Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

DUA HARI PENUH SEMANGAT DAN KOLABORASI, SLBN BANJARSARI WETAN JALANI VISITASI AKREDITASI TAHUN 2026

Madiun, 9–10 September 2026 — Dua hari menjadi waktu yang penuh makna bagi keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun. Pada Rabu, 9 September hingga Kamis, 10 September 2026, sekolah melaksanakan Visitasi Akreditasi Tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi sekolah untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Lebih dari sekadar proses penilaian, visitasi menjadi kesempatan bagi sekolah untuk merefleksikan berbagai program, proses pembelajaran, pengelolaan sekolah, lingkungan belajar, serta kolaborasi yang telah dibangun bersama orang tua dan masyarakat.

Visitasi dilaksanakan oleh Asesor 1, Abu Kohir, S.Pd., M.MPd., dan Asesor 2, Gatot Arifin, S.Pd., M.MPd. Selama dua hari, para asesor melakukan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari temu awal, observasi lingkungan sekolah, wawancara dengan berbagai unsur sekolah dan masyarakat, telaah dokumen, hingga observasi langsung proses pembelajaran di kelas.

Hari Pertama: Mengenal Sekolah Lebih Dekat (Temu Awal, Membuka Rangkaian Visitasi)

Hari pertama, Rabu, 9 September 2026, diawali dengan kegiatan temu awal yang berlangsung di Ruang Pertemuan SLBN Banjarsari Wetan. Kegiatan temu awal menjadi pintu pembuka seluruh rangkaian visitasi. Pada sesi ini, asesor diterima oleh keluarga besar sekolah dan dilakukan perkenalan antara asesor dengan unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan visitasi. Selanjutnya, Kepala Sekolah menyampaikan pemaparan singkat mengenai profil sekolah, rencana pengembangan sekolah, sistem pengelolaan satuan pendidikan, serta berbagai capaian yang telah diraih. Pemaparan tersebut memberikan gambaran awal kepada asesor mengenai karakteristik, arah pengembangan, serta berbagai upaya yang dilakukan SLBN Banjarsari Wetan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

Pada sesi ini turut hadir Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Bapak Midin, M.Pd. Kehadiran pengawas pembina menjadi bagian dari dukungan terhadap proses penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu di satuan pendidikan. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, Ketua Komite, perwakilan wali murid, dan alumni. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam kegiatan temu awal sekaligus menunjukkan bahwa sekolah merupakan bagian dari lingkungan masyarakat yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Setelah pemaparan dari sekolah, asesor menyampaikan strategi dan mekanisme pelaksanaan visitasi yang akan dilakukan selama dua hari. Dengan demikian, seluruh unsur yang terlibat memiliki gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.

Observasi Lingkungan Sekolah: Melihat Sekolah Secara Langsung

Setelah kegiatan temu awal, asesor melanjutkan kegiatan dengan observasi lingkungan sekolah. Pada kegiatan ini, asesor melihat secara langsung kondisi lingkungan, bangunan, ruang, serta berbagai fasilitas yang terdapat di SLBN Banjarsari Wetan. Observasi lingkungan menjadi bagian penting karena sekolah tidak hanya dapat dilihat melalui dokumen, tetapi juga melalui kondisi nyata di lapangan. Para asesor berkesempatan melihat berbagai bangunan dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran serta pelayanan peserta didik.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperlihatkan bagaimana lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pendidikan. Berbagai ruang dan fasilitas yang ada menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendukung kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Dengan melihat kondisi sekolah secara langsung, asesor memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai lingkungan belajar dan fasilitas yang tersedia di SLBN Banjarsari Wetan.

Wawancara Bersama Komite, Wali Murid, Tokoh Masyarakat, dan Alumni

Rangkaian berikutnya adalah sesi bersama komite, orang tua/wali murid, tokoh masyarakat, dan alumni. Dalam sesi ini dilakukan penggalian informasi melalui wawancara dan telaah dokumen. Informasi yang diperoleh dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari data yang digunakan dalam proses visitasi. Kehadiran orang tua dan komite menjadi penting karena pendidikan peserta didik berkebutuhan khusus tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga memiliki peran dalam keberlangsungan pendidikan peserta didik, sementara komite menjadi salah satu unsur yang turut mendukung pengembangan sekolah. Sementara itu, tokoh masyarakat dan alumni memberikan perspektif mengenai hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar serta keberadaan sekolah sebagai bagian dari masyarakat.

Sesi wawancara berlangsung sebagai ruang dialog untuk menggali berbagai pengalaman, dukungan, dan keterlibatan masing-masing pihak dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di SLBN Banjarsari Wetan.

