Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

JUARA UMUM LKSN PK-PLK 2026: BUKTI NYATA KUALITAS SLBN BANJARSARI WETAN

Kegiatan Lomba Kompetensi Siswa Nasional (LKSN) PK-PLK Kabupaten Madiun Tahun 2026 merupakan salah satu agenda penting dalam rangka mengembangkan keterampilan vokasional, kreativitas, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Rabu, 29 April 2026, dengan SLBN Banjarsari Wetan sebagai tuan rumah pelaksana. Sejak pagi hari, suasana sekolah telah dipenuhi dengan semangat dan antusiasme para peserta, guru pendamping, serta panitia yang turut berperan dalam menyukseskan kegiatan tersebut.

Para peserta dan guru pendamping dari seluruh SLB se-Kabupaten Madiun telah hadir sejak pukul 07.00 WIB untuk melakukan persiapan. Salah satu guru pendamping ditugaskan untuk melakukan proses registrasi, sementara pendamping lainnya membantu peserta dalam menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama perlombaan. Tepat pada pukul 07.30 WIB, seluruh rangkaian kegiatan LKSN resmi dimulai.

Tahun ini, terdapat sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, yaitu tata busana, tata boga, kriya kayu, teknologi informasi, membatik, merangkai bunga, suvenir, pijat akupresur, dan kecantikan. Setiap cabang lomba dinilai oleh juri profesional yang didatangkan dari luar, sesuai dengan bidang keahlian masing-masing, sehingga objektivitas dan kualitas penilaian dapat terjamin dengan baik.

Setelah perlombaan dimulai, seluruh guru pendamping diminta untuk meninggalkan ruang lomba. Hal ini bertujuan agar para peserta dapat mengekspresikan kemampuan dan kreativitas mereka secara mandiri tanpa intervensi, sekaligus melatih kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas yang diberikan.

Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap hidup dan penuh semangat berkat peran pembawa acara, yaitu Bapak Christ Darmawan, S.Pd. dan Ibu Yulta Nurviyanti, S.Pd. Keduanya tidak hanya memandu jalannya acara, tetapi juga memberikan motivasi kepada para peserta. Sesekali, mereka juga melakukan wawancara ringan dengan para guru pendamping yang tampak tegang, mengingat besarnya harapan agar peserta didiknya mampu menerapkan hasil latihan yang telah diberikan selama di sekolah masing-masing.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Madiun, Ibu Lena, M.Pd., beserta pengawas PK-PLK Wilayah Madiun, yaitu Bapak Midin, M.Pd. dan Bapak Sugiono, M.Pd. Dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan secara resmi, Ibu Lena, M.Pd. menyampaikan pesan yang penuh motivasi. “Kegiatan LKSN ini bukan hanya sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah untuk menunjukkan potensi, keterampilan, serta kemandirian peserta didik berkebutuhan khusus. Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti lomba dengan penuh percaya diri, menjunjung tinggi sportivitas, serta mampu menunjukkan hasil terbaik dari proses pembelajaran yang telah dilalui. Kepada para guru pendamping, saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kerja keras dalam membimbing peserta didik hingga mampu berkompetisi pada hari ini.”

Setelah pembukaan, Ibu Kepala Cabang Dinas beserta rombongan berkeliling mengunjungi setiap ruang lomba untuk melihat secara langsung proses dan hasil karya peserta. Ungkapan kekaguman dan rasa bangga kerap disampaikan, mengingat kualitas hasil karya yang ditampilkan sangat luar biasa, meskipun para peserta merupakan anak-anak berkebutuhan khusus.

Untuk menjaga suasana tetap meriah dan kondusif, para guru pendamping dipersilakan untuk menikmati waktu dengan bernyanyi karaoke yang telah disediakan panitia, serta mencari tempat yang nyaman selama menunggu peserta menyelesaikan tugasnya.

Menjelang siang hari, tibalah saat yang paling dinantikan, yaitu pengumuman pemenang. Seluruh peserta dan guru pendamping berkumpul di panggung utama dengan penuh rasa harap dan tegang. Sebelum pengumuman dimulai, seluruh hasil karya peserta ditampilkan di meja display sehingga semua yang hadir dapat melihat secara langsung keindahan dan kualitas karya yang dihasilkan. Khusus untuk lomba kecantikan, para model yang telah dirias diberikan kesempatan untuk berjalan di atas panggung layaknya model profesional. Mereka menampilkan hasil riasan, kostum, dan aksesori dengan penuh percaya diri, yang kemudian disambut dengan tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin. Setiap juri tidak hanya mengumumkan pemenang juara 1, 2, dan 3, tetapi juga memberikan ulasan mengenai kelebihan dan kekurangan masing-masing peserta. Selain itu, juri juga memberikan masukan yang konstruktif sebagai bekal persiapan menuju kompetisi di tingkat provinsi.

Suasana semakin meriah ketika nama-nama pemenang diumumkan. Tepuk tangan dan sorak sorai terdengar, khususnya dari keluarga besar SLBN Banjarsari Wetan yang dengan penuh semangat meneriakkan yel-yel kebanggaan:

“SLB Negeri Banjarsari Wetan… Jayalah selalu… Juara… Juara… Juara… Yes!” Dari sembilan cabang lomba yang dipertandingkan, SLBN Banjarsari Wetan berhasil meraih prestasi yang sangat membanggakan, yaitu delapan juara pertama dan satu juara ketiga. Juara pertama diraih oleh Muh Khafi Setiawan (kriya kayu), Elmi (pijat akupresur), Silfi (kecantikan), Izzana (tata boga), Wahyu (merangkai bunga), Atika (membatik), Valla (tata busana), dan Ifnu (teknologi informasi). Sementara itu, juara ketiga diraih oleh Bayu pada cabang lomba suvenir.

Prestasi ini menjadi bukti nyata dari kerja keras, ketekunan, serta sinergi yang baik antara peserta didik dan para guru pembimbing. Keberhasilan ini tidak terlepas dari dedikasi bapak dan ibu guru yang telah memberikan bimbingan dengan penuh kesabaran dan profesionalisme.

Sebagai penutup, kami menyampaikan kesan dan pesan sebagai juara umum dalam kegiatan ini. Keberhasilan yang diraih bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk terus meningkatkan kualitas dan mempertahankan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Kami merasa bangga, bersyukur, dan termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik. Semoga prestasi ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik berkebutuhan khusus untuk terus berkembang, berkarya, dan berprestasi tanpa batas

Leave a Reply

Your email address will not be published.