Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

Semarak Perkemahan SLB Negeri Banjarsari Wetan: Menumbuhkan Kemandirian, Kebersamaan, dan Semangat Kepramukaan

Dalam rangka memperingati Hari Pramuka dan memeriahkan rangkaian kegiatan bulan kemerdekaan, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan kegiatan Perkemahan Pramuka yang dilaksanakan selama dua hari, yaitu Kamis, 13 Agustus sampai dengan Jumat, 14 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu sarana bagi peserta didik untuk belajar hidup mandiri, bekerja sama, bertanggung jawab, serta membangun keberanian melalui pengalaman belajar di luar kelas.

Kegiatan perkemahan diikuti oleh peserta didik dari berbagai tingkatan Pramuka, yaitu Siaga, Penggalang, dan Penegak. Untuk menciptakan suasana yang lebih kompak dan penuh semangat, peserta dibagi menjadi empat regu, yaitu Regu Elang dan Regu Garuda untuk putra, serta Regu Kamboja dan Regu Dahlia untuk putri. Pembagian regu tersebut menjadi bagian dari pengalaman peserta didik dalam membangun kekompakan, kerja sama, dan rasa tanggung jawab terhadap kelompok.

Rangkaian kegiatan diawali pada Kamis, 13 Agustus 2026 dengan pendataan peserta dan dilanjutkan dengan pemasangan tenda. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada peserta didik untuk mengenal kehidupan perkemahan serta belajar bekerja sama dalam mempersiapkan tempat tinggal sementara selama kegiatan. Setelah waktu istirahat, seluruh peserta bersiap mengikuti upacara pembukaan perkemahan yang dimulai pada sore hari. Jadwal kegiatan resmi mencantumkan upacara pembukaan sebagai kegiatan utama pada sore hari.

Upacara pembukaan menjadi momentum penting sebagai tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan perkemahan. Kegiatan perkemahan secara resmi dibuka setelah dilaksanakan penyematan tanda peserta yang diwakili oleh peserta didik dari masing-masing tingkatan Pramuka, yaitu Siaga, Penggalang, dan Penegak. Prosesi tersebut menjadi simbol bahwa seluruh peserta siap mengikuti kegiatan dengan penuh semangat, disiplin, dan tanggung jawab.

Kegiatan perkemahan juga mendapat perhatian dan dukungan dari Bapak Pengawas PK-PLK Wilayah Madiun yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Bapak Midin, M.Pd. Kehadiran beliau menjadi bentuk dukungan terhadap kegiatan kepramukaan di SLB Negeri Banjarsari Wetan sekaligus memberikan semangat bagi peserta didik dan seluruh pendamping yang terlibat.

Setelah upacara pembukaan, suasana perkemahan semakin meriah dengan kegiatan perkenalan peserta melalui yel-yel, dilanjutkan dengan permainan dan kegiatan teknik kepramukaan (Tekpram). Melalui permainan dan Tekpram, peserta didik diajak untuk belajar sambil bermain, meningkatkan kekompakan regu, melatih keberanian, serta mengembangkan keterampilan kepramukaan.

Pada malam hari, kegiatan dilanjutkan dengan upacara penyalaan api unggun. Api unggun menjadi salah satu momen yang penuh makna dalam kegiatan perkemahan. Cahaya api yang menyala di tengah kebersamaan peserta menjadi simbol semangat, persaudaraan, dan kebersamaan seluruh keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan. Setelah itu, peserta mengikuti Gebyar Pentas Seni yang berlangsung dengan suasana penuh keceriaan. Peserta didik diberikan ruang untuk menampilkan kreativitas dan bakat mereka di hadapan teman, guru, dan pendamping.

Memasuki Jumat, 14 Agustus 2026, kegiatan dimulai sejak dini hari dengan shalat Subuh, kemudian dilanjutkan dengan senam pagi. Setelah itu, peserta melakukan istirahat, mandi, sarapan, serta mempersiapkan diri untuk mengikuti Upacara Hari Pramuka.

