Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com (0351) 493719/ 081330651175

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

“MERIAH! GURU UNJUK BAKAT PADA PERINGATAN HGN DI SLBN BANJARASARI WETAN”

Upacara Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025

Upacara peringatan Hari Guru Nasional di SLBN Banjarsari Wetan berlangsung dengan khidmat dan penuh kehangatan. Sejak pagi, semua guru dan tenaga administrasi dengan memakai baju adat serta peserta didik telah berkumpul di halaman sekolah dengan mengenakan seragam rapi, siap mengikuti serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional. Semua petugas upacara kali ini adalah bapak/ibu guru yang telah ditunjuk jauh-jauh hari oleh ibu Kepala SLBN Banjarsari Wetan. Sedangkan yang menjadi Pembina Upacara adalah Handik Indarwati, M.Pd. selaku Kepala SLBN Banjarsari Wetan. Dalam sambutannya, beliau membacakan sambutan resmi Hari Guru Nasional yang berisi pesan inspiratif tentang peran penting guru dalam pendidikan, terutama bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Peserta didik tampak antusias dan berusaha mengikuti upacara dengan baik, menunjukkan rasa hormat mereka kepada para guru. Momen ini menjadi pengingat betapa besar perjuangan dan ketulusan guru dalam membimbing anak-anak luar biasa di SLBN Banjarsari Wetan. Usai upacara, seluruh peserta saling memberikan senyum dan ucapan selamat Hari Guru, menandai suasana kebersamaan yang hangat dan penuh makna.

Masing-masing kelompok menampilkan kebolehannya dalam memeriahkan peringatan Hari Guru Internasional

Setelah kegiatan upacara selesai, peserta didik dengan tertib memasuki ruang pertemuan untuk melanjutkan perayaan Hari Guru Nasional. Suasana berubah menjadi lebih ceria ketika semua peserta didik duduk rapi dan bersiap menyaksikan unjuk kebolehan dari bapak dan ibu guru yang akan mengadakan lomba secara berkelompok. Satu kelompok terdiri dari lima/enam guru yang akan menampilkan sebuah pertunjukan, mulai dari menyanyi, membaca puisi, hingga memberikan yell-yell yang mengundang tawa dan tepuk tangan meriah dari peserta didik. Semua tampak sangat menikmati setiap penampilan, bahkan ada yang ikut bernyanyi dan menari bersama. Kegiatan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi momen kebersamaan yang mempererat hubungan hangat antara guru dan peserta didik di SLBN Banjarsari Wetan.

Semua kelompok mendapatkan hadiah dari Ibu Kepala Sekolah

Di akhir rangkaian acara, tibalah saatnya pengumuman hasil lomba unjuk kebolehan guru yang begitu dinantikan oleh peserta didik. Setiap penampilan guru—mulai dari bernyanyi, menari, hingga membaca puisi—berhasil menciptakan suasana meriah dan penuh tawa di ruang pertemuan. Saat diminta memberikan nilai, Handik Indarwati, M.Pd. tersenyum lebar dan berkata, “Saya bingung memberikan nilai karena semua kelompok sangat bagus. Setiap penampilan punya keunikan sendiri dan semuanya berhasil menghibur anak-anak. Rasanya ingin memberi juara untuk semuanya,” ucapnya yang langsung disambut tepuk tangan riuh dari peserta didik dan guru lainnya. Perkataannya mencerminkan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar lomba, tetapi sebagai wujud kebersamaan, kreativitas, dan kehangatan dalam merayakan Hari Guru Nasional di SLBN Banjarsari Wetan. Ternyata yang menjadi juara I adalah kelompok 3, juara II kelompok 1, juara III kelompok 4 dan harapan I adalah kelompok 2.

Pemberian apresiasi kepada Handik Indarwati, M.Pd. selaku Ibu Kepala Sekolah dan Elvisari Narulita, S.Pd. selaku guru senior

