Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

PELATIHAN TATA KECANTIKAN HAIRDO DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN: MEMBEKALI PESERTA DIDIK DENGAN KETERAMPILAN VOKASIONAL MENUJU KEMANDIRIAN

SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo selama 10 hari, mulai Senin, 19 Oktober sampai dengan Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertempat di Aula Pertemuan SLB Negeri Banjarsari Wetan dan menghadirkan narasumber profesional, yaitu Dra. Atik Koestantiningsih dari LPK Rekma Ayu. Pelatihan diikuti oleh 8 peserta didik dengan didampingi oleh 4 guru pendamping.

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan keterampilan vokasional bagi peserta didik berkebutuhan khusus, yang didanai melalui BOSKIN Prestasi. Program ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam memberikan bekal keterampilan praktis yang sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan peserta didik sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran secara bertahap melalui perpaduan penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada tahap awal, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar tata kecantikan dan teknik penataan rambut (hairdo). Selanjutnya, peserta mempelajari berbagai teknik sanggul, mulai dari Back Style (pola belakang), Side Style (pola samping), Top Style (pola puncak), Combination Style (pola kombinasi), hingga teknik full sasak dan kombinasi full sasak.

Tidak hanya mempelajari teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan setiap teknik menggunakan manekin maupun model secara bergantian. Seiring berjalannya pelatihan, tingkat kesulitan praktik ditingkatkan secara bertahap. Peserta mulai dilatih untuk mengerjakan penataan rambut secara lebih mandiri dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari. Pada hari terakhir, kegiatan diisi dengan ujian praktik sanggul sebagai bentuk evaluasi terhadap penguasaan keterampilan peserta selama mengikuti pelatihan.

Di bawah bimbingan Dra. Atik Koestantiningsih dari LPK Rekma Ayu, peserta memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi yang memiliki kompetensi di bidang tata kecantikan. Sementara itu, kehadiran empat guru pendamping turut memberikan dukungan, motivasi, dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang mengutamakan demonstrasi, pengulangan, dan praktik langsung menjadi salah satu upaya agar setiap peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya.

Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan belajar menata rambut, melainkan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, ketekunan, kreativitas, tanggung jawab, serta keberanian peserta didik dalam mencoba keterampilan baru. Setiap proses dan hasil praktik menjadi pengalaman berharga yang menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, fasilitas, dan pendampingan yang tepat.

MANFAAT KEGIATAN

Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo memberikan berbagai manfaat, baik bagi peserta didik maupun sekolah, antara lain:

  1. Meningkatkan keterampilan vokasional. Peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam penataan rambut dan pembuatan sanggul dengan berbagai teknik.
  2. Menumbuhkan kemandirian. Peserta dilatih untuk melakukan tahapan pekerjaan secara bertahap, mulai dari persiapan alat dan bahan, proses penataan rambut, hingga menghasilkan sebuah karya hairdo.
  3. Mengembangkan kreativitas dan ketelitian. Berbagai model dan teknik sanggul memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi kreativitas, melatih koordinasi motorik, serta meningkatkan ketelitian dalam bekerja.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri. Pengalaman praktik dan keberhasilan menyelesaikan hasil penataan rambut memberikan motivasi serta kebanggaan terhadap kemampuan diri sendiri.
  5. Membuka peluang keterampilan produktif. Keterampilan tata kecantikan yang diperoleh dapat menjadi bekal awal untuk mengembangkan usaha jasa penataan rambut atau peluang kerja di bidang kecantikan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik.
  6. Meningkatkan kompetensi guru pendamping. Guru memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dalam bidang tata kecantikan sehingga dapat mendukung pengembangan pembelajaran keterampilan vokasional di sekolah.
HARAPAN DAN TINDAK LANJUT

Melalui kegiatan Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Keterampilan yang telah dipelajari diharapkan dapat terus diasah melalui kegiatan praktik berkelanjutan sehingga peserta semakin terampil, mandiri, produktif, dan memiliki kesiapan untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Sekolah juga berharap agar keterampilan tata kecantikan ini dapat menjadi salah satu bidang keterampilan unggulan yang terus dikembangkan melalui program vokasional. Dengan dukungan guru pendamping, sarana praktik yang memadai, serta kerja sama dengan lembaga pelatihan profesional, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama sepuluh hari saja, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan pembelajaran produktif, layanan jasa sederhana, bahkan peluang kewirausahaan bagi peserta didik.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membangun paradigma bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kesempatan yang sama untuk berkarya. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Dengan pendidikan yang tepat, pendampingan yang berkesinambungan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri, peserta didik berkebutuhan khusus juga mampu menunjukkan kompetensi, menghasilkan karya, serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo, SLB Negeri Banjarsari Wetan berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan vokasional yang bermakna, inklusif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik. Karena tujuan pendidikan bukan hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu berkarya, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

