Pramuka yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu Kamis, 13 Agustus sampai dengan Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi peserta didik untuk belajar hidup mandiri, bekerja sama, bertanggung jawab, serta membangun keberanian melalui pengalaman belajar di luar kelas.
Kegiatan perkemahan diikuti oleh peserta didik dari berbagai tingkatan Pramuka, yaitu Siaga, Penggalang, dan Penegak. Untuk menciptakan suasana yang lebih kompak dan penuh semangat, peserta dibagi menjadi empat regu, yaitu Regu Elang dan Regu Garuda untuk putra, serta Regu Kamboja dan Regu Dahlia untuk putri. Pembagian regu tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta didik dalam membangun kekompakan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab terhadap kelompok.
Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 13 Agustus 2026 dengan pendataan peserta dan dilanjutkan dengan pemasangan tenda. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mengenal kehidupan perkemahan serta belajar bekerja sama dalam mempersiapkan tempat tinggal sementara selama kegiatan. Setelah waktu istirahat, seluruh peserta bersiap mengikuti upacara pembukaan perkemahan yang dimulai pada sore hari. Jadwal kegiatan resmi mencantumkan upacara pembukaan sebagai kegiatan utama pada sore hari.
Upacara pembukaan menjadi momentum penting sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan perkemahan. Kegiatan perkemahan secara resmi dibuka setelah dilaksanakan penyematan tanda peserta yang diwakili oleh peserta didik dari masing-masing tingkatan Pramuka, yaitu Siaga, Penggalang, dan Penegak. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa seluruh peserta siap mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.
Kegiatan perkemahan juga mendapat perhatian dan dukungan dari Bapak Pengawas PK-PLK Wilayah Madiun yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Bapak Midin, M.Pd. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di SLB Negeri Banjarsari Wetan sekaligus memberikan semangat bagi peserta didik dan seluruh pendamping yang terlibat.
Setelah upacara pembukaan, suasana perkemahan semakin meriah dengan kegiatan perkenalan peserta melalui yel-yel, dilanjutkan dengan permainan dan kegiatan teknik kepramukaan (Tekpram). Melalui permainan dan Tekpram, peserta didik diajak untuk belajar sambil bermain, meningkatkan kekompakan regu, melatih keberanian, serta mengembangkan keterampilan kepramukaan.
Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penyalaan api unggun. Api unggun menjadi salah satu momen yang penuh makna dalam kegiatan perkemahan. Cahaya api yang menyala di tengah kebersamaan peserta menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan kebersamaan seluruh keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan. Setelah itu, peserta mengikuti Gebyar Pentas Seni yang berlangsung dengan suasana penuh keceriaan. Peserta didik diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka di hadapan teman, guru, dan pendamping.
Memasuki Jumat, 14 Agustus 2026, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan shalat Subuh, kemudian dilanjutkan dengan senam pagi. Setelah itu, peserta melakukan istirahat, mandi, sarapan, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti Upacara Hari Pramuka.
Upacara Hari Pramuka menjadi salah satu puncak kegiatan perkemahan. Dengan mengenakan seragam Pramuka dan mengikuti upacara bersama, peserta didik diajak untuk semakin mengenal nilai-nilai kepramukaan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, cinta tanah air, dan persaudaraan.
Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan permainan bersama yang menjadi kesempatan bagi setiap regu untuk kembali menunjukkan kekompakan dan semangat. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan upacara penutupan perkemahan. Setelah upacara penutupan, peserta bersama pendamping melakukan pembongkaran tenda sebagai kegiatan akhir sebelum meninggalkan lokasi perkemahan.
Perkemahan SLB Negeri Banjarsari Wetan bukan hanya menjadi kegiatan untuk bermalam di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang nyata dan bermakna bagi peserta didik. Dalam suasana perkemahan, mereka belajar melakukan berbagai hal secara lebih mandiri, mengikuti aturan, menjaga kebersihan, bekerja sama dalam regu, saling membantu, serta menghargai kemampuan dan perbedaan setiap anggota.
Bagi peserta didik berkebutuhan khusus, pengalaman seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Setiap kegiatan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemandirian, keterampilan sosial, komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi dalam suasana yang menyenangkan. Pendampingan guru selama kegiatan juga memberikan rasa aman sehingga peserta didik dapat mengikuti setiap aktivitas sesuai dengan kemampuan masing-masing.
Melalui kegiatan Perkemahan Tahun 2026 ini, SLB Negeri Banjarsari Wetan terus berupaya menjadikan kegiatan Pramuka sebagai wahana pendidikan karakter yang ramah, menyenangkan, inklusif, dan bermakna. Semangat kepramukaan diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.
Dari tenda yang sederhana, tumbuh kemandirian. Dari permainan bersama, lahir kebersamaan. Dan dari semangat Pramuka, tumbuh keberanian untuk menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, peduli, dan bertanggung jawab.
Last Updated: 13 September 2026 by admin Leave a Comment
Semarak Perlombaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SLB Negeri Banjarsari Wetan
BERITA TERBARU
KEGIATAN TERBARU
ARTIKEL
GALERY
LINK
ARTIKEL PELAJARAN
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-32 SLB Negeri Banjarsari Wetan sekaligus menyemarakkan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang berlangsung meriah, penuh kebersamaan, dan melibatkan berbagai unsur masyarakat. Peringatan tahun ini tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan panjang sekolah dalam memberikan layanan pendidikan bagi peserta […]
Dalam rangka memperingati Hari Pramuka dan memeriahkan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Pramuka yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu Kamis, 13 Agustus sampai dengan Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi peserta didik untuk belajar hidup mandiri, bekerja sama, bertanggung jawab, serta membangun keberanian melalui […]
Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan kegiatan perlombaan yang berlangsung dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang dikemas secara ramah, menyenangkan, dan disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus. Untuk […]
Sekolah Luar Biasa Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik jenjang SDLB. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin, 13 Juli 2026 sampai Jumat, 17 Juli 2026 dirancang sebagai momentum untuk menyambut peserta didik baru dengan suasana yang ramah, menyenangkan, aman, dan penuh makna. MPLS Ramah […]
Dalam rangka memperingatiTahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H, SLB Negeri Banjarsari Wetan melaksanakan serangkaian kegiatan keagamaan sebagai bagian dari program pembiasaan dan penguatan karakter peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah Swt., membangun kepedulian sosial, serta menanamkan nilai-nilai kebaikan dan kebersamaan kepada seluruh warga sekolah. Kegiatan diawali dengan pembiasaan […]