Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 2026 DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN: MENANAMKAN NILAI KEISLAMAN, MEMPERKUAT KEBERSAMAAN

Tauziah oleh Qurrotula’yuun, S.Pd. dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai religius, kebangsaan, kebersamaan, dan kepedulian. Seluruh warga sekolah mengenakan busana muslim berwarna putih yang semakin menambah suasana khidmat dan mencerminkan kesederhanaan serta ketulusan dalam memperingati hari bersejarah bagi umat Islam di Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan santri, memperkuat karakter peserta didik, serta menumbuhkan semangat cinta agama, bangsa, dan sesama.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang melibatkan petugas gabungan dari peserta didik jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Keikutsertaan peserta didik dari berbagai jenjang ini menjadi wujud nyata pembelajaran tentang tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, dan kerja sama. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan, Jefri Dwi Cahyono, S.Pd., menyampaikan amanat tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri dalam membela bangsa. Beliau juga mengajak seluruh peserta didik untuk menggerakkan jihad intelektual melalui kesungguhan dalam belajar, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembentukan akhlak mulia. Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan pada masa kini tidak hanya dilakukan melalui pengorbanan fisik, tetapi juga melalui semangat menuntut ilmu, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembiasaan berjabat tangan antara peserta didik dan bapak/ibu guru sebagai bentuk penghormatan, kesantunan, serta upaya mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah. Para peserta didik kemudian menuju halaman dalam untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Sebelum acara dilanjutkan, bapak/ibu guru dan tenaga kependidikan terlebih dahulu mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama di halaman sekolah. Momen sederhana ini menjadi simbol kekompakan dan komitmen seluruh warga sekolah dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial.

Acara berikutnya diisi dengan sambutan Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan yang menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai sarana untuk memperkuat keimanan, membangun kedisiplinan, dan membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Qurotula’yuun, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta didik, beliau menguraikan makna Ikrar Santri Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku, bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibacakan saat peringatan Hari Santri. Ikrar tersebut merupakan komitmen moral untuk menjaga nilai-nilai keislaman, kecintaan terhadap tanah air, persatuan, serta akhlak mulia di tengah perkembangan zaman. Peserta didik diajak memahami bahwa menjadi pribadi yang baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, rajin beribadah, menyayangi teman, menaati aturan, serta membantu orang lain tanpa membeda-bedakan.

Suasana semakin semarak ketika peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan menampilkan seni hadrah dengan membawakan lantunan lagu-lagu selawat. Dengan penuh semangat, mereka menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kecintaan terhadap seni Islami. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kesempatan, latihan, dan pendampingan yang tepat. Tidak hanya peserta didik, bapak/ibu guru juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan hadrah hasil latihan rutin setiap pekan bersama instruktur. Kolaborasi antara peserta didik dan guru ini menghadirkan suasana yang hangat sekaligus memperlihatkan bahwa belajar dan berkarya merupakan proses yang dapat dinikmati bersama. Melalui hadrah dan selawat, peringatan Hari Santri menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw., mempererat persaudaraan, dan menghidupkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sekolah.

Kemeriahan berlanjut dengan kegiatan berselawat bersama, dilanjutkan dengan mengambil aneka jajanan atau snack yang telah digantung sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan. Suasana penuh keceriaan terlihat ketika peserta didik dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal yang paling mengharukan adalah ketika peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik mengalami kesulitan mengambil jajanan, teman-temannya dengan sigap membantu mengambilkan dan menyerahkannya. Tindakan sederhana ini mencerminkan nilai kepedulian, empati, dan persaudaraan yang sesungguhnya. Tidak ada sekat di antara mereka; yang tumbuh adalah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda, tetapi semuanya berhak memperoleh perhatian, kesempatan, serta kebahagiaan yang sama. Momen ini menjadi pembelajaran nyata bahwa nilai-nilai luhur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.