PERINGATAN HARI SANTRI NASIONAL 2026 DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN: MENANAMKAN NILAI KEISLAMAN, MEMPERKUAT KEBERSAMAAN

Tauziah oleh Qurrotula’yuun, S.Pd. dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026

Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional Tahun 2026, SLB Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan serangkaian kegiatan yang sarat dengan nilai religius, kebangsaan, kebersamaan, dan kepedulian. Seluruh warga sekolah mengenakan busana muslim berwarna putih yang semakin menambah suasana khidmat dan mencerminkan kesederhanaan serta ketulusan dalam memperingati hari bersejarah bagi umat Islam di Indonesia. Peringatan ini bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan juga menjadi momentum untuk menanamkan nilai-nilai perjuangan santri, memperkuat karakter peserta didik, serta menumbuhkan semangat cinta agama, bangsa, dan sesama.

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang melibatkan petugas gabungan dari peserta didik jenjang SDLB, SMPLB, dan SMALB. Keikutsertaan peserta didik dari berbagai jenjang ini menjadi wujud nyata pembelajaran tentang tanggung jawab, kedisiplinan, keberanian, dan kerja sama. Bertindak sebagai pembina apel, Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan, Jefri Dwi Cahyono, S.Pd., menyampaikan amanat tentang pentingnya meneladani semangat perjuangan para ulama dan santri dalam membela bangsa. Beliau juga mengajak seluruh peserta didik untuk menggerakkan jihad intelektual melalui kesungguhan dalam belajar, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta pembentukan akhlak mulia. Pesan tersebut menegaskan bahwa perjuangan pada masa kini tidak hanya dilakukan melalui pengorbanan fisik, tetapi juga melalui semangat menuntut ilmu, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan sekitar.

Setelah apel selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembiasaan berjabat tangan antara peserta didik dan bapak/ibu guru sebagai bentuk penghormatan, kesantunan, serta upaya mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah. Para peserta didik kemudian menuju halaman dalam untuk mengikuti rangkaian kegiatan berikutnya. Sebelum acara dilanjutkan, bapak/ibu guru dan tenaga kependidikan terlebih dahulu mengabadikan kebersamaan melalui foto bersama di halaman sekolah. Momen sederhana ini menjadi simbol kekompakan dan komitmen seluruh warga sekolah dalam mendukung pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada pembentukan karakter, spiritualitas, dan kepedulian sosial.

Acara berikutnya diisi dengan sambutan Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan yang menegaskan pentingnya menjadikan peringatan Hari Santri sebagai sarana untuk memperkuat keimanan, membangun kedisiplinan, dan membiasakan perilaku terpuji dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan oleh Qurotula’yuun, S.Pd., selaku guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dengan bahasa yang sederhana, komunikatif, dan mudah dipahami oleh peserta didik, beliau menguraikan makna Ikrar Santri Indonesia sebagai pedoman sikap dan perilaku, bukan sekadar rangkaian kalimat yang dibacakan saat peringatan Hari Santri. Ikrar tersebut merupakan komitmen moral untuk menjaga nilai-nilai keislaman, kecintaan terhadap tanah air, persatuan, serta akhlak mulia di tengah perkembangan zaman. Peserta didik diajak memahami bahwa menjadi pribadi yang baik dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti berkata jujur, menghormati guru dan orang tua, rajin beribadah, menyayangi teman, menaati aturan, serta membantu orang lain tanpa membeda-bedakan.

