Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com (0351) 493719/ 081330651175

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

KEGIATAN P5 TENTANG SUARA DEMOKRASI DENGAN MELAKSANAKAN SIMULASI PEMILIHAN KETUA OSIS

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS SLB Negeri Banjarsari Wetan

Salah satu kegiatan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada implementasi kurikulum merdeka di sekolah adalah tema “Suara Demokrasi”. SLB Negeri Banjarsari Wetan melaksanakan kegiatan tersebut dengan memberikan simulasi pemilihan ketua OSIS kepada siswa-siswi jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB. Sebelum kegiatan dimulai, beberapa siswa didampingi oleh bapak dan ibu guru menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan untuk kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS, diantaranya kotak suara, bilik suara, paku, stereofom. Sedangkan bapak dan ibu guru yang lain menyiapkan administrasi yang akan digunakan, seperti surat suara, visi dan misi calon ketua OSIS, kepanitiaan dsb.

Siswa-siswa didampingi guru membuat kotak dan bilik suara

Sebagai kandidat ketua OSIS, para guru menunjuk Ramadhan Setiawan dan Junita Ambarwati yang dirasa mampu untuk berkomunikasi dengan baik. Dengan dipandu bapak/ibu guru Wawan dan Ambar diminta untuk membuat moto, visi, misi dan tujuan serta program-program kegiatan OSIS untuk mendapatkan simpati dan keyakinan dari warga sekolah. Guru hanya memfasilitasi dan mengarahkan ide-ide yang disampaikan dari dua kandidat tersebut. Selain itu, guru juga memberikan gambaran jika seorang ketua OSIS tidak boleh malu dan berani dalam berorasi di depan semua warga sekolah.

Siswa-siswi memperhatikan dengan seksama kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS

Rabu (19/6) kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan akan dimulai. Panitia dari guru dan siswa menyiapkan tempat dan peralatan yang akan digunakan. Setelah dirasa siap, panitia mempersilahkan para pemilih (bapak/ibu guru dan siswa-siswi) memasuki halaman dalam sekolah dimana tempat simulasi akan dilaksanakan. Kegiatan dibuka dengan sambutan Handik Indarwati, M.Pd selaku Penanggung Jawab kegiatan ini. Beliau mengapresiasi kegiatan yang telah disusun dengan baik. Peralatan dan sarana yang digunakan mencerminkan kegiatan pemilihan ketua OSIS yang sebenarnya, tidak abal-abal. Dalam sambutannya beliau berpesan “kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi agar mampu merefleksikan makna dan memahami implementasi demokrasi dalam lingkup organisasi sekolah maupun kondisi sebenarnya di lingkungan masyarakat atau dunia kerja. Maka laksanakanlah kegiatan simulasi ini dengan sungguh-sungguh”

 

Calon Ketua OSIS SLBN banjarsari Wetan sedang menyampaikan visi dan misi serta program-program jika terpilih nanti.

Berikutnya Yulita Nurviyanti, S.Pd sebagai nara sumber menjelaskan materi tentang demokrasi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, beliau menjelaskan apa itu demokrasi, apa tujuan demokrasi, dan memberikan contoh-contoh seputar demokrasi. Kemudian dilanjut Christ Darmawan, S.Pd selaku ketua panitia kegiatan memberikan gambaran kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan kepada para siswa-siswi. Dimulai dengan memperkenalkan kedua kandidat ketua OSIS, bagaimana alur pemilihan calon ketua OSIS, dll. Setelah itu masing-masing calon ketua OSIS menyampaikan moto, visi, misi dan tujuan serta program-program yang akan dilaksanakan jika menjadi ketua OSIS secara bergantian. Untuk memperjelas tata cara dan alur kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan, Ibu Kepala SLBN Banjarsari Wetan memberikan contoh sekaligus pemilih pertama dalam kegiatan simulasi ini, yang kemudian diikuti oleh bapak/ibu guru serta seluruh siswa-siswi.

Panitia juga memberikan pendampingan untuk siswa tuna daksadan tuna netra

Setelah kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS selesai, seluruh pemilih diberikan waktu istirahat untuk makan dan minum yang telah disediakan oleh bapak/ibu guru sambil menunggu kegiatan penghitungan suara. Disela-sela waktu istirahat, siswa-siswi diberikan waktu untuk menunjukkan kebolehannya. Ada yang bernyanyi, membaca puisi dan menari. Acara berikutnya adalah penghitungan suara yang dipimpin oleh Yoyok Prasetyo dan Riza Ilmana Harir, S.Pd. “Nomer satu, saaahhhhh…”, “Nomer dua, saaahhh…” Teriak siswa-siswi ketika melihat surat suara yang ditunjukkan kepada siswa-siswi. Setelah penghitungan suara selesai, petugas langsung merekap jumlah suara yang sah dan tidak sah.

Proses penghitungan suara dan sambutan ketua OSIS terpilih

Dan dari hasil penghitungan suara, Ramadhan Setiawan mendapatkan 25 suara sedangkan Junita Ambarwati medapatkan 24 suara. Dengan hasil ini, maka Ramadhan Setiawan sah menjadi ketua OSIS dalam kegiatan simulasi ini. Untuk menutup rabgkaian kegiatan simulasipemilihan ketua OSIS, Ramadhan Setiawan selaku ketua OSIS terpilih memberikan sambutan atas kemenangannya. Semoga dengan kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS ini siswa-siswi mendapatkan pengetahuan tentang tata cara memilih dan bagaimana alurnya.