Sebagai penutup, seluruh warga sekolah menikmati makan bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, kemudian mengakhiri rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Kebersamaan di sekitar hidangan sederhana tersebut menjadi gambaran indah tentang persatuan dan rasa syukur. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman religius, tetapi juga belajar berbagi, menghargai perbedaan, menumbuhkan kemandirian, dan mempererat persahabatan. Peringatan Hari Santri Nasional di SLB Negeri Banjarsari Wetan pun menjadi lebih bermakna karena nilai-nilai yang disampaikan selama kegiatan hadir dalam pengalaman nyata yang dapat dirasakan dan dipraktikkan oleh seluruh warga sekolah.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di SLB Negeri Banjarsari Wetan dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh kebahagiaan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Terima kasih kepada seluruh bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, instruktur, dan peserta didik yang telah berpartisipasi serta memberikan kontribusi terbaiknya. Mari jadikan semangat Hari Santri sebagai inspirasi untuk terus belajar, berbuat baik, dan menebarkan manfaat di mana pun berada. Sebab, santri yang hebat bukan hanya mereka yang pandai melafalkan ikrar, melainkan mereka yang mampu membuktikan nilai-nilai ikrar melalui sikap, perilaku, dan karya nyata. Bersama kita tumbuhkan generasi yang religius, berkarakter, berdaya, dan siap menyongsong masa depan dengan penuh keyakinan.

GEMURUH SORAKAN, HARU, DAN BANGGA! GRUP TARI ABHINAYA SLBN BANJARSARI WETAN RAIH JUARA 1 MEAFEST 2026

Tim Tari Abhinaya Banjarsari Wetan

Mataraman Economy & Art Festival (MEAFEST) Tahun 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi potensi seni, budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat di wilayah Mataraman. Beragam kompetisi diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam menunjukkan bakat dan kreativitasnya, mulai dari festival melukis, tari, teater, dan band pelajar hingga festival tata rias. Di antara berbagai ajang tersebut, Festival Tari Pelajar SMA/SMK/MA dan PK-PLK menjadi panggung istimewa bagi para peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan mengukir kebanggaan.

Pada Selasa, 20 Oktober 2026, SLB Negeri Banjarsari Wetan kembali berpartisipasi dalam Festival Tari PK-PLK yang diselenggarakan di Bakorwil Madiun. Dengan semangat dan tekad untuk memberikan penampilan terbaik, tim tari SLBN Banjarsari Wetan mempersiapkan diri sejak siang hari. Tepat pukul 11.00 WIB, ananda Azkya Valla, Atika Pratiwi, dan Azzahra mulai menjalani persiapan, termasuk merias wajah untuk menunjang penampilan di atas panggung. Instruktur tari, Adin Marcel Tulustiana, bersama kru serta Diana Onar Frantiwi, S.Pd., selaku guru pendamping, memastikan seluruh kebutuhan dan properti tari telah dipersiapkan dengan baik. Setiap detail diperhatikan dengan penuh kesungguhan, karena penampilan yang memukau tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan, kedisiplinan, kerja sama, dan keyakinan.

Pukul 14.00 WIB, rombongan SLBN Banjarsari Wetan berangkat menuju Bakorwil Madiun untuk melakukan registrasi dan mempersiapkan diri mengikuti perlombaan. Berdasarkan hasil undian, tim tari SLBN Banjarsari Wetan memperoleh nomor urut 10 dari 12 peserta PK-PLK se-Karesidenan Madiun. Sekitar pukul 15.00 WIB, para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik SLBN Banjarsari Wetan tiba di lokasi untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan sekolah. Kehadiran mereka bukan sekadar menjadi penonton, melainkan juga menjadi sumber semangat dan energi positif bagi para penari. Dukungan turut diberikan oleh Pengawas Pembina PK-PLK Kabupaten Madiun, Midin, S.Pd., M.Pd., yang hadir memberikan motivasi kepada tim agar tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaiknya.

