Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

PELATIHAN TATA KECANTIKAN HAIRDO DI SLB NEGERI BANJARSARI WETAN: MEMBEKALI PESERTA DIDIK DENGAN KETERAMPILAN VOKASIONAL MENUJU KEMANDIRIAN

SLB Negeri Banjarsari Wetan Kabupaten Madiun menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo selama 10 hari, mulai Senin, 19 Oktober sampai dengan Jumat, 30 Oktober 2026. Kegiatan ini bertempat di Aula Pertemuan SLB Negeri Banjarsari Wetan dan menghadirkan narasumber profesional, yaitu Dra. Atik Koestantiningsih dari LPK Rekma Ayu. Pelatihan diikuti oleh 8 peserta didik dengan didampingi oleh 4 guru pendamping.

Kegiatan pelatihan ini merupakan salah satu bentuk pengembangan keterampilan vokasional bagi peserta didik berkebutuhan khusus, yang didanai melalui BOSKIN Prestasi. Program ini menjadi wujud nyata komitmen sekolah dalam memberikan bekal keterampilan praktis yang sesuai dengan potensi, minat, dan kemampuan peserta didik sebagai bagian dari upaya mempersiapkan mereka agar lebih mandiri dan memiliki keterampilan yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.

Selama sepuluh hari pelaksanaan, peserta mendapatkan pembelajaran secara bertahap melalui perpaduan penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Pada tahap awal, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar tata kecantikan dan teknik penataan rambut (hairdo). Selanjutnya, peserta mempelajari berbagai teknik sanggul, mulai dari Back Style (pola belakang), Side Style (pola samping), Top Style (pola puncak), Combination Style (pola kombinasi), hingga teknik full sasak dan kombinasi full sasak.

Tidak hanya mempelajari teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk mempraktikkan setiap teknik menggunakan manekin maupun model secara bergantian. Seiring berjalannya pelatihan, tingkat kesulitan praktik ditingkatkan secara bertahap. Peserta mulai dilatih untuk mengerjakan penataan rambut secara lebih mandiri dengan menerapkan teknik yang telah dipelajari. Pada hari terakhir, kegiatan diisi dengan ujian praktik sanggul sebagai bentuk evaluasi terhadap penguasaan keterampilan peserta selama mengikuti pelatihan.

Di bawah bimbingan Dra. Atik Koestantiningsih dari LPK Rekma Ayu, peserta memperoleh pengalaman belajar langsung dari praktisi yang memiliki kompetensi di bidang tata kecantikan. Sementara itu, kehadiran empat guru pendamping turut memberikan dukungan, motivasi, dan pendampingan sesuai dengan kebutuhan masing-masing peserta didik. Pendekatan pembelajaran yang mengutamakan demonstrasi, pengulangan, dan praktik langsung menjadi salah satu upaya agar setiap peserta dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan kemampuan dan perkembangannya.

Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan belajar menata rambut, melainkan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan rasa percaya diri, kedisiplinan, ketekunan, kreativitas, tanggung jawab, serta keberanian peserta didik dalam mencoba keterampilan baru. Setiap proses dan hasil praktik menjadi pengalaman berharga yang menunjukkan bahwa peserta didik berkebutuhan khusus memiliki potensi untuk berkembang apabila diberikan kesempatan, fasilitas, dan pendampingan yang tepat.

MANFAAT KEGIATAN

Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo memberikan berbagai manfaat, baik bagi peserta didik maupun sekolah, antara lain:

  1. Meningkatkan keterampilan vokasional. Peserta didik memperoleh pengetahuan dan keterampilan dasar hingga lanjutan dalam penataan rambut dan pembuatan sanggul dengan berbagai teknik.
  2. Menumbuhkan kemandirian. Peserta dilatih untuk melakukan tahapan pekerjaan secara bertahap, mulai dari persiapan alat dan bahan, proses penataan rambut, hingga menghasilkan sebuah karya hairdo.
  3. Mengembangkan kreativitas dan ketelitian. Berbagai model dan teknik sanggul memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengeksplorasi kreativitas, melatih koordinasi motorik, serta meningkatkan ketelitian dalam bekerja.
  4. Meningkatkan rasa percaya diri. Pengalaman praktik dan keberhasilan menyelesaikan hasil penataan rambut memberikan motivasi serta kebanggaan terhadap kemampuan diri sendiri.
  5. Membuka peluang keterampilan produktif. Keterampilan tata kecantikan yang diperoleh dapat menjadi bekal awal untuk mengembangkan usaha jasa penataan rambut atau peluang kerja di bidang kecantikan sesuai dengan kemampuan masing-masing peserta didik.
  6. Meningkatkan kompetensi guru pendamping. Guru memperoleh pengalaman dan pengetahuan baru dalam bidang tata kecantikan sehingga dapat mendukung pengembangan pembelajaran keterampilan vokasional di sekolah.
HARAPAN DAN TINDAK LANJUT

Melalui kegiatan Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo ini, diharapkan peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru, tetapi juga mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Keterampilan yang telah dipelajari diharapkan dapat terus diasah melalui kegiatan praktik berkelanjutan sehingga peserta semakin terampil, mandiri, produktif, dan memiliki kesiapan untuk menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di sekolah.

Sekolah juga berharap agar keterampilan tata kecantikan ini dapat menjadi salah satu bidang keterampilan unggulan yang terus dikembangkan melalui program vokasional. Dengan dukungan guru pendamping, sarana praktik yang memadai, serta kerja sama dengan lembaga pelatihan profesional, hasil pelatihan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan selama sepuluh hari saja, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi kegiatan pembelajaran produktif, layanan jasa sederhana, bahkan peluang kewirausahaan bagi peserta didik.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan mampu membangun paradigma bahwa setiap anak memiliki potensi, bakat, dan kesempatan yang sama untuk berkarya. Keterbatasan bukanlah penghalang untuk belajar dan menghasilkan sesuatu yang bernilai. Dengan pendidikan yang tepat, pendampingan yang berkesinambungan, dan kesempatan untuk mengembangkan diri, peserta didik berkebutuhan khusus juga mampu menunjukkan kompetensi, menghasilkan karya, serta berkontribusi di tengah masyarakat.

Melalui Pelatihan Tata Kecantikan Hairdo, SLB Negeri Banjarsari Wetan berkomitmen untuk terus menghadirkan pendidikan vokasional yang bermakna, inklusif, dan berorientasi pada masa depan peserta didik. Karena tujuan pendidikan bukan hanya membekali peserta didik dengan pengetahuan, tetapi juga mempersiapkan mereka agar mampu berkarya, mandiri, dan memiliki kehidupan yang lebih baik.

Leave a Reply

Your email address will not be published.