Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

MENEBAR KEBAIKAN MELALUI IBADAH KURBAN: REFLEKSI NILAI-NILAI AL-QUR’AN DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

Dalam rangka memperingati Idul Adha 1447 H, keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan melaksanakan kegiatan penyembelihan hewan kurban dengan penuh kebersamaan, semangat gotong royong, dan rasa syukur. Kegiatan ini berlangsung pada pagi hari mulai pukul 07.30 WIB di lingkungan sekolah dan diikuti oleh bapak/ibu guru, murid-murid jenjang SMPLB dan SMALB, serta warga sekitar sekolah. Suasana sejak pagi sudah tampak ramai dan penuh antusias. Para guru datang lebih awal untuk mempersiapkan tempat, peralatan, serta memastikan seluruh kegiatan berjalan dengan tertib dan aman. Murid-murid juga terlihat sangat bersemangat karena dapat mengikuti kegiatan besar yang hanya dilaksanakan setahun sekali ini.

Pada tahun ini, sekolah menyembelih satu ekor sapi dan empat ekor kambing yang seluruhnya merupakan amanah dan pemberian dari para donatur yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kegiatan sosial dan pendidikan di sekolah. Bantuan tersebut menjadi bentuk kasih sayang dan kepedulian kepada sesama, khususnya kepada anak-anak berkebutuhan khusus di sekolah. Sebelum pelaksanaan kegiatan, bapak dan ibu guru telah mengadakan rapat satu hari sebelumnya untuk membagi tugas agar seluruh kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan terorganisasi dengan baik. Ada guru yang bertugas mengatur perlengkapan, mencatat pembagian daging, menyiapkan konsumsi, memasak, hingga membersihkan area kegiatan.

Untuk proses penyembelihan hewan kurban, sekolah bekerja sama dengan warga sekitar yang sudah berpengalaman dalam penyembelihan hewan sesuai syariat Islam. Kegiatan ini dilaksanakan dengan membaca basmalah dan doa sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Dalam Al-Qur’an Surah Al-Kautsar ayat 2 Allah SWT berfirman, “Maka laksanakanlah salat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah.” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah kurban merupakan bentuk rasa syukur dan ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT atas nikmat yang telah diberikan. Oleh karena itu, seluruh warga sekolah mengikuti kegiatan ini dengan penuh keikhlasan dan niat ibadah.

Setelah hewan kurban disembelih, kegiatan dilanjutkan dengan memotong dan membersihkan daging. Bapak dan ibu guru bekerja sama dengan penuh semangat. Ada yang bertugas mencincang daging untuk dibuat sate, gulai, dan masakan lainnya. Sebagian guru lainnya menyiapkan bumbu, mencuci peralatan, serta membakar sate di halaman sekolah. Aroma sate yang mulai dibakar membuat suasana semakin meriah dan menggugah selera.

Murid-murid juga dilibatkan dalam kegiatan sesuai kemampuan masing-masing. Dengan didampingi guru, mereka membantu menusuk potongan daging kambing untuk dijadikan sate. Mereka tampak sangat senang karena dapat belajar secara langsung tentang kerja sama, tanggung jawab, dan makna berbagi. Sesekali terdengar canda dan tawa di antara guru, siswa, dan warga sekitar. Kebersamaan tersebut membuat pekerjaan terasa lebih ringan dan menyenangkan. Walaupun cuaca cukup panas, semua tetap bekerja dengan ceria dan penuh keikhlasan.

Kegiatan ini juga mengajarkan nilai kepedulian sosial sebagaimana diajarkan dalam Al-Qur’an Surah Al-Ma’un yang menjelaskan pentingnya membantu dan peduli kepada sesama, terutama kepada orang yang membutuhkan. Melalui pembagian daging kurban kepada guru, murid-murid, dan warga sekitar, sekolah berusaha menanamkan sikap saling berbagi dan mempererat tali persaudaraan. Para murid belajar bahwa rezeki yang dimiliki hendaknya dibagikan kepada orang lain agar membawa keberkahan bagi semua.

