Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

DUA HARI PENUH SEMANGAT DAN KOLABORASI, SLBN BANJARSARI WETAN JALANI VISITASI AKREDITASI TAHUN 2026

Madiun, 9–10 September 2026 — Dua hari menjadi waktu yang penuh makna bagi keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun. Pada Rabu, 9 September hingga Kamis, 10 September 2026, sekolah melaksanakan Visitasi Akreditasi Tahun 2026.

Kegiatan ini menjadi salah satu momentum penting bagi sekolah untuk menunjukkan berbagai upaya yang telah dilakukan dalam memberikan layanan pendidikan kepada peserta didik berkebutuhan khusus. Lebih dari sekadar proses penilaian, visitasi menjadi kesempatan bagi sekolah untuk merefleksikan berbagai program, proses pembelajaran, pengelolaan sekolah, lingkungan belajar, serta kolaborasi yang telah dibangun bersama orang tua dan masyarakat.

Visitasi dilaksanakan oleh Asesor 1, Abu Kohir, S.Pd., M.MPd., dan Asesor 2, Gatot Arifin, S.Pd., M.MPd. Selama dua hari, para asesor melakukan berbagai rangkaian kegiatan mulai dari temu awal, observasi lingkungan sekolah, wawancara dengan berbagai unsur sekolah dan masyarakat, telaah dokumen, hingga observasi langsung proses pembelajaran di kelas.

Hari Pertama: Mengenal Sekolah Lebih Dekat (Temu Awal, Membuka Rangkaian Visitasi)

Hari pertama, Rabu, 9 September 2026, diawali dengan kegiatan temu awal yang berlangsung di Ruang Pertemuan SLBN Banjarsari Wetan. Kegiatan temu awal menjadi pintu pembuka seluruh rangkaian visitasi. Pada sesi ini, asesor diterima oleh keluarga besar sekolah dan dilakukan perkenalan antara asesor dengan unsur-unsur yang terlibat dalam pelaksanaan visitasi. Selanjutnya, Kepala Sekolah menyampaikan pemaparan singkat mengenai profil sekolah, rencana pengembangan sekolah, sistem pengelolaan satuan pendidikan, serta berbagai capaian yang telah diraih. Pemaparan tersebut memberikan gambaran awal kepada asesor mengenai karakteristik, arah pengembangan, serta berbagai upaya yang dilakukan SLBN Banjarsari Wetan dalam menyelenggarakan layanan pendidikan.

Pada sesi ini turut hadir Pengawas Pembina Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Bapak Midin, M.Pd. Kehadiran pengawas pembina menjadi bagian dari dukungan terhadap proses penyelenggaraan pendidikan dan peningkatan mutu di satuan pendidikan. Selain itu, hadir pula tokoh masyarakat, Ketua Komite, perwakilan wali murid, dan alumni. Kehadiran mereka memberikan warna tersendiri dalam kegiatan temu awal sekaligus menunjukkan bahwa sekolah merupakan bagian dari lingkungan masyarakat yang membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak. Setelah pemaparan dari sekolah, asesor menyampaikan strategi dan mekanisme pelaksanaan visitasi yang akan dilakukan selama dua hari. Dengan demikian, seluruh unsur yang terlibat memiliki gambaran mengenai rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.

Observasi Lingkungan Sekolah: Melihat Sekolah Secara Langsung

Setelah kegiatan temu awal, asesor melanjutkan kegiatan dengan observasi lingkungan sekolah. Pada kegiatan ini, asesor melihat secara langsung kondisi lingkungan, bangunan, ruang, serta berbagai fasilitas yang terdapat di SLBN Banjarsari Wetan. Observasi lingkungan menjadi bagian penting karena sekolah tidak hanya dapat dilihat melalui dokumen, tetapi juga melalui kondisi nyata di lapangan. Para asesor berkesempatan melihat berbagai bangunan dan fasilitas yang digunakan untuk mendukung kegiatan pembelajaran serta pelayanan peserta didik.

Kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi sekolah untuk memperlihatkan bagaimana lingkungan sekolah dimanfaatkan sebagai bagian dari proses pendidikan. Berbagai ruang dan fasilitas yang ada menjadi bagian dari ekosistem pembelajaran yang mendukung kebutuhan peserta didik berkebutuhan khusus. Dengan melihat kondisi sekolah secara langsung, asesor memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai lingkungan belajar dan fasilitas yang tersedia di SLBN Banjarsari Wetan.

