Desa Banjarsari Wetan Kecamata Dagangan Provinsi Jawa Timur Indonesia slbnbanjarsariwetan@gmail.com (0351) 493719/ 081330651175

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP SLB NEGERI BANJARSARI WETAN

HASIL PRODUK UNGGULAN UEP
SLB NEGERI BANJARSARI WETAN
Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun
Provinsi Jawa Timur

KATA PENGANTAR

Keterampilan kecakapan hidup merupakan hal penting yang harus dikuasai oleh peserta didik pendidikan khusus. Dengan keterampilan kecakapan hidup,  mereka dapat hidup mandiri, dapat menghasilkan produk yang menjadi sumber penghasilan, dan dapat membuka usaha (berwiraswasta) untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun mendirikan sebuah rumah produksi yang menjadi wadah bagi peserta didiknya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan keterampilan yang dimilkinya.

Rumah produksi SLB Negeri Banjarsari Wetan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun menghasilkan 5 produk unggulan meliputi produk menjahit (tata busana), batik, boga (sambel pecel, brambang goreng, lempeng beras, olahan jajanan dan jus), kriya kayu dan kerajinan tangan (bandana, bros, alas piring, boneka, tempat tisu, taplak meja, dll).

Hasil dari rumah produksi dipasarkan melalui koperasi sekolah, pamerandan media sosial. Banyak konsumen yang menyukai hasil produksi kami karena kualitas yang bagus dan harga jual di bawah harga pasar.

PONDOK RAMADHAN: MENGUATKAN KARAKTER PESERTA DIDIK YANG LUAR BIASA DAN BERAKHAKUL KARIMAH

Kegiatan pondok ramadhan 1446 H

Kegiatan pondok ramadhan di SLB Negeri Banjarsari Wetan adalah kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan pada bulan suci ramadhan. Pada tahun ini, kegiatan pondok ramadhan dijadikan tiga kelompok, yaitu kelompok besar, sedang dan kecil. yang dimaksud kelompok besar adalah peserta didik jenjang SMPLB/SMALB, kelompok sedang adalah peserta didik jenjang SDLB antara kelas 4 s/d 6 dan untuk kelompok kecil berisikan peserta didik jenjang SDLB kelas 1 s/d 3 dan TKLB. “Kegiatan pondok ramadhan tahun ini kita bagi menjadi tiga kelompok agar anak-anak lebih fokus dalam menerima materi.” ujar Handik Indarwati, M.Pd. selaku kepala SLBN Banjarsari Wetan. “Kasihan anak-anak yang besar jika dicampur kelas kecil, mereka akan sedikit terganggu sehingga materi yang disampaikan bapak/ibu guru pengajar tidak akan diterima dengan baik.” imbuhnya. Tema pondok ramadhan tahun ini adalah “Dengan PAISLove Ramadhan kita kuatkan karakter peserta didik yang religius, nasionalis, cinta lingkungan menuju generasi emas yang hebat dan berakhlakul karimah.

Sebelum kegiatan pondok ramadhan dimulai, peserta didik berkumpul untuk senam bersama, hafalan surat-surat pendek dan doa sehari-hari

Pelaksanaan kegiatan pondok ramadhan dimulai hari Senin, tanggal 10 Maret s/d 14 Maret 2025. Qurrotula’yuun, S.Pd selaku koordinator dan guru PAI di SLBN Banjarsari Wetan telah membagi jadwal, ruangan dan materi kepada bapak/ibu guru. Untuk kegiatan rutin di pagi hari, sepert; senam pagi, menyanyikan lagu Indonesia Raya, hafalan surat-surat pendek, doa sehari-hari serta asmaul husna dan berjabat tangan. Kelas besar bertempat di ruang pertemuan SLBN Banjarsari Wetan, kelas sedang di halaman dalam sekolah dan kelas kecil di mushola. Di hari ke lima, semua peserta didik dari kelas besar, sedang dan kecil berkumpul bersama di halaman sekolah. Materi hari pertama adalah wudhu, sholat fardhu, dan cinta mengaji. Di hari kedua materi yang disampaikan adalah puasa ramadhan. di hari berikutnya, materi yang disampaikan yaitu cinta pondok ramadhan dan cinta digital. Cinta Rasul (meneladani sifat Nabi Muhammad) adalah materi di hari Kamis. Dan di hari terakhir, Jumat diberikan materi cinta NKRI dan cinta lingkungan. Dalam hal ini, peserta didik diajak untuk membersihkan lingkungan sekolah dan menanam pohon yang didampingi oleh Christ Darmawan, S.Pd. Roberto Indrawanto, S.Pd, Qurrotula’yuun, S.Pd dan Purbo Anggoro, S.Pd.