Menjelang giliran tampil, suasana semakin terasa menegangkan sekaligus menggembirakan. Setelah peserta nomor urut 9 menyelesaikan penampilannya, beberapa guru laki-laki dari SLBN Banjarsari Wetan segera menyiapkan properti yang akan digunakan. Sebelum memasuki panggung, Kepala SLBN Banjarsari Wetan bersama para guru, instruktur, dan peserta lomba terlebih dahulu memimpin doa. Dengan penuh harap, mereka memohon kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Doa tersebut menjadi penguat hati sekaligus pengingat bahwa setiap usaha harus diiringi dengan keyakinan, kebersamaan, dan rasa syukur. Terlebih, pada MEAFEST tahun 2025, SLBN Banjarsari Wetan berhasil meraih Juara 2. Prestasi tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk kembali tampil lebih baik dan berusaha mencapai hasil yang lebih tinggi pada tahun ini.

Tibalah saat yang dinanti. Ketika pembawa acara memanggil peserta nomor urut 10, grup tari Abhinaya SLBN Banjarsari Wetan bersiap memasuki panggung untuk mempersembahkan tarian berjudul “Gugur Gunung”. Nama Abhinaya menjadi representasi semangat berekspresi melalui gerak, rasa, dan karya seni. Tarian yang dibawakan tidak hanya menyuguhkan keindahan gerak, tetapi juga membawa pesan tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan persatuan. Dengan iringan musik, kekompakan gerakan, serta penghayatan yang telah dilatih, Azkya Valla, Atika Pratiwi, dan Azzahra tampil penuh percaya diri. Mereka membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi istimewa yang dapat berkembang ketika memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat.

Suasana di area penonton mendadak meriah ketika tim Abhinaya mulai tampil. Tanpa dikomando, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik SLBN Banjarsari Wetan memberikan tepuk tangan dan sorak-sorai secara kompak. Dukungan tersebut menarik perhatian penonton dan peserta dari lembaga lain. Semangat itu terus mengiringi penampilan hingga tarian berakhir. Bagi keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan, momen tersebut bukan hanya tentang menyaksikan sebuah pertunjukan, melainkan juga tentang merayakan keberanian, perjuangan, dan kepercayaan diri anak-anak istimewa. Setiap tepuk tangan menjadi bentuk apresiasi, setiap sorakan menjadi suntikan semangat, dan setiap senyuman menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan energi yang luar biasa.

Usai tampil, seluruh rombongan mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama sembari menunggu pengumuman pemenang. Namun, karena pengumuman juara Festival Tari PK-PLK dijadwalkan pada pukul 21.00 WIB, sebagian guru dan peserta didik harus pulang terlebih dahulu. Hanya beberapa guru yang tetap bertahan di Bakorwil Madiun untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Meski tidak semua dapat menunggu bersama, harapan dan doa keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan tetap menyertai tim Abhinaya. Malam itu menjadi waktu yang penuh penantian. Di balik kelelahan setelah menjalani kegiatan sejak siang hari, tersimpan harapan besar agar kerja keras dan penampilan terbaik yang telah dipersembahkan membuahkan hasil yang membanggakan.

Detik-detik pengumuman pun tiba. Tiba-tiba, grup WhatsApp sekolah menerima kiriman video yang memperlihatkan pembawa acara sedang mengumumkan para pemenang. Semua perhatian tertuju pada layar. Ketika terdengar pengumuman bahwa Juara 1 Festival Tari PK-PLK MEAFEST 2026 diraih oleh peserta nomor urut 10, suasana haru dan bahagia langsung pecah di antara para guru yang masih berada di Bakorwil Madiun. Mereka berteriak kegirangan, saling berpelukan, dan merayakan kemenangan yang telah lama diharapkan. Nomor urut 10 yang sebelumnya hanya menjadi penanda giliran tampil, malam itu berubah menjadi angka penuh makna—simbol keberhasilan, perjuangan, dan kebanggaan seluruh keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan. Kabar kemenangan tersebut tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, instruktur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Keberhasilan meraih Juara 1 MEAFEST 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah-langkah yang lebih besar. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para peserta didik, ketekunan instruktur, kesungguhan guru pendamping, dukungan seluruh warga sekolah, serta doa dan kebersamaan yang senantiasa menguatkan. Kemenangan ini juga menegaskan bahwa pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus bukan sekadar memberikan layanan, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya agar setiap potensi dapat tumbuh, berkembang, dan diakui. Anak-anak istimewa tidak membutuhkan belas kasihan untuk berprestasi; mereka membutuhkan kesempatan, kepercayaan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung. Dari panggung MEAFEST, Abhinaya telah menunjukkan bahwa semangat, kreativitas, dan kerja sama mampu melampaui segala batas.