Setelah seluruh potongan daging dan tulang selesai dipersiapkan, beberapa guru mulai memasukkan daging ke dalam kantong plastik untuk dibagikan kepada guru, murid-murid, dan warga sekitar yang membutuhkan. Pembagian dilakukan dengan tertib agar semua mendapatkan bagian secara merata. Wajah-wajah bahagia tampak dari para penerima daging kurban yang merasa bersyukur atas rezeki yang diberikan. Hal ini sesuai dengan ajaran Islam bahwa ibadah kurban tidak hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan antarmanusia melalui sikap peduli dan berbagi kebahagiaan.

Menjelang siang, masakan olahan daging seperti sate dan gulai telah matang dan siap disantap bersama. Seluruh keluarga besar sekolah berkumpul untuk makan bersama dalam suasana penuh kekeluargaan. Murid-murid menikmati hidangan dengan lahap sambil bercengkerama dengan guru dan teman-temannya. Kegiatan makan bersama ini menjadi penutup yang sangat hangat dan menyenangkan. Tidak hanya sekadar menikmati makanan, tetapi juga mempererat hubungan antara guru, siswa, dan masyarakat sekitar.

Kegiatan Idul Adha di SLB Negeri Banjarsari Wetan memberikan banyak manfaat bagi seluruh peserta yang terlibat. Melalui kegiatan ini, murid-murid belajar tentang pentingnya berbagi, tolong-menolong, kerja sama, serta rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga melatih sikap peduli sosial, tanggung jawab, dan kebersamaan di lingkungan sekolah. Guru dan warga sekitar pun dapat mempererat tali silaturahmi sehingga tercipta hubungan yang harmonis dan penuh kekeluargaan.

Tujuan dari kegiatan ini sejalan dengan ajaran Al-Qur’an mengenai keikhlasan dan ketakwaan kepada Allah SWT. Dalam Surah Al-Hajj ayat 37 dijelaskan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging maupun darah hewan kurban, melainkan ketakwaan umat-Nya. Oleh karena itu, kegiatan kurban di sekolah bukan hanya sekadar menyembelih hewan, tetapi juga menjadi sarana pendidikan karakter dan pembentukan akhlak mulia bagi murid-murid. Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh warga sekolah dapat meneladani kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh kesabaran, keikhlasan, dan ketaatan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk rasa syukur atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT serta memperkuat ukhuwah Islamiyah antara sekolah dan masyarakat sekitar.

JUARA UMUM LKSN PK-PLK 2026: BUKTI NYATA KUALITAS SLBN BANJARSARI WETAN

Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) PK-PLK Kabupaten Madiun Tahun 2026 merupakan salah satu agenda penting dalam rangka mengembangkan keterampilan vokasional, kreativitas, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 29 April 2026, dengan SLBN Banjarsari Wetan sebagai tuan rumah pelaksana. Sejak pagi hari, suasana sekolah telah dipenuhi dengan semangat dan antusiasme para peserta, guru pendamping, serta panitia yang turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Para peserta dan guru pendamping dari seluruh SLB se-Kabupaten Madiun telah hadir sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan persiapan. Salah satu guru pendamping ditugaskan untuk melakukan proses registrasi, sementara pendamping lainnya membantu peserta dalam menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama perlombaan. Tepat pada pukul 07.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan LKSN resmi dimulai.

Tahun ini, terdapat sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu tata busana, tata boga, kriya kayu, teknologi informasi, membatik, merangkai bunga, suvenir, pijat akupresur, dan kecantikan. Setiap cabang lomba dinilai oleh juri profesional yang didatangkan dari luar, sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, sehingga objektivitas dan kualitas penilaian dapat terjamin dengan baik.

Setelah perlombaan dimulai, seluruh guru pendamping diminta untuk meninggalkan ruang lomba. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat mengekspresikan kemampuan dan kreativitas mereka secara mandiri tanpa intervensi, sekaligus melatih kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap hidup dan penuh semangat berkat peran pembawa acara, yaitu Bapak Christ Darmawan, S.Pd. dan Ibu Yulta Nurviyanti, S.Pd. Keduanya tidak hanya memandu jalannya acara, tetapi juga memberikan motivasi kepada para peserta. Sesekali, mereka juga melakukan wawancara ringan dengan para guru pendamping yang tampak tegang, mengingat besarnya harapan agar peserta didiknya mampu menerapkan hasil latihan yang telah diberikan selama di sekolah masing-masing.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Ibu Lena, M.Pd., beserta pengawas PK-PLK Wilayah Madiun, yaitu Bapak Midin, M.Pd. dan Bapak Sugiono, M.Pd. Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Ibu Lena, M.Pd. menyampaikan pesan yang penuh motivasi. “Kegiatan LKSN ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah untuk menunjukkan potensi, keterampilan, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu menunjukkan hasil terbaik dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Kepada para guru pendamping, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras dalam membimbing peserta didik hingga mampu berkompetisi pada hari ini.”