Setelah penyerahan piala berakhir, suasana menjadi hening dan penuh haru ketika Senja, perwakilan peserta didik kelas 3, maju ke depan untuk menyampaikan ucapan selamat Hari Guru. Dengan suara pelan namun penuh ketulusan, Senja menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh guru di SLBN Banjarsari Wetan yang selalu sabar, sayang, dan penuh perhatian dalam membimbing setiap anak. Ia juga berbagi kesan-kesannya, bahwa belajar di sekolah terasa menyenangkan karena guru-gurunya baik dan selalu membantu. Ucapannya yang sederhana namun tulus membuat para guru tersenyum bangga dan beberapa tampak terharu. Kemudian, perwakilan guru juga meminta Handik Indarwati, M.Pd. selaku Ibu Kepala Sekolah dan Elvisari Narulita, S.Pd. selaku guru senior untuk naik ke atas panggung guna diberikan apresiasi khusus. Dengan langkah penuh haru, keduanya maju ke depan disambut tepuk tangan meriah dari seluruh peserta didik dan guru. Mereka menerima buket bunga serta ucapan terima kasih sebagai simbol penghargaan atas dedikasi, ketelatenan, dan ketulusan mereka dalam membimbing seluruh warga sekolah. Momen sederhana namun hangat ini semakin memperkuat rasa kekeluargaan di SLBN Banjarsari Wetan, menjadikan perayaan Hari Guru Nasional tahun ini begitu berkesan dan penuh makna.

“Kolaborasi Inklusif: Menguatkan Nilai Sosial dan Emosional antara SMKN 1 Geger dan SLBN Banjarsari Wetan”

Acara Hiburan Oleh Siswa SMKN 1 Geger

 

Dalam upaya menumbuhkan karakter, empati, dan semangat kebersamaan di lingkungan pendidikan, SMKN 1 Geger menjalin kerja sama dengan SLBN Banjarsari Wetan dalam sebuah kegiatan bertema “Kolaborasi Inklusif: Menguatkan Nilai Sosial dan Emosional antara SMKN 1 Geger dan SLBN Banjarsari Wetan.”Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata penerapan Social Emotional Learning (SEL) atau pembelajaran sosial emosional yang menekankan pentingnya memahami diri sendiri, berempati terhadap orang lain, serta mampu membangun hubungan positif di masyarakat. Kegiatan ini lahir dari semangat untuk menghadirkan proses belajar yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian dan kebersamaan antar peserta didik. Melalui interaksi langsung dan kegiatan bersama, diharapkan siswa dapat memahami pentingnya menghargai perbedaan, bekerja sama, serta menumbuhkan rasa saling menghormati di tengah keberagaman kemampuan. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata penerapan Social Emotional Learning (SEL) atau pembelajaran sosial emosional yang menekankan pentingnya memahami diri sendiri, mengelola emosi, berempati terhadap orang lain, serta mampu membangun hubungan positif di masyarakat. Kolaborasi antara SMK dan SLB ini juga mencerminkan semangat pendidikan inklusif—bahwa setiap anak, dengan segala keunikan dan potensinya, berhak untuk berkembang bersama dan belajar satu sama lain dalam suasana yang saling mendukung.

Salah satu kegiatan pembiasaan di pagi hari sebelum kegiatan belajar mengajar di dalam kelas

Kegiatan dimulai dengan suasana yang penuh semangat dan keakraban. Siswa dari kedua sekolah berkumpul di halaman SLBN Banjarsari Wetan untuk melaksanakan senam bersama. Gerakan senam yang sederhana namun menyenangkan membuat semua peserta larut dalam kebersamaan tanpa sekat. Tawa dan canda terdengar di antara barisan siswa, menciptakan suasana yang hangat dan inklusif. Mety Leontiana Pinem, S.Pd. guru SMKN 1 Geger yang mendampingi kesebelas siswa-siswinya juga ikut mengikuti kegiatan senam berbaur dengan siswa-siswi SLBN Banjarsari Wetan. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama yang menggema dengan penuh semangat nasionalisme. Tampak Diana Onad Frantiwi, S.Pd. dan Primanurani Kumalasri, S.Pd. berdiri didepan barisan guna memimpin siswa-siswi hambatan pendengar (tunarungu) untuk mengisyaratkan lagu Indonesia Raya. Kemudian acara dilanjutkan dengan hafalan surat-surat pendek dan doa sehari-hari yang dipimpin oleh Qurrotula’yuun, S.Pd. Momen ini tidak hanya menjadi ajang pembelajaran spiritual, tetapi juga mengajarkan siswa SMKN 1 Geger tentang ketekunan dan ketulusan teman-teman SLB dalam menjalankan kegiatan keagamaan. Dan kegiatan berikutnya adalah saling berjabat tangan antar siswa dan guru SLBN Banjarsari Wetan sebelum memasuki kelas. Kegiatan ini memang menjadi pembiasaan pagi hari di SLBN Banjarsari Wetan.