Pada akhirnya, segenap keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat, kemudahan, dan karunia-Nya sehingga tim tari Abhinaya berhasil meraih Juara 1 MEAFEST 2026. Terima kasih disampaikan kepada seluruh peserta didik, instruktur, guru pendamping, guru dan tenaga kependidikan, Pengawas Pembina PK-PLK Kabupaten Madiun, serta semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan kontribusi terbaiknya. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas pembinaan, dan mengukir prestasi pada kesempatan berikutnya. Teruslah melangkah, teruslah berkarya, dan jangan pernah meragukan potensi setiap anak. Sebab, setiap anak memiliki cahaya keistimewaannya sendiri, dan tugas kita adalah membantu cahaya itu bersinar semakin terang. SLBN Banjarsari Wetan, berprestasi dengan hati, berkarya dengan percaya diri, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih gemilang!

PELATIHAN DESAIN GRAFIS BAGI SISWA-SISWI SLB SE-KABUPATEN MADIUN: BEKALI PESERTA DENGAN KETERAMPILAN DIGITAL DAN KARYA KREATIF

SLB Negeri Banjarsari Wetan menjadi tempat penyelenggaraan kegiatan Pelatihan Desain Grafis bagi Siswa-Siswi SLB se-Kabupaten Madiun yang dilaksanakan selama empat hari, mulai Selasa, 22 September sampai dengan Jumat, 25 September 2026, bertempat di Aula Pertemuan SLB Negeri Banjarsari Wetan, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun.Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan dari SLB se-Kabupaten Madiun dengan ketentuan setiap sekolah mengirimkan satu orang peserta didik dan satu orang guru pendamping. Pelatihan dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus praktik untuk memperkenalkan keterampilan desain grafis kepada peserta didik berkebutuhan khusus secara bertahap, aplikatif, dan menyenangkan.

Kegiatan menghadirkan narasumber dari Multimedia Production, yaitu Oktafian Adi Saputra, Yosy Galang Saputra, Dwi Rizqi Kurnia Wardani, Aileen Putri Alam, dan Nico Dwi Cahyo Putranto. Para narasumber memberikan pendampingan secara langsung mulai dari pengenalan perangkat lunak desain hingga praktik menghasilkan karya yang dapat diaplikasikan pada media cetak. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai desain grafis, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik secara langsung. Materi yang diberikan meliputi Pengenalan Dasar CorelDRAW, Proses Pembuatan Dasar Desain, Penyempurnaan Desain dan Cetak Media Kertas, serta Pelatihan Sablon DTF dan Praktik Kaos.

Hal yang menjadi pengalaman menarik dalam kegiatan ini adalah peserta tidak berhenti pada tahap mempelajari teori dan membuat desain. Desain yang telah dibuat juga dikembangkan menjadi karya nyata berupa kaos hasil desain peserta sendiri, sehingga setiap peserta dapat membawa pulang hasil karyanya sebagai bentuk apresiasi sekaligus bukti keterampilan yang telah dipelajari selama pelatihan.