Wawancara dengan Pimpinan Sekolah

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bersama pimpinan atau kepala sekolah. Pada sesi ini, asesor menggali informasi mengenai kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam pengelolaan sekolah. Wawancara dan telaah dokumen menjadi metode yang digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Sesi ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sekolah dikelola, bagaimana arah pengembangan sekolah dirancang, serta bagaimana kepemimpinan sekolah mendukung pelaksanaan berbagai program dan layanan pendidikan.

Sesi Bersama Guru: Menggali Proses Pembelajaran

Setelah sesi pimpinan sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama guru. Para asesor menggali informasi mengenai kinerja pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing khusus, dan guru BK menjadi bagian dari pihak yang terlibat dalam sesi ini. Bagi SLBN Banjarsari Wetan, proses pembelajaran memiliki tantangan sekaligus karakteristik tersendiri karena setiap peserta didik memiliki kebutuhan, kemampuan, dan karakter yang beragam. Oleh karena itu, peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui wawancara dan telaah dokumen, asesor menggali berbagai informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dan kinerja pendidik.

Wawancara Bersama Wakil Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan

Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan hari pertama, asesor melaksanakan sesi bersama wakil kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Pada sesi ini digali informasi mengenai iklim lingkungan belajar, administrasi sekolah, perpustakaan, dan berbagai layanan pendukung lainnya. Sesi ini menunjukkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas. Pengelolaan administrasi, lingkungan belajar, perpustakaan, fasilitas, serta dukungan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang terorganisasi dan mendukung kebutuhan peserta didik.

Dengan berakhirnya sesi bersama wakil kepala sekolah dan tenaga kependidikan, rangkaian kegiatan visitasi pada hari pertama pun selesai. Seluruh kegiatan berlangsung sebagai proses penggalian data dan informasi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di SLBN Banjarsari Wetan.

Hari Kedua: Menyaksikan Pembelajaran dan Mendengarkan Suara Peserta Didik

Memasuki Kamis, 10 September 2026, rangkaian visitasi berlanjut dengan agenda yang lebih banyak berfokus pada guru, peserta didik, dan proses pembelajaran. Hari kedua menjadi kesempatan bagi asesor untuk melihat secara langsung bagaimana pembelajaran berlangsung di ruang kelas serta bagaimana peserta didik mengikuti proses belajar bersama guru.

Observasi Pembelajaran di Dua Kelas

Kegiatan pagi hari dimulai dengan observasi pembelajaran di dua kelas. Sesuai jadwal visitasi, observasi dilakukan pada kelas bawah dan kelas atas untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran pada jenjang yang berbeda. Pada kesempatan ini, praktik mengajar diwakili oleh dua guru, yaitu:

  • Roberto Indrawanto, S.Pd., selaku wali kelas 11 SMALB Tunagrahita.
  • Erlina Purnamasari, S.Pd., selaku guru kelas 2 Autis.

Kedua guru melaksanakan pembelajaran di kelas masing-masing, sementara para asesor melakukan pengamatan secara langsung. Observasi pembelajaran memberikan kesempatan kepada asesor untuk melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara nyata. Mulai dari interaksi guru dengan peserta didik, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar, hingga suasana pembelajaran di kelas menjadi bagian dari hal-hal yang diamati.

Bagi guru, kegiatan observasi ini juga menjadi pengalaman reflektif. Pembelajaran yang berlangsung sehari-hari di kelas dapat dilihat dari sudut pandang lain melalui proses visitasi. Yang menarik, observasi dilakukan pada dua karakteristik peserta didik yang berbeda, yaitu kelas SMALB Tunagrahita dan kelas 2 Autis. Hal tersebut memberikan gambaran mengenai keberagaman layanan pembelajaran yang diselenggarakan di SLBN Banjarsari Wetan. Sesuai mekanisme visitasi, asesor mengikuti proses pembelajaran dan melakukan observasi tanpa memberikan pertanyaan kepada guru maupun peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Mendengarkan Suara Peserta Didik

Setelah observasi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama peserta didik. Dalam sesi ini, asesor melakukan wawancara untuk menggali informasi yang berkaitan dengan pengalaman peserta didik selama mengikuti pendidikan di sekolah. Sesi bersama peserta didik menjadi bagian yang sangat berarti karena peserta didik merupakan pusat dari seluruh layanan pendidikan yang diselenggarakan sekolah. Untuk memperlancar sesi wawancara dengan peserta didik, beberapa guru mendampingi peserta didik agar dapat menterjemahkan bahasa isyarat atau sekedar menjelaskan apa yang menjadi jawaban dari peserta didik yang notabene mereka semua adalah anak berkebutuhan khusus.