Suasana semakin semarak ketika peserta didik SLB Negeri Banjarsari Wetan menampilkan seni hadrah dengan membawakan lantunan lagu-lagu selawat. Dengan penuh semangat, mereka menunjukkan kemampuan, keberanian, dan kecintaan terhadap seni Islami. Penampilan tersebut menjadi bukti bahwa setiap peserta didik memiliki potensi yang dapat dikembangkan melalui kesempatan, latihan, dan pendampingan yang tepat. Tidak hanya peserta didik, bapak/ibu guru juga turut memeriahkan acara dengan menampilkan hadrah hasil latihan rutin setiap pekan bersama instruktur. Kolaborasi antara peserta didik dan guru ini menghadirkan suasana yang hangat sekaligus memperlihatkan bahwa belajar dan berkarya merupakan proses yang dapat dinikmati bersama. Melalui hadrah dan selawat, peringatan Hari Santri menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah saw., mempererat persaudaraan, dan menghidupkan nilai-nilai religius dalam kehidupan sekolah.

Kemeriahan berlanjut dengan kegiatan berselawat bersama, dilanjutkan dengan mengambil aneka jajanan atau snack yang telah digantung sebagai bagian dari kegiatan kebersamaan. Suasana penuh keceriaan terlihat ketika peserta didik dengan antusias mengikuti kegiatan tersebut. Hal yang paling mengharukan adalah ketika peserta didik yang memiliki keterbatasan fisik mengalami kesulitan mengambil jajanan, teman-temannya dengan sigap membantu mengambilkan dan menyerahkannya. Tindakan sederhana ini mencerminkan nilai kepedulian, empati, dan persaudaraan yang sesungguhnya. Tidak ada sekat di antara mereka; yang tumbuh adalah kesadaran bahwa setiap orang memiliki kebutuhan dan kemampuan yang berbeda, tetapi semuanya berhak memperoleh perhatian, kesempatan, serta kebahagiaan yang sama. Momen ini menjadi pembelajaran nyata bahwa nilai-nilai luhur tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan sehari-hari.

Sebagai penutup, seluruh warga sekolah menikmati makan bersama dalam suasana akrab dan penuh kekeluargaan, kemudian mengakhiri rangkaian kegiatan dengan doa bersama. Kebersamaan di sekitar hidangan sederhana tersebut menjadi gambaran indah tentang persatuan dan rasa syukur. Melalui kegiatan ini, peserta didik tidak hanya memperoleh pengalaman religius, tetapi juga belajar berbagi, menghargai perbedaan, menumbuhkan kemandirian, dan mempererat persahabatan. Peringatan Hari Santri Nasional di SLB Negeri Banjarsari Wetan pun menjadi lebih bermakna karena nilai-nilai yang disampaikan selama kegiatan hadir dalam pengalaman nyata yang dapat dirasakan dan dipraktikkan oleh seluruh warga sekolah.

Alhamdulillah, seluruh rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 di SLB Negeri Banjarsari Wetan dapat terlaksana dengan lancar, tertib, dan penuh kebahagiaan. Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memperkuat keimanan, serta menumbuhkan generasi yang berakhlak mulia, berilmu, mandiri, dan memiliki kepedulian terhadap sesama. Terima kasih kepada seluruh bapak/ibu guru, tenaga kependidikan, instruktur, dan peserta didik yang telah berpartisipasi serta memberikan kontribusi terbaiknya. Mari jadikan semangat Hari Santri sebagai inspirasi untuk terus belajar, berbuat baik, dan menebarkan manfaat di mana pun berada. Sebab, santri yang hebat bukan hanya mereka yang pandai melafalkan ikrar, melainkan mereka yang mampu membuktikan nilai-nilai ikrar melalui sikap, perilaku, dan karya nyata. Bersama kita tumbuhkan generasi yang religius, berkarakter, berdaya, dan siap menyongsong masa depan dengan penuh keyakinan.

GEMURUH SORAKAN, HARU, DAN BANGGA! GRUP TARI ABHINAYA SLBN BANJARSARI WETAN RAIH JUARA 1 MEAFEST 2026

Tim Tari Abhinaya Banjarsari Wetan

Mataraman Economy & Art Festival (MEAFEST) Tahun 2026 kembali digelar dengan mengusung tema “Jatim Unggul, Maju, Berkelanjutan”. Festival ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Jadi ke-81 Provinsi Jawa Timur sekaligus menjadi ruang apresiasi bagi potensi seni, budaya, kreativitas, dan ekonomi masyarakat di wilayah Mataraman. Beragam kompetisi diselenggarakan untuk memberikan kesempatan kepada generasi muda dalam menunjukkan bakat dan kreativitasnya, mulai dari festival melukis, tari, teater, dan band pelajar hingga festival tata rias. Di antara berbagai ajang tersebut, Festival Tari Pelajar SMA/SMK/MA dan PK-PLK menjadi panggung istimewa bagi para peserta didik berkebutuhan khusus untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya, berprestasi, dan mengukir kebanggaan.