Setelah pembukaan, Ibu Kepala Cabang Dinas beserta rombongan berkeliling mengunjungi setiap ruang lomba untuk melihat secara langsung proses dan hasil karya peserta. Ungkapan kekaguman dan rasa bangga kerap disampaikan, mengingat kualitas hasil karya yang ditampilkan sangat luar biasa, meskipun para peserta merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Untuk menjaga suasana tetap meriah dan kondusif, para guru pendamping dipersilakan untuk menikmati waktu dengan bernyanyi karaoke yang telah disediakan panitia, serta mencari tempat yang nyaman selama menunggu peserta menyelesaikan tugasnya.

Menjelang siang hari, tibalah saat yang paling dinantikan, yaitu pengumuman pemenang. Seluruh peserta dan guru pendamping berkumpul di panggung utama dengan penuh rasa harap dan tegang. Sebelum pengumuman dimulai, seluruh hasil karya peserta ditampilkan di meja display sehingga semua yang hadir dapat melihat secara langsung keindahan dan kualitas karya yang dihasilkan. Khusus untuk lomba kecantikan, para model yang telah dirias diberikan kesempatan untuk berjalan di atas panggung layaknya model profesional. Mereka menampilkan hasil riasan, kostum, dan aksesori dengan penuh percaya diri, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Setiap juri tidak hanya mengumumkan pemenang juara 1, 2, dan 3, tetapi juga memberikan ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing peserta. Selain itu, juri juga memberikan masukan yang konstruktif sebagai bekal persiapan menuju kompetisi di tingkat provinsi.

Suasana semakin meriah ketika nama-nama pemenang diumumkan. Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar, khususnya dari keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan yang dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel kebanggaan:

“SLB Negeri Banjarsari Wetan… Jayalah selalu… Juara… Juara… Juara… Yes!” Dari sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, SLBN Banjarsari Wetan berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan, yaitu delapan juara pertama dan satu juara ketiga. Juara pertama diraih oleh Muh Khafi Setiawan (kriya kayu), Elmi (pijat akupresur), Silfi (kecantikan), Izzana (tata boga), Wahyu (merangkai bunga), Atika (membatik), Valla (tata busana), dan Ifnu (teknologi informasi). Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Bayu pada cabang lomba suvenir.

Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, ketekunan, serta sinergi yang baik antara peserta didik dan para guru pembimbing. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi bapak dan ibu guru yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan profesionalisme.

Sebagai penutup, kami menyampaikan kesan dan pesan sebagai juara umum dalam kegiatan ini. Keberhasilan yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertahankan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Kami merasa bangga, bersyukur, dan termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus untuk terus berkembang, berkarya, dan berprestasi tanpa batas

SEMARAK HARI KARTINI DI SEKOLAH: MERAJUT KEBERSAMAAN DAN SEMANGAT BERKARYA

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, sekolah menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang sarat makna, penuh keceriaan, serta mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang peringatan sejarah, tetapi juga sebagai upaya menumbuhkan semangat perjuangan, kemandirian, serta keberanian dalam berkarya, khususnya bagi peserta didik berkebutuhan khusus. Melalui kegiatan yang dirancang secara edukatif dan menyenangkan, diharapkan nilai-nilai luhur yang diwariskan oleh R.A. Kartini dapat terus hidup dan menjadi inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.

Sejak pagi hari, suasana sekolah sudah tampak semarak dan berbeda dari biasanya. Bapak dan ibu guru tampil anggun dan berwibawa dengan mengenakan beragam baju adat dari berbagai daerah di Indonesia. Keindahan busana yang dikenakan tidak hanya memperkaya nuansa budaya, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran visual bagi siswa untuk mengenal keberagaman budaya bangsa. Kehadiran warna-warni pakaian adat tersebut menciptakan suasana yang hangat, meriah, dan penuh kebanggaan akan identitas nasional.