Melalui percakapan dengan peserta didik, asesor dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman mereka selama berada di sekolah, mengikuti pembelajaran, serta berinteraksi dalam lingkungan pendidikan. Suasana kegiatan pun menjadi lebih beragam karena peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka secara langsung dengan bantuan guru pendamping.

Kompromi Data dan Penyusunan Catatan Hasil Visitasi

Setelah seluruh sesi penggalian data selesai, asesor memasuki tahap kompromi data. Pada tahap ini, asesor melakukan pencermatan terhadap berbagai data dan informasi yang telah diperoleh selama proses visitasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan catatan dan saran pada penilaian akhir. Apabila diperlukan, unsur sekolah dapat dilibatkan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data tertentu.

Tahap ini menjadi bagian penting dari keseluruhan proses karena berbagai informasi yang diperoleh selama dua hari perlu dicermati secara menyeluruh agar gambaran mengenai kondisi sekolah dapat tersusun dengan baik.

Temu Akhir: Menutup Visitasi dengan Refleksi

Rangkaian Visitasi Akreditasi SLBN Banjarsari Wetan kemudian ditutup dengan temu akhir. Pada kegiatan tersebut, asesor menyampaikan berbagai temuan yang diperoleh selama proses visitasi. Temu akhir menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari. Bagi keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan, berakhirnya visitasi bukan berarti berakhir pula proses untuk meningkatkan mutu sekolah. Justru, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bahan refleksi untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, apa yang telah dicapai, serta bagian mana yang masih dapat dikembangkan.

Visitasi Berakhir, Semangat Meningkatkan Mutu Terus Berlanjut

Dua hari pelaksanaan Visitasi Akreditasi Tahun 2026 memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan. Mulai dari ruang pertemuan, lingkungan sekolah, wawancara bersama berbagai unsur, telaah dokumen, hingga pengamatan proses pembelajaran di kelas, seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat sekolah secara lebih utuh. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan sebuah proses yang membutuhkan kolaborasi. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite, alumni, tokoh masyarakat, pengawas pembina, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran dalam perjalanan sekolah.

Bagi SLBN Banjarsari Wetan, akreditasi bukan hanya tentang sebuah hasil akhir. Akreditasi menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, berbenah, melakukan refleksi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan layanan terbaik, keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan akan terus melangkah memberikan ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar, berkembang, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Visitasi telah usai. Namun semangat untuk terus tumbuh, berbenah, dan memberikan layanan pendidikan yang bermakna akan terus menyala di SLBN Banjarsari Wetan.

SEMARAK FESTIVAL KEBHINEKAAN SDN 01 BANJARSARI WETAN: KOLABORASI DALAM KEBERAGAMAN

Pada Sabtu, 29 Agustus 2026, telah diselenggarakan kegiatan Festival Kebhinekaan SDN 01 Banjarsari Wetan yang menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan dan menumbuhkan semangat persatuan dalam keberagaman. Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara SDN 01 Banjarsari Wetan, keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan, serta KB dan TK Aisyiyah. Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diajak untuk mengenal, menghargai, dan merayakan keberagaman budaya sebagai bagian dari kekayaan bangsa Indonesia.

Keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan turut berpartisipasi dengan melibatkan 30 siswa dan 10 guru. Para siswa dan guru mengenakan berbagai macam pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. Sejak pagi hari, siswa dan guru telah datang ke sekolah untuk mempersiapkan diri, termasuk melakukan rias dan mengenakan pakaian adat yang telah disiapkan. Suasana pagi di SLBN Banjarsari Wetan tampak semarak dengan persiapan para peserta yang antusias mengikuti Festival Kebhinekaan.

Setelah seluruh persiapan selesai, pada pukul 07.30 WIB, rombongan SLBN Banjarsari Wetan berangkat menuju SDN 01 Banjarsari Wetan yang lokasinya berada di sebelah belakang SLBN Banjarsari Wetan. Sesampainya di lokasi, seluruh peserta festival dari berbagai satuan pendidikan berkumpul di halaman SDN 01 Banjarsari Wetan. Setelah semua peserta siap, Kepala SDN 01 Banjarsari Wetan memberikan sambutan sekaligus secara resmi memberangkatkan peserta Festival Kebhinekaan pada pukul 08.00 WIB.