Wawancara Bersama Komite, Wali Murid, Tokoh Masyarakat, dan Alumni

Rangkaian berikutnya adalah sesi bersama komite, orang tua/wali murid, tokoh masyarakat, dan alumni. Dalam sesi ini dilakukan penggalian informasi melalui wawancara dan telaah dokumen. Informasi yang diperoleh dari berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari data yang digunakan dalam proses visitasi. Kehadiran orang tua dan komite menjadi penting karena pendidikan peserta didik berkebutuhan khusus tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan sekolah. Dukungan keluarga memiliki peran dalam keberlangsungan pendidikan peserta didik, sementara komite menjadi salah satu unsur yang turut mendukung pengembangan sekolah. Sementara itu, tokoh masyarakat dan alumni memberikan perspektif mengenai hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar serta keberadaan sekolah sebagai bagian dari masyarakat.

Sesi wawancara berlangsung sebagai ruang dialog untuk menggali berbagai pengalaman, dukungan, dan keterlibatan masing-masing pihak dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan di SLBN Banjarsari Wetan.

Wawancara dengan Pimpinan Sekolah

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bersama pimpinan atau kepala sekolah. Pada sesi ini, asesor menggali informasi mengenai kepemimpinan kepala satuan pendidikan dalam pengelolaan sekolah. Wawancara dan telaah dokumen menjadi metode yang digunakan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkan. Sesi ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sekolah dikelola, bagaimana arah pengembangan sekolah dirancang, serta bagaimana kepemimpinan sekolah mendukung pelaksanaan berbagai program dan layanan pendidikan.

Sesi Bersama Guru: Menggali Proses Pembelajaran

Setelah sesi pimpinan sekolah, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama guru. Para asesor menggali informasi mengenai kinerja pendidik dalam mengelola proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Guru kelas, guru mata pelajaran, guru pembimbing khusus, dan guru BK menjadi bagian dari pihak yang terlibat dalam sesi ini. Bagi SLBN Banjarsari Wetan, proses pembelajaran memiliki tantangan sekaligus karakteristik tersendiri karena setiap peserta didik memiliki kebutuhan, kemampuan, dan karakter yang beragam. Oleh karena itu, peran guru dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran menjadi salah satu bagian penting dalam memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

Melalui wawancara dan telaah dokumen, asesor menggali berbagai informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan pembelajaran dan kinerja pendidik.

Wawancara Bersama Wakil Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan

Menjelang berakhirnya rangkaian kegiatan hari pertama, asesor melaksanakan sesi bersama wakil kepala sekolah dan tenaga kependidikan. Pada sesi ini digali informasi mengenai iklim lingkungan belajar, administrasi sekolah, perpustakaan, dan berbagai layanan pendukung lainnya. Sesi ini menunjukkan bahwa keberhasilan penyelenggaraan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran di kelas. Pengelolaan administrasi, lingkungan belajar, perpustakaan, fasilitas, serta dukungan tenaga kependidikan juga menjadi bagian penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang terorganisasi dan mendukung kebutuhan peserta didik.

Dengan berakhirnya sesi bersama wakil kepala sekolah dan tenaga kependidikan, rangkaian kegiatan visitasi pada hari pertama pun selesai. Seluruh kegiatan berlangsung sebagai proses penggalian data dan informasi mengenai berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan di SLBN Banjarsari Wetan.

Hari Kedua: Menyaksikan Pembelajaran dan Mendengarkan Suara Peserta Didik

Memasuki Kamis, 10 September 2026, rangkaian visitasi berlanjut dengan agenda yang lebih banyak berfokus pada guru, peserta didik, dan proses pembelajaran. Hari kedua menjadi kesempatan bagi asesor untuk melihat secara langsung bagaimana pembelajaran berlangsung di ruang kelas serta bagaimana peserta didik mengikuti proses belajar bersama guru.

Observasi Pembelajaran di Dua Kelas

Kegiatan pagi hari dimulai dengan observasi pembelajaran di dua kelas. Sesuai jadwal visitasi, observasi dilakukan pada kelas bawah dan kelas atas untuk memperoleh gambaran mengenai proses pembelajaran pada jenjang yang berbeda. Pada kesempatan ini, praktik mengajar diwakili oleh dua guru, yaitu:

  • Roberto Indrawanto, S.Pd., selaku wali kelas 11 SMALB Tunagrahita.
  • Erlina Purnamasari, S.Pd., selaku guru kelas 2 Autis.

Kedua guru melaksanakan pembelajaran di kelas masing-masing, sementara para asesor melakukan pengamatan secara langsung. Observasi pembelajaran memberikan kesempatan kepada asesor untuk melihat bagaimana proses pembelajaran berlangsung secara nyata. Mulai dari interaksi guru dengan peserta didik, keterlibatan peserta didik dalam kegiatan belajar, hingga suasana pembelajaran di kelas menjadi bagian dari hal-hal yang diamati.