M Purbo Anggoro, S.Pd.SD sedang memberikan materi tentang puasa ramadhan

Kegiatan pondok ramadhan 1446 H ditutup dengan pertanyaan-pertanyaan seputar materi di hari petama sampai terakhir. Selain pertanyaan, peserta didik diberikan kesempatan untuk praktik wudhu dan shalat. Tidak hanya pertanyaan, peserta didik yang bisa menjawab pertanyaan dengan tepat dan berani tampil di depan mendaptkan reward yaitu alat tulis; antara lain buku, pensil, penggaris ataupun rautan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

MEWAKILI PK-PLK KAB. MADIUN DALAM KEGATAN MPLS SMA/SMK/PK-PLK NEGERI/SWASTA PROVINSI JAWA TIMUR TAHUN AJARAN 2024/2025

Cek kesiapan kegiatan MPLS SMA/SMK/PK-PLK Negeri/Swasta Provinsi Jawa Timur Tahun Ajaran 2024/2025

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Jawa Timur dilaksanakan serentak pada hari Senin, tanggal 15 Juli 2024 secara luring dan daring. Pembina apel pada kegiatan MPLS serentak se Jawa Timur ialah Adhy Haryono, selaku Pj Gubernur Jawa TImur. Di SLB Negeri Banjarsari Wetan, persiapan kegiatan MPLS serentak jenjang SMA, SMK dan PK-PLK dilakukan sejak hari Sabtu, 13 Juli 2024. Karena banyak hal yang harus dipersiapkan, diantaranya ruangan untuk zoom, banner untuk background, banner anti perundungan, sound system dll. Dan lagi, pada hari Minggunya beberapa guru mengikuti kegiatan gladi bersih MPLS Provinsi Jawa Timur melalui zoom pada pukul 15.30 s/d 17.30 sambil menyiapkan dan mengecek kembali perlengkapan yang dibutuhkan kegiatan besok.

Mengikuti Kegiatan MPLS via daring bersama peseta didik, guru dan wali murid

Jam delapan pagi, kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Jawa Timur dimulai. Tetapi sebelumnya Qurrotula’yuun, S.Pd selaku guru PAI SLBN Banjarsari Wetan memimpin doa agar acara yang diselenggarakan di sekolah dapat berjalan dengan lancar. Selain peserta didik dan bapak/ibu guru, perwakilan wali murid juga diundang untuk mengikuti kegiatan MPLS di sekolahan via daring. Ketika penghormatan bendera merah putih, semua peserta MPLS di sekolah ikut menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan sikap khidmat via daring yang lokasi pelaksanaan kegiatan MPLS Jatim secara luring dilaksanakan di SMKN 5 Surabaya. Setelah pembacaan teks pancasila, semua peserta kegiatan MPLS baik daring maupun luring membaca teks ikrar MPLS bersama-sama. Kemudian dilanjutkan dengan santunan sepuluh anak yatim oleh ibu Kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan, Handik Indarwati, yaitu berupa seragam sekolah.

Mendeklarasikan gerakan anti kekerasan dan bulying dengan menunjukkan poster

Setelah amanat pembina apel memberikan pengarahan dan sambutan, kemuadian pembina apel sekaligus membuka kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Jawa Timur dengan ditandai dengan pembunyian sirine dan penyematan tanda peserta MPLS yang diikuti oleh peserta didik dari SLB Negeri Banjarsari Wetan. Setelah acara penyerahan penghargaan jenjang pendidikan khusus tingkat nasional dan persembahan piala juara tingkat nasional tahun 2024 upacara selesai dan dilanjutkan dengan pengangkatan poster anti perundungan serentak baik via luring dan daring

Deklarasi dan penandatanganan anti perundungan dan kekerasan di Jawa Timur

Setelah semua rangkaian kegiatan upacara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2024/2025 jenjang SMA, SMK dan PK-PLK Negeri/Swasta se-Jawa Timur berakhir, Handik Indarwati, M.Pd selaku kepala SLB Negeri Banjarsari Wetan menandatangani deklarasi anti perundungan dan kekerasan yang diikuti oleh bapak/ibu guru dan peserta didik. Bagi peserta didik yang tidak bisa tanda tangan, bapak/ibu guru mendampingi dan memberikan agar mereka tetap mendukung gerakan anti perundungan dan kekerasan.

KEGIATAN P5 TENTANG SUARA DEMOKRASI DENGAN MELAKSANAKAN SIMULASI PEMILIHAN KETUA OSIS

Simulasi Pemilihan Ketua OSIS SLB Negeri Banjarsari Wetan

Salah satu kegiatan dalam Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) pada implementasi kurikulum merdeka di sekolah adalah tema “Suara Demokrasi”. SLB Negeri Banjarsari Wetan melaksanakan kegiatan tersebut dengan memberikan simulasi pemilihan ketua OSIS kepada siswa-siswi jenjang SDLB, SMPLB dan SMALB. Sebelum kegiatan dimulai, beberapa siswa didampingi oleh bapak dan ibu guru menyiapkan perlengkapan yang akan digunakan untuk kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS, diantaranya kotak suara, bilik suara, paku, stereofom. Sedangkan bapak dan ibu guru yang lain menyiapkan administrasi yang akan digunakan, seperti surat suara, visi dan misi calon ketua OSIS, kepanitiaan dsb.