Kegiatan dilanjutkan dengan berjalan bersama mengelilingi lingkungan sekitar Banjarsari Wetan. Rute yang ditempuh tidak terlalu jauh sehingga seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan nyaman. Di barisan depan, peserta menampilkan tarian sambil berjalan dengan diiringi musik dari sound system yang meriah. Peserta lainnya mengikuti dengan penuh semangat, berjalan bersama sambil sesekali berfoto dengan warga di sepanjang perjalanan. Kehadiran peserta dengan pakaian adat yang beraneka ragam semakin menambah semarak suasana festival dan menjadi gambaran nyata indahnya keberagaman budaya Indonesia.

Di tengah perjalanan, para peserta juga mengikuti kegiatan memasukkan kupon undian ke dalam kardus yang telah disediakan oleh panitia. Kegiatan ini semakin menambah antusiasme peserta hingga perjalanan kembali menuju SDN 01 Banjarsari Wetan.

Setelah seluruh peserta tiba kembali di halaman sekolah, panitia menyediakan sarapan nasi pecel secara gratis bagi seluruh peserta. Suasana kebersamaan semakin terasa ketika siswa, guru, dan seluruh peserta menikmati hidangan bersama. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan berbagai penampilan seni dari peserta festival.

Pada kesempatan tersebut, SLBN Banjarsari Wetan turut menampilkan pertunjukan menyanyi isyarat oleh siswa-siswi tunarungu dengan membawakan lagu “Indonesia Pusaka”. Penampilan tersebut menjadi salah satu bentuk ekspresi seni sekaligus menunjukkan bahwa keberagaman dan perbedaan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berpartisipasi bersama. Dengan penuh percaya diri, siswa-siswi tunarungu SLBN Banjarsari Wetan tampil di hadapan seluruh peserta dan mendapatkan apresiasi dari penonton.

Selain berbagai penampilan, kegiatan Festival Kebhinekaan juga semakin meriah dengan pembagian berbagai hadiah hiburan kepada para peserta. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam suasana penuh kegembiraan, kekeluargaan, dan kebersamaan.

Festival Kebhinekaan SDN 01 Banjarsari Wetan bukan sekadar kegiatan mengenakan pakaian adat atau berjalan bersama, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai persatuan, toleransi, gotong royong, saling menghargai, serta menghormati keberagaman sejak dini. Kolaborasi antara SDN 01 Banjarsari Wetan, SLBN Banjarsari Wetan, serta KB dan TK Aisyiyah menunjukkan bahwa perbedaan jenjang, karakteristik, maupun kemampuan bukanlah batas untuk dapat belajar dan bergembira bersama.

Harapannya, kegiatan kolaborasi seperti Festival Kebhinekaan ini dapat terus dilaksanakan dan dikembangkan pada tahun-tahun berikutnya. Semoga kegiatan ini dapat menjadi agenda bersama yang semakin mempererat hubungan antarsatuan pendidikan, keluarga besar sekolah, dan masyarakat sekitar. Dengan kebersamaan yang terus terjalin, diharapkan akan semakin banyak kegiatan positif, inklusif, dan edukatif yang dapat dilaksanakan bersama untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang ramah, harmonis, dan menghargai keberagaman.

SOSIALISASI PROGRAM SEKOLAH DAN RAPAT WALI MURID SLBN BANJARSARI WETAN

Upaya membangun komunikasi dan sinergi yang baik antara sekolah dengan keluarga terus dilakukan oleh SLBN Banjarsari Wetan. Salah satunya melalui kegiatan Sosialisasi Program Sekolah dan Rapat Wali Murid yang dilaksanakan pada Kamis, 27 Agustus 2026, pukul 08.00 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan SLBN Banjarsari Wetan. Kegiatan ini menjadi momentum bagi sekolah untuk menyampaikan berbagai program yang telah dilaksanakan sekaligus membahas rencana kegiatan yang akan melibatkan siswa dan wali murid.

Kegiatan diawali dengan sosialisasi program sekolah yang disampaikan oleh Jefri Dwi Cahyono, S.Pd. Dalam pemaparannya, wali murid mendapatkan gambaran mengenai berbagai program sekolah yang telah berjalan maupun program yang sedang direncanakan. Penyampaian program tersebut menjadi bagian dari keterbukaan sekolah kepada wali murid agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dapat diketahui, dipahami, dan mendapatkan dukungan bersama.

Berbagai program sekolah yang disampaikan memiliki tujuan untuk mendukung perkembangan siswa, khususnya dalam membangun kemandirian, keterampilan, karakter, dan keberdayaan siswa. Program yang telah berjalan di antaranya BATARA (Batik Tanaman dan Berdaya) dan Rimpang Sari Wetan yang menjadi bagian dari pengembangan potensi dan keterampilan siswa. Melalui program-program tersebut, siswa diberikan kesempatan untuk belajar melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari serta mengembangkan keterampilan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka.