Siswa-siswi SMKN 1 Geger mengunjungi dan berlatih bersama dalam kegiatan ekstrakurikuler

Memasuki sesi berikutnya, para siswa SMKN 1 Geger diajak berkeliling untuk mengamati dan ikut bergabung dalam kegiatan ekstrakurikuler di SLBN Banjarsari Wetan. Mereka melihat secara langsung bagaimana siswa SLB berlatih dan berkarya dalam berbagai bidang keterampilan seperti tata busana, tata rias, mewarnai, menyanyi, membatik, hingga membuat keset dari kain perca. Siswa SMK terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut mencoba membantu dan belajar bersama. Dalam kegiatan membatik, misalnya, beberapa siswa SMKN 1 Geger tampak kagum melihat ketelitian dan kesabaran siswa SLB dalam menempelkan daun pada kain, lalu dipukul dengan palu atau batu untuk memindahkan warna dan bentuk ke kain, karena saat itu, siswa-siswi SLBN Banjarsari Wetan akan membuat batik ecoprint. Begitu juga pada kegiatan kstrakurikuler tata rias, di mana beberapa siswi dari SMKN 1 Geger menjadi model untuk dirias. Siswa-siswi dari kedua sekolah saling berbagi pengalaman dan keterampilan dengan suasana penuh kehangatan. Kegiatan ini memberikan manfaat yang luas, baik secara sosial maupun emosional. Bagi siswa SLB, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki di hadapan teman-teman dari sekolah umum. Hal ini menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan atas diri mereka sendiri. Sementara bagi siswa SMKN 1 Geger, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga yang mengajarkan arti empati, kesabaran, serta penghargaan terhadap keberagaman kemampuan setiap individu. Mereka belajar bahwa setiap orang memiliki cara dan kecepatan yang berbeda dalam belajar, namun semua memiliki nilai dan keistimewaan yang sama.

Siswa-siswi SMKN 1 Geger diajak untuk melihat produk yang dihasilkan oleh siswa-siswi SLBN Banjarsari Wetan

Pada akhir kegiatan, para siswa SMKN 1 Geger menyampaikan kesan dan pesan mereka tentang pengalaman hari itu. Banyak di antara mereka yang mengaku bahwa kegiatan ini membuka mata dan hati mereka. Salah satu siswa mengatakan, “Saya merasa senang bisa bermain dan belajar bersama teman-teman di SLB. Mereka hebat, sabar, dan semangat. Saya belajar banyak hal hari ini.” Ada juga yang menyampaikan bahwa mereka menjadi lebih menghargai usaha dan perjuangan teman-teman SLB dalam melakukan kegiatan sehari-hari. Beberapa bahkan terharu melihat bagaimana siswa SLB tetap tersenyum dan bersemangat meski memiliki keterbatasan. Guru pendamping dari SMKN 1 Geger juga menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya bermanfaat bagi siswa, tetapi juga bagi pendidik. Guru hendaknya melihat potensi siswa dari sisi yang lebih luas—bukan hanya dari kemampuan akademik, tetapi juga dari kekuatan hati, semangat, dan kemauan untuk berjuang. Kegiatan Kolaborasi Inklusif ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan yang berorientasi pada nilai-nilai sosial dan emosional mampu membangun karakter peserta didik yang lebih manusiawi. Melalui interaksi sederhana, senyuman, dan kerja sama, para siswa belajar tentang arti persahabatan, empati, dan kemanusiaan. Akhirnya, kegiatan ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi sekolah-sekolah lain untuk memperkuat implementasi Social Emotional Learning secara nyata. Karena sejatinya, pendidikan bukan hanya tentang belajar di kelas, tetapi juga tentang belajar memahami dan mencintai sesama manusia.

“Peringatan Maulid Nabi: Momentum Meningkatkan Iman dan Ukhuwah di Sekolah”

Perayaan kegiatan Maulud Nabi Muhammad SAW di sekolah

Keluarga besar SLB Negeri Banjarsari Wetan berkumpul dengan penuh suka cita untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di ruangan asrama lama sekolah. Ruangan telah disiapkan bapak/ibu guru dengan menggantungkan makanan ringan (snack) untuk diambil peserta didik setelah melantunkan shalawat bersama-sama. Kegiatan perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di SLB Negeri Banjarsari Wetan diawali dengan penampilan tim hadroh yang membawakan lantunan shalawat dengan penuh semangat. Iringan rebana dan suara merdu shalawat membuat suasana terasa hidup dan khidmat. Sri Rahayu Ekotini, S.Pd. sebagai pelatih hadroh sudah mempersiapkan timnya jauh-jauh hari untuk menyambut perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW. Dan Qurrotula’yuun, S.Pd. selaku ketua panitia dan guru Pendidikan Agama Islam di SLBN Banjarsari Wetan ikut bersholawat bersama peserta didik. Kebersamaan ini menciptakan nuansa religius yang penuh kehangatan dan keceriaan, membuat seluruh warga sekolah larut dalam irama pujian kepada Rasulullah. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan pembuka dari pihak sekolah yang mengingatkan pentingnya meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW. Rangkaian awal perayaan ini menjadi momen yang menyejukkan hati serta mempererat ukhuwah di lingkungan sekolah.