Upacara Hari Pramuka menjadi salah satu puncak kegiatan perkemahan. Dengan mengenakan seragam Pramuka dan mengikuti upacara bersama, peserta didik diajak untuk semakin mengenal nilai-nilai kepramukaan, seperti kedisiplinan, tanggung jawab, kemandirian, keberanian, cinta tanah air, dan persaudaraan.

Setelah upacara, kegiatan dilanjutkan dengan permainan bersama yang menjadi kesempatan bagi setiap regu untuk kembali menunjukkan kekompakan dan semangat. Rangkaian kegiatan kemudian diakhiri dengan upacara penutupan perkemahan. Setelah upacara penutupan, peserta bersama pendamping melakukan pembongkaran tenda sebagai kegiatan akhir sebelum meninggalkan lokasi perkemahan.

Perkemahan SLB Negeri Banjarsari Wetan bukan hanya menjadi kegiatan untuk bermalam di lingkungan sekolah, tetapi juga menjadi pengalaman belajar yang nyata dan bermakna bagi peserta didik. Dalam suasana perkemahan, mereka belajar melakukan berbagai hal secara lebih mandiri, mengikuti aturan, menjaga kebersihan, bekerja sama dalam regu, saling membantu, serta menghargai kemampuan dan perbedaan setiap anggota.

Bagi peserta didik berkebutuhan khusus, pengalaman seperti ini memiliki nilai yang sangat penting. Setiap kegiatan memberikan kesempatan untuk mengembangkan kemandirian, keterampilan sosial, komunikasi, kepercayaan diri, dan kemampuan beradaptasi dalam suasana yang menyenangkan. Pendampingan guru selama kegiatan juga memberikan rasa aman sehingga peserta didik dapat mengikuti setiap aktivitas sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Melalui kegiatan Perkemahan Tahun 2026 ini, SLB Negeri Banjarsari Wetan terus berupaya menjadikan kegiatan Pramuka sebagai wahana pendidikan karakter yang ramah, menyenangkan, inklusif, dan bermakna. Semangat kepramukaan diharapkan tidak berhenti selama kegiatan berlangsung, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di sekolah, di rumah, maupun di lingkungan masyarakat.

Dari tenda yang sederhana, tumbuh kemandirian. Dari permainan bersama, lahir kebersamaan. Dan dari semangat Pramuka, tumbuh keberanian untuk menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, peduli, dan bertanggung jawab.

Semarak Perlombaan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di SLB Negeri Banjarsari Wetan

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan kegiatan perlombaan yang berlangsung dengan penuh keceriaan dan semangat kebersamaan pada Selasa, 11 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk perayaan kemerdekaan yang dikemas secara ramah, menyenangkan, dan disesuaikan dengan karakteristik serta kemampuan peserta didik berkebutuhan khusus.

Untuk memberikan kesempatan yang adil dan sesuai dengan kemampuan peserta didik, perlombaan dibagi menjadi dua kategori, yaitu kelas kecil yang terdiri atas peserta didik jenjang SDLB serta kelas besar yang terdiri atas peserta didik jenjang SMPLB dan SMALB. Pembagian kategori tersebut bertujuan agar setiap peserta didik dapat mengikuti perlombaan dengan nyaman, percaya diri, dan tetap mengedepankan semangat sportivitas.

Pada kategori kelas kecil (SDLB), peserta didik mengikuti dua jenis perlombaan, yaitu makan kerupuk dan memasukkan pensil ke dalam botol. Kedua lomba tersebut tidak hanya menghadirkan suasana meriah, tetapi juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk melatih konsentrasi, koordinasi gerak, ketelitian, serta keberanian dalam mengikuti kegiatan bersama teman-temannya.

Sementara itu, untuk kategori kelas besar (SMPLB dan SMALB), perlombaan yang dilaksanakan meliputi lomba kelereng dan pukul air. Berbagai tingkah lucu dan semangat peserta didik selama mengikuti perlombaan menciptakan suasana yang penuh kegembiraan. Dukungan dan semangat dari guru serta teman-teman turut membuat setiap peserta merasa percaya diri dan berani untuk berpartisipasi.