Selain itu, sekolah juga menyampaikan berbagai kegiatan dalam program “Pagi Ceria” yang menjadi salah satu bentuk pembiasaan positif bagi siswa. Kegiatan tersebut mencakup berbagai aktivitas seperti senam, menyanyikan lagu Indonesia Raya, kegiatan doa dan keagamaan, literasi, pembiasaan hidup bersih dan sehat, serta berbagai kegiatan pembentukan karakter lainnya. Pembiasaan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, percaya diri, dan kepedulian siswa dalam kehidupan sehari-hari.

Tidak hanya membahas program yang telah berjalan, sosialisasi juga menyampaikan rencana program sekolah yang akan dikembangkan. Beberapa di antaranya adalah kegiatan yang berkaitan dengan pengembangan organisasi dan kemandirian siswa, program bermain dan pembelajaran, outing class, serta penguatan kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri. Berbagai program tersebut dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam kepada siswa serta membuka kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan potensi sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Setelah penyampaian program sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan rapat wali murid yang dipandu oleh Christ Darmawan, S.Pd. Rapat berlangsung secara interaktif dan kekeluargaan. Wali murid diberikan kesempatan untuk mengetahui lebih jauh mengenai rencana kegiatan sekolah sekaligus menyampaikan berbagai tanggapan dan masukan yang berkaitan dengan kegiatan siswa.

Salah satu pembahasan dalam rapat adalah mengenai pengadaan kaos olahraga. Pengadaan kaos olahraga diharapkan dapat mendukung kegiatan olahraga siswa sekaligus memberikan identitas dan kekompakan ketika mengikuti kegiatan olahraga maupun kegiatan sekolah lainnya. Pembahasan dilakukan bersama wali murid agar proses pengadaan dapat dipersiapkan dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan.

Agenda berikutnya yang menjadi pembahasan adalah rencana outing class ke Semarang pada bulan November. Kegiatan ini direncanakan sebagai salah satu bentuk pembelajaran di luar kelas yang dapat memberikan pengalaman secara langsung kepada siswa. Melalui outing class, siswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman baru, tetapi juga dapat belajar mengenai lingkungan, bersosialisasi, meningkatkan kemandirian, serta menerapkan berbagai keterampilan yang telah dipelajari di sekolah dalam situasi nyata.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir Midin, M.Pd., selaku Pengawas Pembina PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun. Kehadiran beliau memberikan penguatan sekaligus motivasi bagi sekolah dan wali murid dalam mendukung keberlangsungan program pendidikan. Midin, M.Pd. menyampaikan materi mengenai sinergi antara sekolah dan wali murid, khususnya pentingnya membangun komunikasi dan kerja sama yang berkelanjutan dalam mendampingi perkembangan siswa.

Sinergi antara sekolah dan wali murid merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam proses pendidikan. Sekolah memiliki peran dalam memberikan layanan pendidikan dan mengembangkan potensi siswa, sedangkan keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan dan melanjutkan pembiasaan positif di lingkungan rumah. Dengan adanya komunikasi yang baik, berbagai kebutuhan dan perkembangan siswa dapat dibicarakan secara bersama-sama.

Kegiatan sosialisasi dan rapat ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah dan wali murid untuk menyamakan persepsi mengenai berbagai program yang akan dilaksanakan. Dengan adanya keterbukaan dalam menyampaikan informasi dan ruang untuk berdiskusi, diharapkan setiap program dapat dipersiapkan dengan lebih baik serta memperoleh dukungan dari seluruh pihak.

Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh kebersamaan dan kekeluargaan. Wali murid mengikuti kegiatan dengan antusias dan menyimak berbagai informasi yang disampaikan oleh pihak sekolah maupun pengawas pembina. Diskusi yang berlangsung menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang lebih dekat antara sekolah dan keluarga.

Melalui kegiatan ini, SLBN Banjarsari Wetan berharap hubungan dan komunikasi dengan wali murid dapat semakin erat. Sekolah tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pendidikan terbaik bagi siswa. Dibutuhkan dukungan, komunikasi, dan kerja sama dari berbagai pihak agar setiap program dapat memberikan manfaat yang optimal bagi perkembangan siswa.

Semoga sinergi antara SLBN Banjarsari Wetan dan wali murid senantiasa terjaga dan semakin kuat. Dengan kebersamaan, komunikasi yang terbuka, serta dukungan dari seluruh pihak, diharapkan berbagai program sekolah dapat terlaksana dengan baik dan mampu mengantarkan siswa menjadi pribadi yang semakin mandiri, terampil, percaya diri, dan berdaya dalam kehidupan sehari-hari.