 

DIBUANG SAYANG….

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYEMBELIHAN SAPI DAN KAMBING DALAM PERAYAAN IDUL ADHA 1445H BERSAMA DI SEKOLAH

Bapak/ibu guru beserta siswa-siswi SLB Negeri Banjarsari Wetan siap memotong daging bersama-sama

Setiap tahun, SLB Negeri Banjarsari Wetan selalu merayakan Idul Adha di sekolah bersama bapak/ibu guru, siswa-siswi dan dibantu warga sekitar. Pada tahun ini, SLBN Banjarsari Wetan menyembelih satu ekor sapi dan tiga ekor kambing. Sebenarnya jumlah kambing yang disembelih ada enam ekor, tetapi tiga ekor yang lain seperti biasanya diberikan kepada sekolah (SLB) yang belum mendapatkan daging kurban.

Penyembelihan kambing dari donatur

Jam 07.00 WIB kegiatan penyembelihan hewan kurban dimulai. Bapak/ibu guru dan siswa-siswi sudah sibuk dengan berbagai aktivitas. Ada yang merebus air, menyiapkan pisau, menyiapkan tempat daging dll. Rencananya, daging kambing akan diolah untuk sate dan gulai. Sedangkan daging sapi akan diolah menjadi lapis dan sebagian akan dibagikan untuk semua siswa dan warga sekitar. setelah semua hewan terpotong, daging kambing diolah menjadi sate dan gulai sedangkan untuk daging sapi diolah menjadi lapis dan sebagian dibagikan untuk semua siswa dan warga sekitar.

“Selamat Hari Raya Qurban, Hari Raya Pensucian. Semoga apa pun yang Allah berikan bisa menjadi jalan untuk kian mendekatkan kita kepada-Nya. Aamiin…”

DIBALIK LAYAR

Isra Miraj: pentingnya mensyukuri nikmat yang telah diberikan Alloh SWT

Pembagian kelas kecil dan kelas besar pada peringatan Isra’ Miraj di SLB Negeri Banjarsari Wetan

Isra Miraj adalah peristiwa diperjalankannya Rasulullah SAW dari Masjidil Haram ke Baitul Maqdis yang kemudian dilanjutkan hingga ke Sidratul Muntaha. Kejadian ini menjadi cikal-bakal kewajiban salat lima waktu bagi kaum muslimin. Dengan kata lain, Isra Miraj adalah salah satu peristiwa penting dalam ajaran Islam. Lewat kejadian itu, Nabi Muhammad SAW melakukan perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, kemudian dinaikkan ke langit ketujuh dalam waktu semalam. Itulah inti tauziah dari Parji, S.Pd dan Qurrotul A’yuun, S.Pd guru Pendidikan Agama Islam SLBN Banjarsari Wetan.

Rabu (2/7), Siswa-siswi dan bapak/ibu guru SLB Negeri Banjarsari Wetan merayakan salah satu hari besar agama Islam disekolah, yaitu Isra’ Miraj. Semua siswa laki-laki dan perempuan memakai busana muslim yang beraneka ragam dari mulai bentuk, warna dan corak. Sebelum kegiatan isra’ miraj dimulai, semuanya berkumpul di halaman sekolah guna melakukan rutinitas seperti biasa, seperti hafalan doa sehari-hari, surat-surat pendek, niat sholat, niat puasa dll. Setelah itu, siswa-siswi berjabat tangan dengan bapak-ibu guru secara bergantian dan langsung menuju halaman dalam sekolah untuk kelas kecil dan mushola untuk kelas besar.

Dengan bimbingan guru, para siswa-siswi kelas kecil menonton film tentang Nabi Muhammad SAW dalam Acara Peringatan Hari Besar Islam Isra Miraj berama-sama

Siswa-siswi kelas kecil berinteraksi bersama bapak/ibu guru dengan bertanya jawab dan menonton film tentang kisah Nabi Muhammad SAW. Sesekali bapak/ibu guru menjelaskan beberapa peristiwa yang ada di film tersebut dengan memberikan contoh dalam kehidupan sehari-hari agar mereka bisa lebih memahami. sedangkan untuk kelas besar, siswa-siswi diajak mendengarkan tauziah dari Parji, S.Pd sebagai guru Pendidikan Agama Islam di sekolah. Setelah mendengarkan tauziah, mereka diajak untuk bermain hadrah yang dipandu oleh Qurrotul A’yuun, S.Pd dan Jefri Dwi Cahyono, S.Pd. Setelah semua kegiatan dalam rangka peringatan hari besar Isra’ Miraj selesai, siswa-siswi kelas besar dan kelas kecil berkumpul bersama dihalaman dalam sekolah untuk makan bersama. Semua terlihat senang dengan kegiatan perayaan Isra’ Miraj pada tahun ini.

Bersholawat dengan diiringi hadroh