Pembukaan Kegiatan

Kegiatan pelatihan diawali dengan proses registrasi peserta. Setelah seluruh peserta dan guru pendamping hadir, rangkaian pembukaan kegiatan dilaksanakan dengan suasana penuh semangat dan antusiasme. Acara diawali oleh pembawa acara, kemudian seluruh peserta, guru pendamping, panitia, dan tamu undangan bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Erlina Purnamasari, S.Pd. Menyanyikan Indonesia Raya menjadi bagian penting untuk membangun semangat kebangsaan sekaligus mengawali kegiatan dalam suasana tertib dan khidmat. Jadwal kegiatan mencatat sesi pembukaan dan menyanyikan Indonesia Raya sebagai bagian awal rangkaian kegiatan.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Panitia, Lelly Sasia Fithri, S.Pd. Dalam sambutannya, disampaikan pentingnya kegiatan pelatihan desain grafis sebagai salah satu upaya memberikan pengalaman dan keterampilan digital kepada peserta didik SLB. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kreativitas, keberanian berkarya, serta kemampuan menggunakan teknologi secara produktif. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan, Jefri Dwi Cahyono, S.Pd. Beliau menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta, guru pendamping, narasumber, panitia, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan. Kehadiran peserta dari berbagai SLB se-Kabupaten Madiun diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, dan membangun jejaring dalam pengembangan keterampilan peserta didik berkebutuhan khusus. Selanjutnya, Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Midin, M.Pd., menyampaikan pesan dan motivasi kepada seluruh peserta. Beliau memberikan dorongan agar peserta mengikuti seluruh rangkaian pelatihan dengan sungguh-sungguh, aktif mencoba, berani bertanya, dan tidak takut melakukan kesalahan selama proses belajar. Dalam kesempatan tersebut, beliau sekaligus membuka secara resmi kegiatan Pelatihan Desain Grafis bagi Siswa-Siswi SLB se-Kabupaten Madiun. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan pembacaan doa oleh Parji, S.Pd. Setelah seluruh rangkaian pembukaan selesai, kegiatan memasuki sesi inti berupa pelatihan desain grafis.

Hari Pertama – Selasa, 22 September 2026

Pengenalan Dasar CorelDRAW

Hari pertama difokuskan pada Pengenalan Dasar CorelDRAW. Sesuai jadwal, setelah pembukaan dan waktu istirahat, peserta mulai mengikuti materi inti pada pukul 09.15 WIB. Materi pertama mencakup pengenalan CorelDRAW, mulai dari kegunaan, kelebihan dan kekurangan, hingga pengenalan tampilan aplikasi. Pada sesi ini, narasumber memperkenalkan CorelDRAW sebagai salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk membuat berbagai karya desain grafis. Peserta diperkenalkan dengan tampilan antarmuka aplikasi sehingga mereka dapat mengenali bagian-bagian penting yang akan digunakan selama proses praktik.

Materi kemudian dilanjutkan dengan pengenalan fungsi tool utama dan shortcut keyboard. Peserta diperkenalkan dengan berbagai perangkat dasar yang digunakan dalam proses menggambar dan mengolah objek digital. Pengenalan dilakukan secara bertahap agar peserta dapat mengikuti materi sesuai kemampuan masing-masing. Setelah sesi teori, peserta mendapatkan kesempatan untuk melakukan latihan dasar secara langsung. Peserta mencoba membuat berbagai objek sederhana menggunakan CorelDRAW dengan bimbingan dari narasumber. Sesi praktik ini menjadi tahap awal bagi peserta untuk mulai terbiasa menggunakan perangkat dan fitur dasar aplikasi.

Pada akhir kegiatan hari pertama, dilakukan evaluasi untuk mengetahui pemahaman peserta terhadap materi yang telah diberikan. Evaluasi juga menjadi kesempatan bagi narasumber untuk memberikan penguatan dan menjelaskan kembali bagian-bagian yang masih mengalami kesulitan. Kegiatan hari pertama kemudian ditutup setelah seluruh sesi selesai.