Pada Selasa, 20 Oktober 2026, SLB Negeri Banjarsari Wetan kembali berpartisipasi dalam Festival Tari PK-PLK yang diselenggarakan di Bakorwil Madiun. Dengan semangat dan tekad untuk memberikan penampilan terbaik, tim tari SLBN Banjarsari Wetan mempersiapkan diri sejak siang hari. Tepat pukul 11.00 WIB, ananda Azkya Valla, Atika Pratiwi, dan Azzahra mulai menjalani persiapan, termasuk merias wajah untuk menunjang penampilan di atas panggung. Instruktur tari, Adin Marcel Tulustiana, bersama kru serta Diana Onar Frantiwi, S.Pd., selaku guru pendamping, memastikan seluruh kebutuhan dan properti tari telah dipersiapkan dengan baik. Setiap detail diperhatikan dengan penuh kesungguhan, karena penampilan yang memukau tidak lahir secara instan, melainkan melalui latihan, kedisiplinan, kerja sama, dan keyakinan.

Pukul 14.00 WIB, rombongan SLBN Banjarsari Wetan berangkat menuju Bakorwil Madiun untuk melakukan registrasi dan mempersiapkan diri mengikuti perlombaan. Berdasarkan hasil undian, tim tari SLBN Banjarsari Wetan memperoleh nomor urut 10 dari 12 peserta PK-PLK se-Karesidenan Madiun. Sekitar pukul 15.00 WIB, para guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik SLBN Banjarsari Wetan tiba di lokasi untuk memberikan dukungan langsung kepada tim kebanggaan sekolah. Kehadiran mereka bukan sekadar menjadi penonton, melainkan juga menjadi sumber semangat dan energi positif bagi para penari. Dukungan turut diberikan oleh Pengawas Pembina PK-PLK Kabupaten Madiun, Midin, S.Pd., M.Pd., yang hadir memberikan motivasi kepada tim agar tampil percaya diri dan memberikan kemampuan terbaiknya.

Menjelang giliran tampil, suasana semakin terasa menegangkan sekaligus menggembirakan. Setelah peserta nomor urut 9 menyelesaikan penampilannya, beberapa guru laki-laki dari SLBN Banjarsari Wetan segera menyiapkan properti yang akan digunakan. Sebelum memasuki panggung, Kepala SLBN Banjarsari Wetan bersama para guru, instruktur, dan peserta lomba terlebih dahulu memimpin doa. Dengan penuh harap, mereka memohon kelancaran, kesehatan, dan hasil terbaik. Doa tersebut menjadi penguat hati sekaligus pengingat bahwa setiap usaha harus diiringi dengan keyakinan, kebersamaan, dan rasa syukur. Terlebih, pada MEAFEST tahun 2025, SLBN Banjarsari Wetan berhasil meraih Juara 2. Prestasi tersebut menjadi motivasi tersendiri untuk kembali tampil lebih baik dan berusaha mencapai hasil yang lebih tinggi pada tahun ini.

Tibalah saat yang dinanti. Ketika pembawa acara memanggil peserta nomor urut 10, grup tari Abhinaya SLBN Banjarsari Wetan bersiap memasuki panggung untuk mempersembahkan tarian berjudul “Gugur Gunung”. Nama Abhinaya menjadi representasi semangat berekspresi melalui gerak, rasa, dan karya seni. Tarian yang dibawakan tidak hanya menyuguhkan keindahan gerak, tetapi juga membawa pesan tentang kebersamaan, gotong royong, dan kekuatan persatuan. Dengan iringan musik, kekompakan gerakan, serta penghayatan yang telah dilatih, Azkya Valla, Atika Pratiwi, dan Azzahra tampil penuh percaya diri. Mereka membuktikan bahwa setiap anak memiliki potensi istimewa yang dapat berkembang ketika memperoleh kesempatan, pendampingan, dan dukungan yang tepat.