Siswa-siswa didampingi guru membuat kotak dan bilik suara

Sebagai kandidat ketua OSIS, para guru menunjuk Ramadhan Setiawan dan Junita Ambarwati yang dirasa mampu untuk berkomunikasi dengan baik. Dengan dipandu bapak/ibu guru Wawan dan Ambar diminta untuk membuat moto, visi, misi dan tujuan serta program-program kegiatan OSIS untuk mendapatkan simpati dan keyakinan dari warga sekolah. Guru hanya memfasilitasi dan mengarahkan ide-ide yang disampaikan dari dua kandidat tersebut. Selain itu, guru juga memberikan gambaran jika seorang ketua OSIS tidak boleh malu dan berani dalam berorasi di depan semua warga sekolah.

Siswa-siswi memperhatikan dengan seksama kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS

Rabu (19/6) kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan akan dimulai. Panitia dari guru dan siswa menyiapkan tempat dan peralatan yang akan digunakan. Setelah dirasa siap, panitia mempersilahkan para pemilih (bapak/ibu guru dan siswa-siswi) memasuki halaman dalam sekolah dimana tempat simulasi akan dilaksanakan. Kegiatan dibuka dengan sambutan Handik Indarwati, M.Pd selaku Penanggung Jawab kegiatan ini. Beliau mengapresiasi kegiatan yang telah disusun dengan baik. Peralatan dan sarana yang digunakan mencerminkan kegiatan pemilihan ketua OSIS yang sebenarnya, tidak abal-abal. Dalam sambutannya beliau berpesan “kegiatan simulasi ini bertujuan untuk mengajarkan siswa-siswi agar mampu merefleksikan makna dan memahami implementasi demokrasi dalam lingkup organisasi sekolah maupun kondisi sebenarnya di lingkungan masyarakat atau dunia kerja. Maka laksanakanlah kegiatan simulasi ini dengan sungguh-sungguh”

 

Calon Ketua OSIS SLBN banjarsari Wetan sedang menyampaikan visi dan misi serta program-program jika terpilih nanti.

Berikutnya Yulita Nurviyanti, S.Pd sebagai nara sumber menjelaskan materi tentang demokrasi. Dengan bahasa yang mudah dipahami, beliau menjelaskan apa itu demokrasi, apa tujuan demokrasi, dan memberikan contoh-contoh seputar demokrasi. Kemudian dilanjut Christ Darmawan, S.Pd selaku ketua panitia kegiatan memberikan gambaran kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan kepada para siswa-siswi. Dimulai dengan memperkenalkan kedua kandidat ketua OSIS, bagaimana alur pemilihan calon ketua OSIS, dll. Setelah itu masing-masing calon ketua OSIS menyampaikan moto, visi, misi dan tujuan serta program-program yang akan dilaksanakan jika menjadi ketua OSIS secara bergantian. Untuk memperjelas tata cara dan alur kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS SLBN Banjarsari Wetan, Ibu Kepala SLBN Banjarsari Wetan memberikan contoh sekaligus pemilih pertama dalam kegiatan simulasi ini, yang kemudian diikuti oleh bapak/ibu guru serta seluruh siswa-siswi.

Panitia juga memberikan pendampingan untuk siswa tuna daksadan tuna netra

Setelah kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS selesai, seluruh pemilih diberikan waktu istirahat untuk makan dan minum yang telah disediakan oleh bapak/ibu guru sambil menunggu kegiatan penghitungan suara. Disela-sela waktu istirahat, siswa-siswi diberikan waktu untuk menunjukkan kebolehannya. Ada yang bernyanyi, membaca puisi dan menari. Acara berikutnya adalah penghitungan suara yang dipimpin oleh Yoyok Prasetyo dan Riza Ilmana Harir, S.Pd. “Nomer satu, saaahhhhh…”, “Nomer dua, saaahhh…” Teriak siswa-siswi ketika melihat surat suara yang ditunjukkan kepada siswa-siswi. Setelah penghitungan suara selesai, petugas langsung merekap jumlah suara yang sah dan tidak sah.

Proses penghitungan suara dan sambutan ketua OSIS terpilih

Dan dari hasil penghitungan suara, Ramadhan Setiawan mendapatkan 25 suara sedangkan Junita Ambarwati medapatkan 24 suara. Dengan hasil ini, maka Ramadhan Setiawan sah menjadi ketua OSIS dalam kegiatan simulasi ini. Untuk menutup rabgkaian kegiatan simulasipemilihan ketua OSIS, Ramadhan Setiawan selaku ketua OSIS terpilih memberikan sambutan atas kemenangannya. Semoga dengan kegiatan simulasi pemilihan ketua OSIS ini siswa-siswi mendapatkan pengetahuan tentang tata cara memilih dan bagaimana alurnya.

 

DIBUANG SAYANG….