Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com (0351) 493719/ 081330651175

HARI GURU NASIONAL 2022: KEJUTAN YANG LUAR BIASA DARI ANAK-ANAK YANG LUAR BIASA

Semua guru mendapatkan hadiah yang sederhana tapi bermakna

Kegiatan hari Jumat, 25 November 2022 awalnya tampak seperti biasa, jam 07.00 WIB peserta didik dan bapak/ibu guru berkumpul di halaman sekolah untuk melafalkan doa sehari-hari dan surat-surat pendek bersama sebelum jalan sehat dan senam pagi. Tetapi sesudah kegiatan doa bersama, ada beberapa peserta didik yang berlari menuju kelas. Awalnya bapak/ibu guru merasa tidak ada yang aneh. “Mungkin mereka mau mengambil minum di dalam tasnya.” ujar Qurrotula’yuun, S.Pd guru Pendidikan Agama Islam yang saat itu memimpin kegiatan doa-doa tersebut. Tiba-tiba Wawan, salah seorang peserta didik berteriak mengucapkan “SELAMAT HARI GURU” dan diikuti oleh peserta didik yang lain. Tidak itu saja, mereka juga memberikan “hadiah” kepada bapak/ibu guru.

Kejutan dari peserta didik untuk bapak/ibu guru di Hari Guru Nasional

Ada bouquet bunga, bouquet snack dan ada juga yang memberikan permen yang disusun berbentuk love. Betapa bahagianya dan terharunya kita sebagai guru di SLB negeri Banjarsari Wetan, bukan karena hadiah yang diberikan kepada kita, tetapi perhatian dan rasa kasih sayang yang mereka berikan kepada kita.

“Selamat Hari Guru untuk para guru yang telah menjadi penerang bagi semua anak bangsa. Terima kasih atas semua jasa dan perjuanganmu.”

Serba-Serbi Peringatan Hari Guru Nasional 2022

PERSEMBAHAN MEDALI DALAM KEJUARAAN PEKAN PARALYMPIC DAERAH (PEPARDA) DI SIDOARJO TAHUN 2022

Muh. Fariz Fauzy, siswa SLBN Banjarsari Wetan Kab. Madiun mempersembahkan medali perunggu cabang tolak peluru

Empat atlet SLB Negeri Banjarsari Wetan mengikuti kejuaraan Pekan Paralympic Daerah (Peparda) Jawa Timur Tahun 2022 di Mojokerto, diantaranya adalah Muh. fariz Fauzy (cabor tolak peluru), Mayang Duwitasari (cabor athletik), Wulan Dini Amy Dhana (athletik) dan Yusuf Rachmad Nuryadin (cabor tenis meja). Mereka mewakili kontingen dari Kabupaten Madiun kelompok usia pelajar (usia maksimal 17 th).

Pemberangkatan kontingen Peparda Kabupaten Madiun oleh Bapak Wakil Bupati – H. Hari Wuraynto (14/11)

Pekan Paralimpyc Daerah (Peparda) adalah suatu ajang pembuktian bahwa penyandang disabilitas juga memiliki hak untuk berkompetisi dengan memiliki tekad dan semangat yang membara serta menjunjung sikap sportifitas yang tinggi. Oleh karenanya, banyak pihak-pihak yang terkait memberikan perhatiannya kepada para atlit dan official yang akan bertanding.  Hal itu yang dilakukan oleh Bapak H. Hari Wuryanto (Wakil Bupati Madiun) dengan menyempatkan hadir dalam pemberangkatan kontingen peparda Kabupaten Madiun ke Sidoarjo.

Berbagai jenis cabor yang diikuti oleh siswa-siswi dari SLBN Banjarsari Wetan

Alhamdulillah, pencapaian terbaik salah satu siswa dari SLBN Banjarsari Wetan adalah mendapatkan medali perunggu pada cabang tolak peluru. Semoga ini menjadikan pengalaman bagi semua atlit khususnya dari SLBN Banjarsari Wetan untuk kedepannya dapat meraih prestasi yang lebih baik lagi.

 

SOSIALISASI TINDAKAN ANTI KEKERASAN DAN PERUNDUNGAN PADA SISWA

Ibu Kepala SLBN Banjarsari Wetan sedang membuka kegiatan sosialisasi tindakan anti kekerasan dan perundungan pada siswa

Seperti yang kita ketahui bahwa semakin hari semakin banyak terjadi kasus perundungan pada anak-anak khususnya di lingkungan sekolah, hal ini tentu saja menjadi kecemasan dan keresahan tersendiri bagi orang tua dan juga guru. Banyaknya kasus-kasus perundungan ini terjadi dikarenakan masih rendahnya pemahaman masyarakat tentang dampak dari perundungan yang akan berpengaruh terhadap psikis korban, dalam hali ini adalah siswa. Maka Handik Indarwati, M.Pd selaku Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan bekerja sama dengan Polsek Dagangan mengadakan sosialisasi tindakan anti kekerasan dan perundungan pada siswa di sekolah.

Arahan dari Bapak Polsek Dagangan dalam sosialisasi tindakan anti kekerasan dan perundungan bagi siswa

Untuk peserta sosialisasi anti kekerasan ini diambil dari siswa kelas besar (SMPLB dan SMALB) dari semua ketunaan dan kelas kecil (SDLB) untuk siswa tunarungu. Selain memberikan sosialisasi, narasumber memberikan tanya jawab yang di sambut hangat oleh para peserta sosialisasi. Narasumber merasa kaget dan tersanjung atas antusiasme peserta didik yang begitu semangat menanyakan beberapa hal yang belum diketahuinya. “Baru kali ini, banyak siswa yang bertanya kepada saya. Biasanya mereka takut dan diam saja, apalagi tahu kalau saya seorang polisi” Ujar salah seorang narasumber ditengah-tengah sesi tanya jawab.

Foto bersama narasumber dan peserta sosialisasi

Diakhir kegiatan, bapak narasumber beserta peserta sosialisasi menyempatkan foto bersama. Sebelum meninggalkan sekolah, salah satu narasumber berpesan kepada siswa-siswa agar semua siswa-siswi, guru dan karyawan harus selalu berkomunikasi dengan baik, semuanya juga harus bertekad untuk tidak sedikitpun diperbolehkan untuk melakukan tindak yang buruk atau mengganggu yang lain.