Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com 081335401838 / 08980534846

MPLS Ramah SLB Negeri Banjarsari Wetan Tahun Pelajaran 2026/2027: Menyambut Peserta Didik dengan Ceria, Aman, dan Bermakna

Sekolah Luar Biasa Negeri Banjarsari Wetan menyelenggarakan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Pelajaran 2026/2027 bagi peserta didik jenjang SDLB. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, Senin, 13 Juli 2026 sampai Jumat, 17 Juli 2026 dirancang sebagai momentum untuk menyambut peserta didik baru dengan suasana yang ramah, menyenangkan, aman, dan penuh makna.

MPLS Ramah menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, tenaga kependidikan, serta teman-teman baru. Dengan pendekatan yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus, setiap kegiatan dikemas secara sederhana, interaktif, dan menyenangkan. Guru tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menciptakan suasana yang membuat peserta didik merasa diterima, dihargai, aman, dan nyaman berada di lingkungan sekolah.

Senin: Awal yang Hangat dan Penuh Keceriaan

Rangkaian kegiatan diawali pada Senin dengan upacara penyambutan yang diikuti oleh kepala sekolah, guru, dan karyawan. Setelah itu, peserta didik baru mengikuti kegiatan salam sapa, mengenali lingkungan sekolah, serta saling mengenal dengan teman dan guru.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi ASRI melalui penyampaian materi tentang makanan sehat dan bergizi. Peserta didik diajak mengenal pentingnya memilih makanan yang baik bagi kesehatan dan membangun kebiasaan hidup sehat. Kegiatan ditutup dengan refleksi dan doa bersama.

Hari pertama menjadi awal yang penuh kehangatan. Senyum, sapaan, dan pendampingan guru menjadi bagian penting dalam membangun keberanian peserta didik untuk mulai beradaptasi dengan lingkungan sekolah yang baru.

Selasa: Belajar Peduli dan Siaga

Pada Selasa, kegiatan diawali dengan salam sapa dan G7KAIH (Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat) melalui pertemuan pagi yang ceria. Peserta didik melakukan senam, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan G7KAIH, membangun kerukunan bersama teman, serta mengikuti kegiatan hafalan.

Selanjutnya, peserta didik mendapatkan materi tentang penanggulangan bencana gempa bumi. Tidak hanya menerima penjelasan, peserta didik juga diajak melakukan praktik sederhana agar lebih mengenal tindakan yang dapat dilakukan ketika terjadi bencana.

Pada sesi berikutnya, peserta didik dikenalkan dengan nilai-nilai anti korupsi melalui materi yang disesuaikan dengan kemampuan mereka. Nilai kejujuran, tanggung jawab, dan disiplin diperkenalkan melalui cara-cara sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Rabu: Sehat, Peduli Lingkungan, dan Mengenal Jenjang Baru

Memasuki Rabu, kegiatan kembali diawali dengan pembiasaan pagi dan G7KAIH. Peserta didik kemudian mengikuti cek kesehatan gratis oleh Puskesmas sebagai bentuk perhatian terhadap kesehatan warga sekolah.

Kegiatan ASRI dilanjutkan dengan pengenalan tanaman rimpang serta praktik menanam tanaman rimpang di lingkungan sekolah. Peserta didik memperoleh pengalaman langsung untuk mengenal tanaman sekaligus belajar menjaga dan merawat lingkungan sekitar.

Selanjutnya, peserta didik mendapatkan pengenalan jenjang baru, meliputi kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan ini membantu peserta didik memperoleh gambaran mengenai berbagai aktivitas yang akan mereka jalani selama berada di lingkungan sekolah.

Kamis: Belajar Tanggap dan Bijak di Era Digital

Pada Kamis, kegiatan pembiasaan pagi kembali dilaksanakan dengan penuh semangat. Peserta didik kemudian mengikuti materi ASRI tentang penanggulangan bencana kebakaran yang disampaikan oleh petugas pemadam kebakaran.

Peserta didik tidak hanya mendapatkan penjelasan, tetapi juga mengikuti simulasi sederhana penanggulangan kebakaran. Kegiatan ini memberikan pengalaman nyata sekaligus menanamkan sikap tenang, waspada, dan tanggap ketika menghadapi keadaan darurat.

Setelah istirahat, kegiatan dilanjutkan dengan literasi digital yang membahas kecakapan, keamanan, dan etika dalam menggunakan teknologi. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi peserta didik agar dapat mengenal teknologi secara positif, aman, dan bertanggung jawab.

Jumat: Menjaga Lingkungan dan Menunjukkan Potensi

Pada hari terakhir, Jumat, peserta didik kembali mengikuti kegiatan pembiasaan pagi dan G7KAIH. Kegiatan ASRI kemudian mengangkat tema pemilahan dan pengelolaan sampah untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Peserta didik diajak melakukan praktik memilah sampah sehingga pembelajaran tidak hanya berhenti pada teori, tetapi juga diterapkan melalui aktivitas langsung.

Sebagai penutup rangkaian MPLS, peserta didik mengikuti unjuk bakat dan minat. Kegiatan ini menjadi salah satu momen yang paling menyenangkan karena setiap peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan, keberanian, kreativitas, dan potensi yang dimiliki. Setiap penampilan mendapatkan apresiasi sebagai bentuk penghargaan terhadap keunikan dan kemampuan masing-masing peserta didik.

MPLS sebagai Awal Perjalanan Belajar

Lima hari pelaksanaan MPLS Ramah SLB Negeri Banjarsari Wetan memberikan berbagai pengalaman berharga bagi peserta didik. Dari kegiatan mengenal teman dan guru, pembiasaan hidup sehat, kesiapsiagaan bencana, penanaman nilai kejujuran, kepedulian terhadap lingkungan, literasi digital, hingga pengenalan bakat dan minat, seluruh rangkaian kegiatan diarahkan untuk membangun kemandirian, keberanian, kepedulian, kedisiplinan, dan rasa percaya diri.

Lebih dari sekadar kegiatan pengenalan sekolah, MPLS Ramah menjadi jembatan awal bagi peserta didik untuk membangun rasa memiliki terhadap sekolah. Kehadiran guru yang mendampingi dengan sabar dan penuh perhatian diharapkan dapat membantu peserta didik beradaptasi secara bertahap serta menemukan pengalaman belajar yang menyenangkan.

Melalui kegiatan ini, SLB Negeri Banjarsari Wetan terus berkomitmen menghadirkan lingkungan pendidikan yang ramah, inklusif, aman, dan menghargai setiap potensi peserta didik. Setiap anak memiliki kemampuan dan keistimewaannya masing-masing, sehingga sekolah hadir untuk memberikan ruang agar potensi tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengan semangat “MPLS Ceria, Sekolah Ramah, Siswa Berkah!”, kegiatan MPLS Tahun Pelajaran 2026/2027 diharapkan menjadi awal perjalanan pendidikan yang penuh pengalaman positif. Semoga peserta didik baru semakin percaya diri, mampu beradaptasi dengan lingkungan sekolah, memiliki semangat untuk belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang beriman, mandiri, peduli, kreatif, dan berakhlak mulia.

MPLS Ramah bukan sekadar mengenalkan sekolah, tetapi menghadirkan pengalaman pertama yang hangat agar setiap peserta didik merasa diterima, dihargai, dan siap tumbuh bersama di SLB Negeri Banjarsari Wetan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.