Ibu Kepala SLBN Banjarsari Wetan ikut bersholawat bersama tim hadroh

Sambutan pembuka dari Handik Indarwati, M.Pd. selaku kepala sekolah memberikan pengantar tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari. Anak-anak pun diajak dengan penuh semangat untuk mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW sebagai suri teladan. Awal kegiatan ini menjadi momentum indah yang menumbuhkan rasa syukur, kebersamaan, dan kecintaan kepada Rasulullah di lingkungan sekolah. Tak lupa, beliau juga mengucapkan terimakasih untuk bapak/ibu guru yang telah mempersiapkan perayaan Maulud Nabi SAW dengan baik. Diakhir sambutannya, beliau mengajak tim hadroh untuk bersholawat bersama sebagai tanda rasa cinta kita kepada sosok Nabi Muhammad SAW. Acara berikutnya adalah tausiyah dari Qurrotula’yuun, S.Pd. Dalam penyampaiannya, beliau mengajak seluruh peserta didik untuk lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW sebagai teladan utama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan bahasa yang sederhana dan penuh kasih sayang, tausiyah tersebut menekankan pentingnya meneladani akhlak mulia Rasulullah, seperti kejujuran, kesabaran, dan kasih sayang kepada sesama. Peserta didik pun menyimak dengan antusias, sementara bapak/ibu guru turut mendampingi agar pesan-pesan yang disampaikan dapat lebih mudah dipahami. Tausiyah ini menjadi bagian penting dalam perayaan, karena memberikan bekal rohani sekaligus motivasi untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Lomba mewarnai dalam rangka perayaan Maulud Nabi Muhammad SAW

Acara berikutnya yaitu lomba mewarnai yang diikuti oleh semua peserta didik dengan menggunakan crayon, pensil warna atau spidol. Mereka diberikan kebebasan dalam mengekspresikan warna-warna yang akan mereka gunakan. Tidak juara dalam lomba mewarnai kali ini. Christ Darmawan, S.Pd. selaku dewan juri akan mengambil enam hasil yang terbaik dengan kategori kelas kecil (SDLB) dan kelas besar (SMPLB dan SMALB). peserta lomba mewarnai hanya diberikan waktu 30 menit. Setelah selesai, hasil mewarnai diserahkan ke juri yang selanjutnya akan dinilai dan diambil tiga terbaik dari kelas kecil dan besar. Purbo Anggoro, S.Pd. selaku seksi kegiatan segera mempersilahkan peserta didik untuk berdiri dan melantunkan shalawat bersama-sama setelah shalawat berakhir, peserta didik saling berebut snack yang telah digantung diruangan asrama lama sekolah. Kemudian peserta didik dipersilahkan mengambil makanan dan minuman yang mereka bawa dari rumah untuk dimakan bersama-sama.

Juri menjelaskan alasan memilih tiga hasil terbaik dari kelas besar

Peserta didik telah selesai makan dan mereka tidak sabar dengan pengumuman top six dari kelas kecil dan besar. Sebelum memberikan pengumuman enam hasil terbaik, peserta didik diajak untuk mereviev tausiyah yang tadi disampaikan pada kegiatan inti. Alhamdulillah dengan bimbingan bapak/ibu guru, mereka masih ingat dan bisa menjawab setiap pertanyaan yang diberikan kepada mereka. Mereka mampu menceritakan inti dari peringatan Hari Kelahiran Nabi Muhammad SAW. Waktunya pengumuman lomba mewarnai telah tiba. Suasana menjadi riuh dengan penuh antusias ketika nama-nama mulai dibacakan. Para peserta didik tampak berdebar menunggu giliran, sementara bapak/ibu guru ikut memberikan semangat. Ketika pemenang dipanggil ke depan, wajah-wajah ceria terpancar, menunjukkan rasa bangga dan bahagia atas usaha yang telah mereka lakukan. Penyerahan hadiah dilakukan dengan penuh kehangatan, tidak hanya sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas anak-anak, tetapi juga sebagai motivasi agar mereka terus bersemangat dalam berkarya. Momen ini menambah keceriaan dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW, sekaligus mempererat kebersamaan seluruh warga sekolah.