Sebagai bentuk pemenuhan hak setiap peserta didik untuk mendapatkan pengalaman yang menyenangkan dan inklusif, khusus bagi peserta didik tunadaksa juga diselenggarakan lomba makan kerupuk. Kegiatan ini menjadi wujud perhatian sekolah agar seluruh peserta didik, dengan beragam kemampuan dan karakteristiknya, tetap dapat merasakan kemeriahan peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.

Dalam setiap jenis perlombaan, dipilih tiga pemenang peserta didik laki-laki dan tiga pemenang peserta didik perempuan. Penentuan pemenang tidak semata-mata menjadi ukuran keberhasilan, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi atas keberanian, usaha, semangat, dan partisipasi peserta didik dalam memeriahkan kegiatan.

Yang tidak kalah penting, kegiatan perlombaan ini menjadi sarana untuk menanamkan berbagai nilai positif kepada peserta didik, seperti sportivitas, percaya diri, disiplin, kerja sama, keberanian, pantang menyerah, serta menghargai teman. Keceriaan yang tercipta selama perlombaan menjadi bagian dari pembelajaran sosial yang bermakna bagi peserta didik.

Meskipun perlombaan telah selesai dilaksanakan, kemeriahan peringatan HUT RI ke-81 di SLB Negeri Banjarsari Wetan masih akan berlanjut. Penyerahan hadiah kepada para pemenang akan dilaksanakan dalam rangkaian Gebyar HUT Sekolah, yang akan dimeriahkan dengan kegiatan jalan santai dan pentas seni. Momen tersebut diharapkan semakin menambah semarak perayaan sekaligus menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memberikan penghargaan kepada peserta didik atas semangat dan prestasi yang telah mereka tunjukkan.

Melalui kegiatan ini, SLB Negeri Banjarsari Wetan tidak hanya memperingati kemerdekaan dengan penuh kegembiraan, tetapi juga menanamkan makna kemerdekaan melalui kesempatan bagi setiap peserta didik untuk berpartisipasi, menunjukkan kemampuan, berkarya, dan memperoleh apresiasi.

Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang memenangkan perlombaan, tetapi tentang keberanian untuk berpartisipasi, kebersamaan dalam kegembiraan, dan memberikan kesempatan kepada setiap anak untuk bersinar dengan caranya masing-masing.

MPLS Ramah SLB Negeri Banjarsari Wetan Tahun Pelajaran 2026/2027: Menyambut Peserta Didik dengan Ceria, Aman, dan Bermakna

Sekolah Luar Biasa Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik jenjang SDLB. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin, 13 Juli 2026 sampai Jumat, 17 Juli 2026 dirancang sebagai momentum untuk menyambut peserta didik baru dengan suasana yang ramah, menyenangkan, aman, dan penuh makna.

MPLS Ramah menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta teman-teman baru. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, setiap kegiatan dikemas secara sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menciptakan suasana yang membuat peserta didik merasa diterima, dihargai, aman, dan nyaman berada di lingkungan sekolah.

Senin: Awal yang Hangat dan Penuh Keceriaan

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin dengan upacara penyambutan yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan karyawan. Setelah itu, peserta didik baru mengikuti kegiatan salam sapa, mengenali lingkungan sekolah, serta saling mengenal dengan teman dan guru.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ASRI melalui penyampaian materi tentang makanan sehat dan bergizi. Peserta didik diajak mengenal pentingnya memilih makanan yang baik bagi kesehatan dan membangun kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ditutup dengan refleksi dan doa bersama.

Hari pertama menjadi awal yang penuh kehangatan. Senyum, sapaan, dan pendampingan guru menjadi bagian penting dalam membangun keberanian peserta didik untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Selasa: Belajar Peduli dan Siaga

Pada Selasa, kegiatan diawali dengan salam sapa dan G7KAIH (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) melalui pertemuan pagi yang ceria. Peserta didik melakukan senam, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan G7KAIH, membangun kerukunan bersama teman, serta mengikuti kegiatan hafalan.