Hari Kedua – Rabu, 23 September 2026

Proses Pembuatan Dasar Desain

Memasuki hari kedua, peserta mulai diarahkan untuk memahami proses pembuatan dasar sebuah desain. Kegiatan diawali dengan review materi hari pertama sekaligus persiapan praktik. Review dilakukan untuk mengingat kembali fungsi dasar CorelDRAW yang telah dipelajari sebelumnya. Materi berikutnya adalah sketsa gambar menggunakan pensil. Peserta diajak memahami bahwa sebuah desain tidak selalu langsung dibuat menggunakan komputer, tetapi dapat diawali dari sebuah gagasan sederhana yang dituangkan dalam bentuk sketsa manual pada kertas. Pada tahap ini peserta belajar merancang ide awal, menentukan bentuk, serta menuangkan gagasan visual sesuai kreativitas masing-masing. Proses tersebut memberikan pengalaman bahwa sebuah karya desain dapat dimulai dari hal sederhana sebelum dikembangkan menjadi desain digital.

Setelah menghasilkan sketsa manual, peserta kemudian belajar menerjemahkan sketsa tersebut ke dalam bentuk visual digital menggunakan CorelDRAW. Tahapan ini menjadi salah satu bagian penting karena peserta mulai menghubungkan antara ide yang dibuat secara manual dengan proses pengolahan desain menggunakan komputer. Pada sesi siang, peserta melanjutkan praktik sketsa visual dengan mendapatkan bimbingan dan pendampingan langsung dari narasumber. Pendampingan diberikan agar peserta dapat menyelesaikan desain secara bertahap sesuai kemampuan masing-masing.

Kegiatan hari kedua diakhiri dengan evaluasi hasil sketsa. Peserta mendapatkan masukan terhadap karya yang telah dibuat sebagai bahan perbaikan untuk proses penyempurnaan desain pada hari berikutnya.

Hari Ketiga – Kamis, 24 September 2026

Penyempurnaan Desain dan Cetak Media Kertas

Pada hari ketiga, kegiatan memasuki tahap penyempurnaan desain. Peserta mempersiapkan berkas desain yang telah dibuat pada hari sebelumnya untuk kemudian dikembangkan menjadi karya yang lebih rapi dan siap dicetak. Materi pertama adalah pewarnaan desain. Peserta mendapatkan pengetahuan mengenai teori warna, kombinasi warna, serta teknik pewarnaan objek. Pemahaman terhadap warna menjadi bagian penting dalam menghasilkan desain yang menarik dan memiliki komposisi visual yang sesuai.

Setelah proses pewarnaan, peserta belajar merapikan desain. Tahapan ini meliputi pengaturan tata letak atau layout, kerapian garis, serta penyempurnaan bentuk. Narasumber memberikan arahan agar peserta dapat memperhatikan detail karya sehingga desain yang dihasilkan menjadi lebih teratur dan siap digunakan.

Pada sesi berikutnya, peserta diperkenalkan pada proses mencetak desain. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengaturan tata cetak atau print setup dan kemudian melakukan praktik mencetak desain pada media kertas.

Sesi pencetakan menjadi pengalaman penting karena peserta dapat melihat secara langsung perubahan dari karya digital menjadi karya fisik. Dengan demikian, peserta tidak hanya memahami proses pembuatan desain melalui komputer, tetapi juga mengetahui tahapan dasar untuk menghasilkan produk cetak.

Pada akhir kegiatan, dilakukan evaluasi terhadap hasil cetak peserta. Evaluasi ini menjadi bahan refleksi sekaligus persiapan menuju materi berikutnya, yaitu praktik sablon DTF pada media kaos.

Hari Keempat – Jumat, 25 September 2026

Pelatihan Sablon DTF dan Praktik Kaos

Hari keempat sekaligus menjadi hari terakhir pelaksanaan pelatihan. Kegiatan difokuskan pada Pelatihan Sablon DTF dan Praktik Kaos. Peserta memulai kegiatan dengan persiapan area praktik sablon agar seluruh proses dapat berjalan dengan tertib dan aman. Sesi berikutnya adalah pengenalan sablon DTF. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai pengertian DTF, proses kerja, serta kelebihan dan kelemahannya. Materi ini memberikan wawasan baru kepada peserta mengenai salah satu teknik yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk kreatif berbasis desain grafis.

Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta memasuki sesi praktik sablon kaos. Pada tahap ini, desain yang telah dikembangkan selama kegiatan sebelumnya mulai diarahkan untuk diterapkan pada media kaos. Sesi praktik menjadi bagian yang sangat menarik karena peserta dapat melihat secara langsung bagaimana desain digital yang mereka buat dapat diwujudkan menjadi sebuah produk nyata. Dengan pendampingan narasumber, peserta mengikuti proses sablon secara bertahap hingga menghasilkan kaos dengan desain karya mereka sendiri.

Setelah istirahat, salat Jumat, dan makan siang, kegiatan praktik kembali dilanjutkan. Peserta menyelesaikan proses sablon kaos sekaligus mendapatkan pendampingan dari narasumber untuk memastikan setiap tahapan dapat dilakukan dengan baik. Jadwal resmi mencatat praktik sablon berlangsung pada sesi pagi dan dilanjutkan kembali setelah ISOMA dan salat Jumat.

Penutupan dan Penyerahan Karya

Setelah seluruh rangkaian pelatihan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penutupan acara, penyerahan sertifikat dan karya, serta foto bersama. Penyerahan karya menjadi salah satu momen penting dalam kegiatan ini. Kaos yang dibawa pulang oleh peserta bukan sekadar hasil praktik, tetapi menjadi bentuk nyata dari proses belajar yang telah mereka jalani selama empat hari. Dari sebuah gagasan sederhana, peserta belajar membuat sketsa, mengolahnya menjadi desain digital, menyempurnakan desain, mencetaknya, hingga mengaplikasikannya pada media kaos.

Dengan demikian, pelatihan ini memberikan pengalaman belajar yang utuh, mulai dari ide, proses, praktik, hingga menghasilkan produk.


Empat Hari Belajar, Satu Karya yang Membanggakan

Pelatihan Desain Grafis bagi Siswa-Siswi SLB se-Kabupaten Madiun menjadi salah satu bentuk kegiatan yang memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengenal dan mengembangkan keterampilan digital melalui proses yang nyata dan aplikatif.

Selama empat hari, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai penggunaan CorelDRAW, tetapi juga belajar bagaimana sebuah karya dirancang dan dikembangkan secara bertahap. Mulai dari membuat sketsa dengan pensil, mengubahnya menjadi desain digital, memberikan warna, memperbaiki tata letak, mencetak desain, hingga mengaplikasikannya melalui teknik sablon DTF pada kaos. Tahapan tersebut mengikuti rangkaian materi yang telah disusun dalam jadwal pelatihan. Kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus memiliki ruang yang luas untuk mengembangkan kreativitas dan keterampilan sesuai dengan potensi masing-masing. Melalui pembelajaran yang didominasi praktik dan pendampingan, peserta diberikan kesempatan untuk mencoba, berkarya, serta menghasilkan sesuatu yang dapat mereka lihat dan rasakan secara langsung.

Lebih dari sekadar pelatihan desain grafis, kegiatan ini menjadi sebuah pengalaman belajar yang mendorong kreativitas, kemandirian, keberanian mencoba, serta apresiasi terhadap karya sendiri. Kehadiran guru pendamping dari masing-masing sekolah juga memberikan dukungan penting dalam membantu peserta mengikuti setiap tahapan kegiatan.

Diharapkan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Pengetahuan dan pengalaman yang telah didapat dapat dikembangkan kembali di sekolah masing-masing sebagai bagian dari penguatan keterampilan digital dan keterampilan vokasional peserta didik. Dengan semangat belajar, berkarya, dan menghasilkan karya nyata, pelatihan ini menjadi langkah positif dalam membuka kesempatan yang lebih luas bagi peserta didik SLB untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan keterampilan di bidang desain grafis.