Suasana di area penonton mendadak meriah ketika tim Abhinaya mulai tampil. Tanpa dikomando, bapak dan ibu guru, tenaga kependidikan, serta peserta didik SLBN Banjarsari Wetan memberikan tepuk tangan dan sorak-sorai secara kompak. Dukungan tersebut menarik perhatian penonton dan peserta dari lembaga lain. Semangat itu terus mengiringi penampilan hingga tarian berakhir. Bagi keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan, momen tersebut bukan hanya tentang menyaksikan sebuah pertunjukan, melainkan juga tentang merayakan keberanian, perjuangan, dan kepercayaan diri anak-anak istimewa. Setiap tepuk tangan menjadi bentuk apresiasi, setiap sorakan menjadi suntikan semangat, dan setiap senyuman menjadi bukti bahwa kebersamaan mampu menghadirkan energi yang luar biasa.

Usai tampil, seluruh rombongan mengabadikan momen kebersamaan melalui foto bersama sembari menunggu pengumuman pemenang. Namun, karena pengumuman juara Festival Tari PK-PLK dijadwalkan pada pukul 21.00 WIB, sebagian guru dan peserta didik harus pulang terlebih dahulu. Hanya beberapa guru yang tetap bertahan di Bakorwil Madiun untuk mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai. Meski tidak semua dapat menunggu bersama, harapan dan doa keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan tetap menyertai tim Abhinaya. Malam itu menjadi waktu yang penuh penantian. Di balik kelelahan setelah menjalani kegiatan sejak siang hari, tersimpan harapan besar agar kerja keras dan penampilan terbaik yang telah dipersembahkan membuahkan hasil yang membanggakan.

Detik-detik pengumuman pun tiba. Tiba-tiba, grup WhatsApp sekolah menerima kiriman video yang memperlihatkan pembawa acara sedang mengumumkan para pemenang. Semua perhatian tertuju pada layar. Ketika terdengar pengumuman bahwa Juara 1 Festival Tari PK-PLK MEAFEST 2026 diraih oleh peserta nomor urut 10, suasana haru dan bahagia langsung pecah di antara para guru yang masih berada di Bakorwil Madiun. Mereka berteriak kegirangan, saling berpelukan, dan merayakan kemenangan yang telah lama diharapkan. Nomor urut 10 yang sebelumnya hanya menjadi penanda giliran tampil, malam itu berubah menjadi angka penuh makna—simbol keberhasilan, perjuangan, dan kebanggaan seluruh keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan. Kabar kemenangan tersebut tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para guru, tenaga kependidikan, peserta didik, instruktur, dan semua pihak yang telah memberikan dukungan.

Keberhasilan meraih Juara 1 MEAFEST 2026 bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari langkah-langkah yang lebih besar. Prestasi ini merupakan buah dari kerja keras para peserta didik, ketekunan instruktur, kesungguhan guru pendamping, dukungan seluruh warga sekolah, serta doa dan kebersamaan yang senantiasa menguatkan. Kemenangan ini juga menegaskan bahwa pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus bukan sekadar memberikan layanan, tetapi juga membuka ruang seluas-luasnya agar setiap potensi dapat tumbuh, berkembang, dan diakui. Anak-anak istimewa tidak membutuhkan belas kasihan untuk berprestasi; mereka membutuhkan kesempatan, kepercayaan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung. Dari panggung MEAFEST, Abhinaya telah menunjukkan bahwa semangat, kreativitas, dan kerja sama mampu melampaui segala batas.

Pada akhirnya, segenap keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah Swt. atas limpahan rahmat, kemudahan, dan karunia-Nya sehingga tim tari Abhinaya berhasil meraih Juara 1 MEAFEST 2026. Terima kasih disampaikan kepada seluruh peserta didik, instruktur, guru pendamping, guru dan tenaga kependidikan, Pengawas Pembina PK-PLK Kabupaten Madiun, serta semua pihak yang telah memberikan doa, dukungan, dan kontribusi terbaiknya. Semoga prestasi ini menjadi penyemangat untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas pembinaan, dan mengukir prestasi pada kesempatan berikutnya. Teruslah melangkah, teruslah berkarya, dan jangan pernah meragukan potensi setiap anak. Sebab, setiap anak memiliki cahaya keistimewaannya sendiri, dan tugas kita adalah membantu cahaya itu bersinar semakin terang. SLBN Banjarsari Wetan, berprestasi dengan hati, berkarya dengan percaya diri, dan melangkah bersama menuju masa depan yang lebih gemilang!