Selanjutnya, peserta didik mendapatkan materi tentang penanggulangan bencana gempa bumi. Tidak hanya menerima penjelasan, peserta didik juga diajak melakukan praktik sederhana agar lebih mengenal tindakan yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana.

Pada sesi berikutnya, peserta didik dikenalkan dengan nilai-nilai anti korupsi melalui materi yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin diperkenalkan melalui cara-cara sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rabu: Sehat, Peduli Lingkungan, dan Mengenal Jenjang Baru

Memasuki Rabu, kegiatan kembali diawali dengan pembiasaan pagi dan G7KAIH. Peserta didik kemudian mengikuti cek kesehatan gratis oleh Puskesmas sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan warga sekolah.

Kegiatan ASRI dilanjutkan dengan pengenalan tanaman rimpang serta praktik menanam tanaman rimpang di lingkungan sekolah. Peserta didik memperoleh pengalaman langsung untuk mengenal tanaman sekaligus belajar menjaga dan merawat lingkungan sekitar.

Selanjutnya, peserta didik mendapatkan pengenalan jenjang baru, meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan ini membantu peserta didik memperoleh gambaran mengenai berbagai aktivitas yang akan mereka jalani selama berada di lingkungan sekolah.

Kamis: Belajar Tanggap dan Bijak di Era Digital

Pada Kamis, kegiatan pembiasaan pagi kembali dilaksanakan dengan penuh semangat. Peserta didik kemudian mengikuti materi ASRI tentang penanggulangan bencana kebakaran yang disampaikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Peserta didik tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mengikuti simulasi sederhana penanggulangan kebakaran. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata sekaligus menanamkan sikap tenang, waspada, dan tanggap ketika menghadapi keadaan darurat.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan literasi digital yang membahas kecakapan, keamanan, dan etika dalam menggunakan teknologi. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik agar dapat mengenal teknologi secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Jumat: Menjaga Lingkungan dan Menunjukkan Potensi

Pada hari terakhir, Jumat, peserta didik kembali mengikuti kegiatan pembiasaan pagi dan G7KAIH. Kegiatan ASRI kemudian mengangkat tema pemilahan dan pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Peserta didik diajak melakukan praktik memilah sampah sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diterapkan melalui aktivitas langsung.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, peserta didik mengikuti unjuk bakat dan minat. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling menyenangkan karena setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, kreativitas, dan potensi yang dimiliki. Setiap penampilan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan terhadap keunikan dan kemampuan masing-masing peserta didik.

MPLS sebagai Awal Perjalanan Belajar

Lima hari pelaksanaan MPLS Ramah SLB Negeri Banjarsari Wetan memberikan berbagai pengalaman berharga bagi peserta didik. Dari kegiatan mengenal teman dan guru, pembiasaan hidup sehat, kesiapsiagaan bencana, penanaman nilai kejujuran, kepedulian terhadap lingkungan, literasi digital, hingga pengenalan bakat dan minat, seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk membangun kemandirian, keberanian, kepedulian, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.

Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan sekolah, MPLS Ramah menjadi jembatan awal bagi peserta didik untuk membangun rasa memiliki terhadap sekolah. Kehadiran guru yang mendampingi dengan sabar dan penuh perhatian diharapkan dapat membantu peserta didik beradaptasi secara bertahap serta menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, SLB Negeri Banjarsari Wetan terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, aman, dan menghargai setiap potensi peserta didik. Setiap anak memiliki kemampuan dan keistimewaannya masing-masing, sehingga sekolah hadir untuk memberikan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengan semangat “MPLS Ceria, Sekolah Ramah, Siswa Berkah!”, kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan menjadi awal perjalanan pendidikan yang penuh pengalaman positif. Semoga peserta didik baru semakin percaya diri, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki semangat untuk belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, peduli, kreatif, dan berakhlak mulia.

MPLS Ramah bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi menghadirkan pengalaman pertama yang hangat agar setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan siap tumbuh bersama di SLB Negeri Banjarsari Wetan.