Bagi guru, kegiatan observasi ini juga menjadi pengalaman reflektif. Pembelajaran yang berlangsung sehari-hari di kelas dapat dilihat dari sudut pandang lain melalui proses visitasi. Yang menarik, observasi dilakukan pada dua karakteristik peserta didik yang berbeda, yaitu kelas SMALB Tunagrahita dan kelas 2 Autis. Hal tersebut memberikan gambaran mengenai keberagaman layanan pembelajaran yang diselenggarakan di SLBN Banjarsari Wetan. Sesuai mekanisme visitasi, asesor mengikuti proses pembelajaran dan melakukan observasi tanpa memberikan pertanyaan kepada guru maupun peserta didik selama kegiatan pembelajaran berlangsung.

Mendengarkan Suara Peserta Didik

Setelah observasi pembelajaran, kegiatan dilanjutkan dengan sesi bersama peserta didik. Dalam sesi ini, asesor melakukan wawancara untuk menggali informasi yang berkaitan dengan pengalaman peserta didik selama mengikuti pendidikan di sekolah. Sesi bersama peserta didik menjadi bagian yang sangat berarti karena peserta didik merupakan pusat dari seluruh layanan pendidikan yang diselenggarakan sekolah. Untuk memperlancar sesi wawancara dengan peserta didik, beberapa guru mendampingi peserta didik agar dapat menterjemahkan bahasa isyarat atau sekedar menjelaskan apa yang menjadi jawaban dari peserta didik yang notabene mereka semua adalah anak berkebutuhan khusus.

Melalui percakapan dengan peserta didik, asesor dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman mereka selama berada di sekolah, mengikuti pembelajaran, serta berinteraksi dalam lingkungan pendidikan. Suasana kegiatan pun menjadi lebih beragam karena peserta didik mendapatkan kesempatan untuk menyampaikan pengalaman mereka secara langsung dengan bantuan guru pendamping.

Kompromi Data dan Penyusunan Catatan Hasil Visitasi

Setelah seluruh sesi penggalian data selesai, asesor memasuki tahap kompromi data. Pada tahap ini, asesor melakukan pencermatan terhadap berbagai data dan informasi yang telah diperoleh selama proses visitasi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan catatan dan saran pada penilaian akhir. Apabila diperlukan, unsur sekolah dapat dilibatkan untuk melakukan pengecekan ulang terhadap data tertentu.

Tahap ini menjadi bagian penting dari keseluruhan proses karena berbagai informasi yang diperoleh selama dua hari perlu dicermati secara menyeluruh agar gambaran mengenai kondisi sekolah dapat tersusun dengan baik.

Temu Akhir: Menutup Visitasi dengan Refleksi

Rangkaian Visitasi Akreditasi SLBN Banjarsari Wetan kemudian ditutup dengan temu akhir. Pada kegiatan tersebut, asesor menyampaikan berbagai temuan yang diperoleh selama proses visitasi. Temu akhir menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan selama dua hari. Bagi keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan, berakhirnya visitasi bukan berarti berakhir pula proses untuk meningkatkan mutu sekolah. Justru, seluruh rangkaian kegiatan tersebut menjadi bahan refleksi untuk melihat kembali apa yang telah dilakukan, apa yang telah dicapai, serta bagian mana yang masih dapat dikembangkan.

Visitasi Berakhir, Semangat Meningkatkan Mutu Terus Berlanjut

Dua hari pelaksanaan Visitasi Akreditasi Tahun 2026 memberikan pengalaman yang berharga bagi seluruh keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan. Mulai dari ruang pertemuan, lingkungan sekolah, wawancara bersama berbagai unsur, telaah dokumen, hingga pengamatan proses pembelajaran di kelas, seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya untuk melihat sekolah secara lebih utuh. Kegiatan ini juga memperlihatkan bahwa penyelenggaraan pendidikan merupakan sebuah proses yang membutuhkan kolaborasi. Guru, tenaga kependidikan, peserta didik, orang tua, komite, alumni, tokoh masyarakat, pengawas pembina, dan berbagai pihak lainnya memiliki peran dalam perjalanan sekolah.

Bagi SLBN Banjarsari Wetan, akreditasi bukan hanya tentang sebuah hasil akhir. Akreditasi menjadi bagian dari perjalanan untuk terus belajar, berbenah, melakukan refleksi, dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan. Dengan semangat kebersamaan dan komitmen untuk memberikan layanan terbaik, keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan akan terus melangkah memberikan ruang bagi peserta didik berkebutuhan khusus untuk belajar, berkembang, berkarya, dan menunjukkan potensi terbaiknya.

Visitasi telah usai. Namun semangat untuk terus tumbuh, berbenah, dan memberikan layanan pendidikan yang bermakna akan terus menyala di SLBN Banjarsari Wetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.