Kegiatan diawali dengan pelaksanaan upacara bendera yang berlangsung dengan tertib, khidmat, dan penuh rasa hormat. Petugas upacara yang terdiri dari bapak dan ibu guru menjalankan tugasnya dengan baik, memberikan contoh kedisiplinan dan tanggung jawab kepada para siswa. Dalam amanatnya, Handik Indarwati, M.Pd selaku pembina upacara menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya meneladani semangat juang Kartini dalam kehidupan masa kini, khususnya dalam hal pendidikan, kesetaraan, dan keberanian dalam mengembangkan potensi diri.

Di tengah-tengah penyampaian amanat, suasana menjadi semakin hidup ketika pembina upacara mengajak para siswa untuk berinteraksi melalui sesi tanya jawab seputar Hari Kartini. Pertanyaan yang diajukan disambut dengan antusias oleh siswa, yang dengan penuh semangat mencoba menjawab sesuai pemahaman mereka. Kegiatan ini tidak hanya melatih keberanian siswa untuk tampil, tetapi juga meningkatkan daya ingat serta pemahaman mereka terhadap sejarah. Siswa yang berhasil menjawab dengan baik mendapatkan hadiah setelah upacara sebagai bentuk apresiasi, sehingga menambah motivasi belajar dan rasa percaya diri.

Setelah upacara selesai, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lomba fashion show berpasangan yang diikuti oleh bapak dan ibu guru. Dalam kegiatan ini, para peserta menampilkan busana adat dengan penuh percaya diri, gaya yang kreatif, serta ekspresi yang memikat. Suasana menjadi semakin meriah dengan sorak sorai dan dukungan dari seluruh warga sekolah. Lomba ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya serta contoh nyata bagi siswa untuk berani tampil dan mengekspresikan diri. Adapun pemenang lomba fashion show yaitu juara 1 Yulita Nurviyanti, S.Pd dan Yoyo Prasetyo, juara 2 M. Purbo Anggoro, S.Pd.SD dan Winati Dyah Anjelia Putri, S.Pd, serta juara 3 Lelly Sasia Fithri, S.Pd dan Diana Onar Frantiwi, S.Pd.

Kemeriahan acara semakin bertambah dengan diselenggarakannya lomba menyanyi lagu “Ibu Kita Kartini” yang diikuti oleh bapak guru. Setiap peserta menampilkan kemampuan terbaiknya dengan penuh penghayatan, sehingga suasana menjadi lebih hidup dan mengharukan sekaligus menghibur. Lagu yang dibawakan tidak hanya mengingatkan pada sosok Kartini, tetapi juga menumbuhkan rasa nasionalisme dan penghargaan terhadap perjuangan beliau. Adapun juara 1 diraih oleh Christ Darmawan, S.Pd, juara 2 oleh Jefri Dwi Cahyono, S.Pd dan M. Purbo Anggoro, S.Pd.SD.

Sebagai penutup, seluruh warga sekolah bersama-sama bernyanyi dengan penuh kegembiraan, menciptakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh kebersamaan. Kebahagiaan semakin terasa ketika kegiatan dilanjutkan dengan makan bersama, di mana seluruh guru dan siswa saling berbagi cerita, tawa, dan kebersamaan tanpa sekat. Momen ini menjadi penguat tali silaturahmi dan rasa kekeluargaan di lingkungan sekolah.

Peringatan Hari Kartini ini memberikan banyak manfaat positif, baik bagi siswa maupun seluruh warga sekolah. Kegiatan ini mampu menumbuhkan rasa percaya diri, meningkatkan keberanian untuk tampil di depan umum, serta mengembangkan kreativitas dan potensi yang dimiliki. Selain itu, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan, toleransi, dan saling menghargai. Lebih dari itu, peringatan ini menjadi sarana penting dalam menanamkan nilai-nilai perjuangan, kesetaraan, dan semangat pantang menyerah, sehingga diharapkan seluruh warga sekolah dapat terus terinspirasi untuk belajar, berkembang, dan berkarya demi masa depan yang lebih baik.